Nasional
Share this on:

Tito: Jika Pensiun Dini, Saya Ingin Jadi Guru, Peneliti

  • Tito: Jika Pensiun Dini, Saya Ingin Jadi Guru, Peneliti
  • Tito: Jika Pensiun Dini, Saya Ingin Jadi Guru, Peneliti

JAKARTA - Kapolri Jenderal Tito Karnavian kembali menyatakan keinginan untuk pensiun dini. Dalam acara halalbihalal di kediaman Kapolri di Jakarta Selatan tadi malam (11/7), dia menyatakan telah menyiapkan rencana ketika sudah tidak menjabat orang nomor satu di korps Bhayangkara nanti.

?Saya ingin menjadi guru, peneliti,? kata Tito. ?Tidak di Indonesia, tapi di luar negeri. Pengalaman saya banyak mengenyam pendidikan di luar negeri menunjukkan bahwa di sana lebih menghargai profesi sebagai pendidik,? lanjut pria kelahiran 1964 itu.

Dalam acara yang dihadiri 37 pimpinan media cetak, elektronik, dan online tersebut, Tito memandang ada yang kurang pas dalam pemberitaan mengenai rencananya pensiun dini. Seolah-olah dia mengajukan pensiun dini saat ini. ?Sebenarnya adalah in-between saat ini dengan 2022, ketika masa tugas saya berakhir,? ucapnya.

Tito menjabat Kapolri sejak 2016. Dia melompati empat angkatan seniornya. Dengan kondisi itu, Tito bakal menjabat enam tahun jika menghabiskan masa tugasnya sampai 2022. Periode yang sangat lama untuk ukuran seorang Kapolri.

Dengan performa yang ditunjukkan selama ini, paling baru mengendalikan proses mudik begitu mulus, Tito sangat pantas untuk mengemban tugas Kapolri selama enam tahun sekalipun. Namun, dia mengatakan, hal tersebut tidak baik. ?Tidak baik bagi diri saya karena sangat stressful. Sekaligus bagi organisasi yang nanti akan bosan saya pimpin begitu lama,? tuturnya tadi malam.

Menanggapi pernyataan Tito yang ingin pensiun dini, Juru Bicara Presiden Johan Budi S.P. menjelaskan, yang mengangkat pembantu presiden, termasuk Kapolri, adalah presiden bersama wakil presiden. ?Kalau mau pensiun dini atau yang lain, ya bergantung yang memberi tugas itu, mau menerima atau tidak (pensiun dini, Red),? terangnya di kompleks istana kepresidenan kemarin.

Meskipun demikian, lanjut mantan pimpinan KPK tersebut, dirinya tidak yakin Tito akan mengajukan pensiun dini. Dia mengaku belum mendengar adanya pembicaraan mengenai hal itu. ?Kayaknya nggak ngomong begitu deh Kapolri,? lanjut pria kelahiran Mojokerto, Jatim, tersebut.

Sementara itu, Komisioner Kompolnas Poengky Indarti menyatakan, dalam penilaiannya, sosok Tito adalah yang paling cocok dan tepat menduduki jabatan Kapolri. ?Kecerdasannya dominan, bekerjanya cepat dan sangat terbuka,? ungkapnya.

Bahkan, menurut Poengky, Tito membawa angin perubahan terhadap institusi. Polri menjadi lebih dipercaya masyarakat. Pada awal 2016 Polri menjadi tiga lembaga terbawah yang dipercaya publik. Namun, pada 2017 posisinya menjadi empat lembaga yang tingkat kepercayaan publiknya tertinggi.

?Saya malah tidak pernah membayangkan Kapolri pensiun dini. Dia masih sangat dibutuhkan untuk memimpin Polri. Saya sangat percaya Pak Tito dapat menjalankan tugas dengan baik,? tegasnya.

Bila dianalisis, mencari pengganti Tito juga cukup sulit. Di antara tujuh jenderal bintang tiga atau berpangkat komisaris jenderal (komjen), yang paling muda adalah Kalemdikpol Komjen Moechgiyarto dan Kepala BNPT Komjen Suhardi Alius dengan usia 55 tahun.

Lalu disusul Wakapolri Komjen Syafruddin, Kepala BNN Komjen Budi Waseso, Kabareskrim Komjen Ari Dono Sukmanto, dan Kabaharkam Komjen Putut Eko Bayu Seno dengan usia 56 tahun. Mereka hanya berselisih bulan.

Yang paling senior adalah Irwasum Polri Komjen Dwi Priyatno dengan usia 58 tahun. November mendatang Dwi pensiun. Semua komjen berusia lebih tua daripada Tito yang baru berusia 53 tahun. Di antara semua komjen, yang paling junior adalah Moechgiyarto (alumnus Akpol 1986). Setingkat di atas Tito yang alumnus Akpol 1987.

Apalagi, dalam bursa Kapolri 2016, Presiden Joko Widodo (Jokowi) sengaja memilih Tito dengan melompati hampir semua komjen saat itu. Hanya Moechgiyarto dan Putut Eko Bayu Seno yang saat itu belum menjadi komjen.

Anggota Komisi III DPR Eddy Kusuma Wijaya mengatakan sudah mendengar pernyataan Jenderal Tito yang ingin pensiun dini dari jabatan Kapolri. Namun, dia belum paham makna pensiun dini tersebut. Terkait alasan, ujar Eddy, Tito sudah menjelaskan bahwa masa jabatannya cukup lama, baru pensiun pada 2022.

Menurut Eddy, mungkin pernyataan Tito itu berkaitan dengan masa jabatan presiden yang berakhir pada 2019. Jadi, dia siap meninggalkan jabatan Kapolri jika kepemimpinan Jokowi selesai. ?Kalau presidennya ganti, pejabatnya kan juga diganti,? katanya saat ditemui di gedung DPR kemarin.

Boleh saja Tito mengajukan pensiun dini. Namun, semua keputusan ada di tangan presiden. Kepala negara yang berhak mengangkat dan memberhentikan Kapolri. Jika ingin pensiun dini, Tito harus mengajukan surat ke presiden.

Jika orang nomor satu di pemerintahan itu menolak, jenderal bintang empat tersebut tidak bisa meninggalkan jabatannya. Kecuali, ungkap Eddy, ada alasan yang kuat, misalnya sakit keras sehingga tidak bisa melaksanakan tugasnya lagi.

Politikus PDIP itu menjelaskan, jika melihat tradisi yang ada di Polri, masa jabatan Kapolri hanya dua sampai tiga tahun. Mungkin, imbuh Eddy, itu juga yang menjadi pertimbangan Tito. Sebenarnya pernah terjadi sebelumnya, seorang Kapolri belum memasuki masa pensiun, tapi sudah diganti, yaitu Da?i Bachtiar.

Da?i menjabat Kapolri tiga tahun pada kepemimpinan Presiden Megawati Soekarnoputri. Ketika masa Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, dia diganti. Padahal, lanjut Eddy, masa pensiun Da?i masih tiga tahun lagi.

?Tapi, setelah itu Da?i Bachtiar diangkat menjadi duta besar di Malaysia,? ucap purnawirawan jenderal polisi tersebut.

Eddy menambahkan bahwa kepemimpinan Tito sudah bagus. Dia merupakan sosok hebat dan pintar. Banyak kasus yang bisa diselesaikan. Selain itu, Tito sosok yang dinamis dan kreatif. ?Ini pendapat pribadi,? kata legislator asal dapil Banten III tersebut. (idr/byu/lum/c9/ang)


Berita Sebelumnya

Berita Berikutnya


Berita Sejenis

Empat Bandar Buruan Mabes Divonis Mati

Empat Bandar Buruan Mabes Divonis Mati

Daftar terpidana mati di Lampung semakin panjang. Jika pada 2017 mencapai 14 orang, saat ini, pekan kedua 2018, jumlah tersebut bertambah menjadi 18 terpidana m


Pemerintah Diminta Segera Buka CPNS Guru

Pemerintah Diminta Segera Buka CPNS Guru

Kekurangan guru PNS, khususnya di jenjang SD sudah sangat mendesak.


Gus Ipul Siap Jika diganti Risma

Gus Ipul Siap Jika diganti Risma

Calon Gubernur Jatim PDIP-PKB, Saifullah Yusuf (Gus Ipul) mengakui, jika isu terkait Azwar Anas cukup berimbas pada koalisinya.


Azwar Anas Mundur? Bisa Jadi Gus Ipul Gandeng Risma

Azwar Anas Mundur? Bisa Jadi Gus Ipul Gandeng Risma

Pemilihan gubernur Jawa Timur mulai panas. Kabar paling anyar adalah mundurnya Abdullah Azwar Anas.


Penolakan Ustad Somad Diserahkan ke Kemenlu

Penolakan Ustad Somad Diserahkan ke Kemenlu

Ustad Abdul Somad saat ini sedang menjadi tren dan jadi buah bibir.


Seleksi CPNS 2018, Hati-hati Honorer Siluman

Seleksi CPNS 2018, Hati-hati Honorer Siluman

Tahun depan pemerintah direncanakan mengangkat CPNS daerah. Di antaranya adalah mengakomodasi para tenaga honorer guru yang sudah lama bekerja.


PNS Bekasi Dilarang Cuti Akhir Tahun

PNS Bekasi Dilarang Cuti Akhir Tahun

Akhir tahun ini mungkin jadi masa kelabu bagi ribuan PNS Kota Bekasi.


Dari Registrasi SIM Card, Operator Bisa Hemat Rp2-2,5 Triliun

Dari Registrasi SIM Card, Operator Bisa Hemat Rp2-2,5 Triliun

Sejak program registrasi bergulir, jumlah peredaran sim card menurun jadi 300-400 juta.


Siap-siap Liburan? Imigrasi Buka Layanan Paspor di Hari Libur

Siap-siap Liburan? Imigrasi Buka Layanan Paspor di Hari Libur

Jelang akhir tahun permohonan paspor ke kantor Imigrasi semakin melonjak. Lantaran banyak warga yang ingin menghabiskan liburan ke luar negeri.


Banten Jadi Konektivitas Jawa-Sumatera

Banten Jadi Konektivitas Jawa-Sumatera

Wilayah Banten memiliki peran strategis dalam konektivitas Jawa-Sumatera.



Video

Populer

Maaf tidak bisa mengambil data, ada masalah dengan server kami!