Nasional
Share this on:

Tiga Mahasiswa Tewas, Dua Anggota Mapala UII Ditangkap

  • Tiga Mahasiswa Tewas, Dua Anggota Mapala UII Ditangkap
  • Tiga Mahasiswa Tewas, Dua Anggota Mapala UII Ditangkap

KARANGANYAR - Polres Karanganyar menahan Angga Septiawan alias Waluyo (27) dan Muhammad Wahyudi alias Yudi (25). Keduanya merupakan tersangka penganiayaan yang menyebabkan tiga peserta pendidikan dasar (diksar) mapala Universitas Islam Indonesia (UII) Jogjakarta di Dusun Tlogodringo Kelurahan Gondosuli Kecamatan Tawangmangu meninggal dunia.

Penangkapan dua panitia diksar mapala UII Jogjakarta tersebut dilakukan di dua tempat terpisah, Senin (30/1) oleh tim Satreskrim Polres Karanganyar di-back-up tim IT Subdit Jatanras Ditreskrimum Polda Jateng.

Angga Septiawan yang merupakan mahasiswa program studi (prodi) Ekonomi Islam UII Jogjakarta dicokok di sekretariat mapala UII Jalan Cik Ditiro, Jogjakarta sekitar pukul 05.30. Usai menangkap Angga, sekitar pukul 06.30, polisi bergerak ke kos Wahyudi, lalu menangkap alumni jurusan Teknik Industri itu.

Barang bukti yang disita dari tangan tersangka di antaranya tiga unit handphone, sepatu gunung, baju yang dipakai selama diksar, tongkat terbuat dari rotan yang diduga digunakan melakukan tindak kekerasan.

?Iya sudah, dua (orang ditangkap, Red,? ujar Kapolda Jateng Irjen Condro Kirono saat mendampingi Presiden Joko Widodo membagikan Kartu Indonesia Pintar (KIP) di SMK Mojosongo, kemarin.

Menurut Condro, pasal yang disangkakan adalah penganiayaan yang menyebabkan meninggal dunia. ?Langsung diperiksa. Kita juga siapkan bantuan hukum karena ancaman hukumannya lebih dari lima tahun,? tandas dia.

Penyidikan, lanjut kapolda, tidak berhenti pada penangkapan dua tersangka tersebut. Saksi-saksi lainnya segera diperiksa untuk memperkuat bukti dan kemungkinan adanya tersangka lain dalam kasus sama.

Angga dan Wahyudi tiba di Polres Karanganyar sekitar pukul 11.45 menggunakan mobil Toyota Avanza. Dengan mengenakan penutup wajah dan kepala, mereka langsung menjalani pemeriksaan medis lalu dijebloskan ke tahanan mapolres.

?Kedua tersangka dilakukan upaya paksa penangkapan dan sekaligus penyitaan terhadap barang bukti,? ujar Kapolres Karanganyar AKBP Ade Safri Simanjuntak.

Proses selanjutnya, lanjut Ade, hari ini pihaknya akan memeriksa 16 panitia diksar lainnya di Mapolres Karanganyar sekitar pukul 09.00. ?Tidak menutup kemungkinan akan ada tersangka lainnya,? tegas kapolres.

Keluarga almarhum Ilham Nurfadmi Listia Adi, Muhammad Zaini meminta polisi mempercepat proses penyelesaian kasus. ?Harus diusut sampai tuntas. Kalau memang ada pihak lain yang terbukti terlibat, segera saja diproses. Karena semakin lama kasus ini dibiarkan akan jadi bumerang. Semakin cepat diproses semakin bagus,? papar dia.

Zaini sempat menyesalkan penetapan dan penangkapan tersangka yang terkesan lambat. ?Keluarga korban sudah menyampaikan penganiayaan itu kepada polisi sejak seminggu lalu. Tapi kenapa baru sekarang penetapannya,? jelas dia.

Sedangkan keluarga almarhum Syaits Asyam memilih diam saat diminta keterangan awak media. Mereka bergegas meninggalkan ruang pemeriksaan.

Kepala Ombudsman RI Perwakilan Jogjakarta Budhi Masthuri yang bertandang ke Polres Karanganyar menyatakan, penegakan hukum dalam kasus dugaan penganiayaan dan menyebabkan tiga peserta diksar mapala UII meninggal dunia sudah sesuai prosedur.

?Saat korban pertama, memang belum ada indikasi kekerasan karena awalnya terindikasi meninggal akibat faktor alam dan cuaca. Namun begitu ada korban ke dua, polisi langsung turun mengumpulkan keterangan dan bukti. Polisi juga meminta visum dari pihak rumah sakit. Dengan ditetapkan tersangka dan ditangkap, itu sudah menjawab harapan keluarga korban,? urai Budhi.

Sementara itu, Rektor UII Jogjakarta Harsoyo mengapresiasi penangkapan para tersangka. Dan hari ini, dirinya akan mendampingi pemeriksaan 16 panitia diksar lainnya. ?Datang untuk memenuhi undangan dari Polres Karanganyar. Dengan penetapan tersangka, semoga proses penyidikan segera selesai,? ujarnya ditemui di Gedung Prof. dr. Sardjito, Kampus Terpadu UII.

Anggota Tim Pencari Fakta (TPF) UII Muzayin Nazaruddin menambahkan, pihak UII Jogjakarta tidak menghalang-halangi proses hukum. Justru siap mendukung apabila membutuhkan keterangan tambahan. Terutama dari hasil investigasi TPF UII.

Terpisah, pengacara pihak mapala UII Jogjakarta Willy Pangaribuan enggan berkomentar tentang penangkapan Angga dan Wahyudi. ?Kami hanya fokus mempersiapkan 16 saksi yang akan dipanggil hari ini,? terangnya di sekretariat mapala UII Jalan Cik Ditiro.

Belasan saksi tersebut terdiri atas panitia struktural dan penanggung jawab kegiatan diksar. Pihaknya berjanji kooperatif selama pemeriksaan.?Rencananya subuh kami berangkat, mengingat jarak yang cukup jauh,? ungkap Willy.

Di sisi lain, sidang senat menyetujui pengunduran diri harsoyo dari kursi rektor UII Jogjakarta. Termasuk pengunduran diri Wakil Rektor III Abdul Jamil. Hasil dari sidang senat akan dikirim ke Yayasan Badan Wakaf UII. Dari 134 anggota senat, kehadiran hampir mencapai 100 persen. (wid/adi/dwi/jpg/wa/zul)

Berita Sebelumnya

Sidang Dahlan, Dakwaan Terbantahkan
Sidang Dahlan, Dakwaan Terbantahkan

Berita Berikutnya


Berita Sejenis

15 Anggota Dewan Kembalikan Uang Suap

15 Anggota Dewan Kembalikan Uang Suap

Pengusutan dugaan suap masal DPRD Sumatera Utara (Sumut) terus dikebut Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).


Cuti Lebaran Ditambah Tiga Hari

Cuti Lebaran Ditambah Tiga Hari

Revisi surat keputusan bersama (SKB) 3 menteri tentang cuti bersama dan libur nasional kemarin diteken.


Percepat Revisi UU Perkawinan

Percepat Revisi UU Perkawinan

Kasus dua siswa SMP yang memenangkan permohonan ke Pengadilan Agama Bantaeng Sulawesi Selatan untuk melangsungkan pernikahan.


Zumi Zola Akhirnya Ditahan KPK

Zumi Zola Akhirnya Ditahan KPK

Setelah dua bulan lebih menyandang status tersangka gratifikasi, Gubernur Jambi Zumi Zola Zulkifli akhirnya ditahan oleh KPK.


Investasi Merugi, Tiga Eks Pejabat Pertamina Jadi Tersangka

Investasi Merugi, Tiga Eks Pejabat Pertamina Jadi Tersangka

Kejaksaan Agung (Kejagung) mengumumkan penetapan tersangka tiga mantan pejabat PT Pertamina kemarin (4/4).


Satu NIK Boleh untuk Tiga Nomor

Satu NIK Boleh untuk Tiga Nomor

Pemerintah akhirnya mengabulkan keinginan para pemilik konter seluler yang memprotes aturan registrasi 1 NIK untuk maksimal 3 kartu atau nomor.


Polisi Dalami Minyak Tumpah atau Sengaja Dibuang

Polisi Dalami Minyak Tumpah atau Sengaja Dibuang

Penyebab tumpahan minyak di Teluk Balikpapan yang kemudian menyulut kebakaran dengan korban jiwa dua nelayan masih menjadi tanda tanya.


KBRI Pastikan Proses Hukum Kasus Enen Terus Berjalan

KBRI Pastikan Proses Hukum Kasus Enen Terus Berjalan

Seorang WNI bernama Enen Cahyati (48), ditemukan tewas di sebuah kamar di Hometown Suite Hotel, Phnom Penh, Kamboja, Minggu (28/3).


Dua Prajurit TNI Ditahan Malaysia

Dua Prajurit TNI Ditahan Malaysia

Polis Diraja Malaysia masih menahan dua prajurit TNI AD di Lundu, Sarawak.


Ingat! Cuti Bersama PNS Diatur Keppres

Ingat! Cuti Bersama PNS Diatur Keppres

Surat Keputusan Bersama (SKB) tiga menteri mengenai libur nasional dan cuti bersama memang sudah diteken September 2017 lalu.



Maaf tidak bisa mengambil data, ada masalah dengan server kami!