Nasional
Share this on:

TNI Tambah Pasukan di Luar Jawa

  • TNI Tambah Pasukan di Luar Jawa
  • TNI Tambah Pasukan di Luar Jawa

Marsekal TNI Hadi Tjahjanto resmi menduduki kursi Kepala Staf Angkatan Udara (KSAU).

JAKARTA - Marsekal TNI Hadi Tjahjanto resmi menduduki kursi Kepala Staf Angkatan Udara (KSAU). Usai dilantik oleh Presiden Joko Widodo Rabu (18/1), Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo memimpin langsung serah terima jabatan (sertijab) KSAU di Pangkalan Udara Halim Perdanakusuma, Jakarta Jumat (20/1).

Sebagai KSAU, Hadi punya beberapa pekerjaan rumah yang harus dituntaskan. Di antaranya penguatan pasukan di luar Jawa. Secara tegas Gatot menekankan, kekuatan TNI harus merata. Untuk itu, perlu penataan ulang agar pasukan tidak menumpuk di Jawa.

Itu sejalan dengan kebijakan pemerintah yang memiliki komitmen kuat menggencarkan pembangunan di luar Jawa. Khususnya di wilayah terluar Indonesia yang berbatasan dengan beberapa negara tetangga. ”Saat ini kekuatan TNI masih terpusat di Jawa,” kata dia.

Untuk itu, TNI harus siap membangun pangkalan di pulau-pulau terluar Indonesia. Menurut Gatot, itu sesuai hakikat ancaman yang dihadapi. Jenderal TNI berusia 56 tahun itu menjelaskan, saat ini TNI tengah mengkaji lokasi dan titik untuk menyebar pasukan.

Kajian dilakukan oleh tiga matra sekaligus. Yakni angkatan darat, angkatan laut, dan angkatan udara. ”Bulan Februari saya harus laporkan semua kepada presiden. Nanti keputusan ada di pemerintah,” ujarnya.

Salah satu bukti pasukan TNI menumpuk di Jawa adalah konsentrasi TNI AU di pulau tersebut. Gatot menuturkan, di Jawa matra angkatan udara memiliki beberapa pangkalan udara. Diantaranya Pangkalan Udara Halim Perdanakusuma (Jakarta), Pangkalan Udara Adisutjipto (Jogjakarta), Pangkalan Udara Iswahyudi (Madiun), dan Pangkalan Udara Abdul Rachman Saleh (Malang).

”Padahal Indonesia sangat luas. Maka (pasukan TNI AU) akan kami sebar,” ucap dia.

Lantaran hendak di laporkan kepada presiden Februari, Gatot ingin hasil kajian sudah dia terima pekan depan. Tidak terkecuali hasil kajian dari TNI AU. ”Tanya KSAU, minggu depan sudah ada jawaban,” kata Gatot. Disamping hasil kajian tersebut, pekerjaan rumah lain juga sudah menanti Hadi. Gatot ingin, alat utama sistem pertahanan (alutsista) mendapat perhatian. Sebab, beberapa bulan belakangan kecelakaan berkaitan alutsista TNI AU masih terjadi.

Karena itu, Gatot meminta agar Hadi memberikan perhatian serius terhadap alutsista milik TNI AU. Dia juga ingin mantan inspektur jenderal Kementerian Pertahanan (irjen Kemhan) itu berbenah serta membangun kekuatan TNI AU. Dia tidak ingin, kecelakaan alutsista matra angakatan udara terulang.

”Tidak ada jalan lain kecuali sungguh-sungguh dalam pembinaan alutsista. Mulai perencaanna, pengadaan, penggunaan, maupun pemeliharan,” ujarnya.

Berkaitan dengan hal itu, Hadi menegaskan kembali program zero accident yang sempat dia sampaikan usai dilantik oleh Presiden Jokowi. Dia berjanji bakal memperbaiki manajemen pengadaan alutsista dan manajemen latihan prajurit TNI AU. Menurut dia itu bakal berpengaruh besar terhadap kualitas alutsista dan prajurit di bawah matra yang dia pimpin.

”Bisa menekan angka kecelakaan dan diharapkan zero accident,” tegasnya.

Periwira tinggi yang pernah dipercaya sebagai sekretaris militer (sesmil) Presiden Jokowi itu pun mendukung penuh niatan pemerintah memperkuat pasukan di luar Jawa. Dia menegaskan, TNI AU tidak lagi berpikir Jawasentris, melainkan Indonesiasentris. Itu bakal dibuktikan dengan pengembangan TNI AU yang berdasar pada upaya menjadikan Indonesia sebagai poros maritim dunia.

”TNI AU akan membangun Natuna, Morotai, Biak, dan Selaru,” jelas dia.

Tidak hanya itu, TNI pengembangan ruang udara di Jawa pun bakal diatur sedemikian rupa. Menurut Hadi, saat ini traffic udara di di bagian utara Jawa sangat tinggi. Karena itu, dia berniat memanfaatkan ruang udara di bagian selatan Jawa. Disamping membagi konsentrasi traffic penerbangan, dia yakin pengembangan itu bakal menghemat penggunaan bahan bakar sampai 20 persen.

”Jadi, tidak hanya di utara. Kami akan bagi di sebelah selatan,” jelasnya. (syn/jpg)

Berita Sebelumnya

Catat, TK Dilarang Ajarkan Calistung
Catat, TK Dilarang Ajarkan Calistung

Berita Berikutnya


Berita Sejenis

Peserta Cor Kaki Tolak Pabrik Semen Rembang Meninggal

Peserta Cor Kaki Tolak Pabrik Semen Rembang Meninggal

Perjuangan masyarakat karst Kendeng, Jawa Tengah, berujung duka.


Insiden Plesetan Pancasila, Akhirnya Militer Australia Minta Maaf

Insiden Plesetan Pancasila, Akhirnya Militer Australia Minta Maaf

Panglima TNI Gatot Nurmantyo bertemu dengan Chief of Army Australia Angus Campbell di Mabes TNI Cilangkap, Jakarta Timur.


Peras Rp1,5 Miliar, kok Fauzi Hanya Dituntut Dua Tahun

Peras Rp1,5 Miliar, kok Fauzi Hanya Dituntut Dua Tahun

Komitmen memberantas kejahatan korupsi di internal Kejaksaan Tinggi Jawa Timur (Kejati Jatim) menjadi tanda tanya besar.


Duh, Dituduh Selundupkan Senjata, Pasukan Perdamaian RI Tertahan di Sudan

Duh, Dituduh Selundupkan Senjata, Pasukan Perdamaian RI Tertahan di Sudan

Reputasi gemilang Pasukan Penjaga Perdamaian asal Indonesia kini terancam.


Pembebasan Lahan Beres, Tol Batang-Semarang Siap Dilalui Lebaran

Pembebasan Lahan Beres, Tol Batang-Semarang Siap Dilalui Lebaran

Pembebasan lahan menjadi fokus pemerintah untuk mengebut proyek tol trans Jawa maupun Sumatera.


Luar Biasa, Empat Perampok sadis di Pulomas Beraksi Hanya 16 Menit

Luar Biasa, Empat Perampok sadis di Pulomas Beraksi Hanya 16 Menit

Ridwan Sitorus alias Ius Pane tak berkutik saat ditampilkan di hadapan publik di Mapolda Metro Jaya kemarin.


Fauzi Akan Ungkap Jaksa Lain Penerima Uang dari Manaf

Fauzi Akan Ungkap Jaksa Lain Penerima Uang dari Manaf

Kasus pemerasan yang dilakukan jaksa dari Kejaksaan Tinggi Jawa Timur, Ahmad Fauzi memasuki babak baru.


Tol Solo-Ngawi Kelar Oktober 2017

Tol Solo-Ngawi Kelar Oktober 2017

Penyelesaian tol Trans-Jawa terus dikebut. Salah satunya ruas Solo-Ngawi yang merupakan bagian dari tol Trans-Jawa.


Bangun Pelabuhan Patimban, Pemerintah Ngutang Rp22,1 Triliun

Bangun Pelabuhan Patimban, Pemerintah Ngutang Rp22,1 Triliun

Pembangunan Pelabuhan Patimban, Jawa Barat akan dimulai tahun depan.


Brigjen Teddy Janji Kembalikan Uang Negara

Brigjen Teddy Janji Kembalikan Uang Negara

Menggelapkan uang negara sebesar USD 12 juta Jendral (Brigjen) TNI Teddy Hernayadi harus mendekam di dalam sel seumur hidup.



Berita Hari Ini

Kolom

Maaf tidak bisa mengambil data, ada masalah dengan server kami!