• Home
  • Berita Nasional
  • Terobos Razia Polisi, Rombongan Keluarga Ditembaki, Seorang Tewas Lima Terluka

Nasional
Share this on:

Terobos Razia Polisi, Rombongan Keluarga Ditembaki, Seorang Tewas Lima Terluka

  • Terobos Razia Polisi, Rombongan Keluarga Ditembaki, Seorang Tewas Lima Terluka
  • Terobos Razia Polisi, Rombongan Keluarga Ditembaki, Seorang Tewas Lima Terluka

LUBUKLINGGAU - Jalan Fatmawati, Kecamatan Lubuklinggau Timur I kemarin (18/4) siang mendadak mencekam. Susul menyusul suara tembakan terdengar di kawasan itu. Sebuah mobil sedan merk Honda City hitam BG 1488 ON lalu berhasil diberhentikan polisi di Jl. HM Soeharto.

Dari kaca mobil yang pecah terlihat, enam penumpang termasuk sopirnya berdarah. Salah seorang akhirnya meninggal dunia di rumah sakit (RS). Mereka tertembak. Bagaimana ceritanya?

Siang itu, sekitar pukul 10.00 WIB, tim dipimpin Kapolsek AKP M. Ismail dan perwira pengendali Ipda Fransisko Yosef (Kanit Pam Obvit Sat Sabhara Polres Lubukinggau) menggelar razia di pertigaan jalan lingkar itu. Lalu melintaslah sedan Honda City tersebut.

Mobil itu melaju dari arah Mesat Seni menuju Bandara Silampari. Saat dihentikan, mobil malah melesat dan hendak menabrak anggota. Diduga, sang sopir tidak memiliki surat menyurat resmi saat mengendarai mobil, sehingga dalam keadaan panik nekat menerobos.

Namun, aksinya nyaris menabrak petugas yang melaksanakan razia. Melihat gelagat tidak baik itulah, anggota mengejar dengan mobil Mitsubishi Kuda milik Patroli Lantas. Di Jl SMB II kelurahan Margamulya, anggota melepaskan 10 kali tembakan. Setelah sebelumnya memberikan tembakan peringatan.

Mobil itu akhirnya bisa diberhentikan di samping Bank Mandiri Unit Simpang Priuk. Begitu diperiksa, mobil itu berpenumpang enam orang dalam kondisi terluka tembak.

Para korban, Novianti (30), warga Lubuklinggau Timur I, yang tertembak pundak kanannya. Kemudian putranya, Genta (2), tertembak di kepala samping kiri.

Empat korban lain, Dewi Erlina (40), warga Rejang Lebong, tertembak bahu kiri atas. Surini (54), ibunda Dewi Erlina, menderita tiga luka tembak di dada kanan. Dia meninggal dunia di RS Siti Aisyah.

Kemudian, Indra (33), tertembak leher depan, kondisinya kritis. Terakhir, Diki (30), sopir, tertembak di perut kiri. Keempatnya warga Desa Blitar Kelurahan Sindang Kelingi Kabupaten Rejang Lebong, Bengkulu.

"Awalnya kami dengar tembakan ada sekitar empat kali dari depan penjahit Setia," kata saksi yang minta namanya tak dikorankan.

Selanjutnya, mobil Honda City berhenti di lokasi, tepat di belakang mobil lain yang sedang parkir. “Setelah berhenti, polisi menembak lagi, mungkin ada dua kali," beber warga itu.

Kemudian, sopir mobil ditarik keluar. Dia diperiksa dan ditanyai. Tidak tahunya pintu belakang mobil terbuka. Ada sejumlah penumpang dan seorang anak yang terluka.

"Ada juga ibu-ibu yang kena tembak. Terus ada juga anak yang kepalanya berdarah, mungkin peluru meleset,” kena, sepertinya kena timbis di kepala," ungkapnya warga itu.

Pantauan di RS Siti Aisyah Lubuklinggau dan RS dr Sobirin, tampak polisi berjaga ketat. Wakaplres Lubuklinggau Kompol Andi Kumara sempat mengecek korban di kedua rumah sakit tersebut. Namun dia tak memberikan komentar.

"Biar tidak simpang siur, satu corong saja, kita tunggu Kapolres," katanya.

Purwanto (50), salah seorang keluarga para korban, yang ditemui di RS Siti Aisyah menjelaskan, dia mendapat informasi dari pihak rumah sakit via telepon. "Saya diberitahu keluarga kecelakaan. Tidak tahu kalau kejadiannya seperti ini,” ucap dia.

Surini, korban yang tewas tertembak, merupakan kakak iparnya alias ayuk dari istrinya. “Mereka ini mau ke Muara Beliti mau sedekah ke tempat orang," jelas dia.

Dia mendapat cerita dari keluarganya yang selamat, mobil yang mereka naiki menerobos. "Tidak tahu menerobos apa, lampu merah atau razia, belum tahu," beber Purwanto.

Terpisah, Direktur RS Sobirin, dr Harun menyatakan, seorang pasien atas nama Indra, yang tertembak di leher, sore kemarin dirujuk ke RS di Palembang. Untuk kondisi Genta, balita yang berusia 2 tahun itu diperkenankan pulang ke rumah.

“Dia hanya terserempet peluru di kepalanya. Sudah bagus (kondisinya) kok. Sudah boleh pulang,” imbuhnya.

Saat ini, tiga orang lainnya, yakni dua perempuan dan satu laki-laki (Diki) masih menjalani perawatan observasi di rumah sakit. "Diki dan dua perempuan lagi, masih diobservasi. Mungkin besok ada tindakan lagi, untuk pengeluaran peluru," pungkasnya.

Kapolres Rejang Lebong AKBP Napitupulu Yogi Yusuf SH SIK mengunjungi rumah Surini (50), warga Desa Belitar Muka, Sindang Kelingi, Rejang Lebong. Dia didampingi Kapolsek Sindang Kelingi, Iptu. Suandi dan Camat Sindang Kelingi, Anton Saprizal, Selasa, (18/4).

‘’Sejak pukul 13.00 WIB, saya berada di rumah duka. Saya berusaha menenangkan keluarga dan masyarakat,” jelasnya. Tadi malam, masyarakat melaksanakan doa dan tahlilan di rumah korban.

Camat Sindang Kelingi Anton Saprizal mengatakan, insiden penembakan yang terjadi di Jl. HM Soeharto Kelurahan Simpang Periuk Lubuklinggau pukul 11.30 WIB itu. “Jenazah Surini sudah dikebumikan, pukul 20.00 WIB,” ungkapnya.

Dijelaskannya, Surini bersama keluarganya bermaksud menghadiri pesta pernikahan keluarganya di Muara Beliti, sekaligus mengundang keluarga Muara Beliti untuk menghadiri hajatan yang akan diselenggarakan korban di Desa Belitar Muka.

“Di luar dugaan, terjadilah insiden maut ini. Ini yang membuat keluarga Surini merasa sangat sedih dan berduka,’’ tutur Anton. (wek/chy/rhy/jpg)

Berita Sebelumnya

Berita Berikutnya


Berita Sejenis

Rem Blong, Dump Truck Seruduk 10 Sepeda Motor, Seorang Tewas

Rem Blong, Dump Truck Seruduk 10 Sepeda Motor, Seorang Tewas

Sulistyowati langsung nekat meloncat dari sepeda motor Vario hitam miliknya begitu menyadari ada dump truck hitam yang menabrak belasan motor lain.


Mendikbud: Sekolah Lima atau Enam Hari Tak Ada Paksaan

Mendikbud: Sekolah Lima atau Enam Hari Tak Ada Paksaan

Setelah sekitar sepekan menjalani masa pengenalan lingkungan sekolah (PLS), kegiatan efektif sekolah umumnya dimulai hari ini.


Heli Basarnas Tabrak Tebing di Temanggung, Tiga Tewas

Heli Basarnas Tabrak Tebing di Temanggung, Tiga Tewas

Tak pernah terbayangkan oleh Mirotun (30) dan 16 orang lainnya bila kegiatan wisata mereka berujung petaka.


Pemerintah Harus Tegas Tunda Sekolah Lima Hari

Pemerintah Harus Tegas Tunda Sekolah Lima Hari

Rencana pemerintah untuk menunda pelaksanaan sekolah lima hari hingga sore dianggap masih setengah-setengah.


Polri Tawari KPK Ikut Usut Kasus Novel

Polri Tawari KPK Ikut Usut Kasus Novel

Kapolri Jenderal Tito Karnavian memastikan polisi telah mengamankan seorang saksi yang diduga mengetahui pelaku penyerangan Novel Baswedan.


Lima Hari Sekolah Batal Diterapkan

Lima Hari Sekolah Batal Diterapkan

Sekolah lima hari dalam sepekan sedianya tinggal dijalankan. Namun Presiden Joko Widodo mengambil langkah tegas.


Kemendikbud Pilih Fokus Sosialisasi Sekolah Lima Hari

Kemendikbud Pilih Fokus Sosialisasi Sekolah Lima Hari

Polemik implementasi sekolah lima hari terus menggelinding. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) berupaya tidak ikut arus di dalamnya.


Lima Hari Sekolah Bukan Program yang Dipaksakan

Lima Hari Sekolah Bukan Program yang Dipaksakan

Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia KH Ma'ruf Amin menuturkan sebaiknya kebijakan full day school itu ditata terlebih dahulu sebelum diterapkan.


Sekolah Lima Hari Diprotes Wapres, DPR Minta Dibatalkan

Sekolah Lima Hari Diprotes Wapres, DPR Minta Dibatalkan

Kemendikbud resmi merilis Peraturan Menteri (Permendikbud) Nomor 23 tahun 2017, kemarin.


Sekolah 5 Hari Dijalankan, Pesantren dan Madrasah Bisa Gulung Tikar

Sekolah 5 Hari Dijalankan, Pesantren dan Madrasah Bisa Gulung Tikar

Majelis Ulama Indonesia (MUI) Mengkritik program sekolah lima hari yang direncakanan oleh Kemendikbud.



Video

Maaf tidak bisa mengambil data, ada masalah dengan server kami!