Nasional
Share this on:

Uang Amien Tidak Terkait Korupsi Alkes

  • Uang Amien Tidak Terkait Korupsi Alkes
  • Uang Amien Tidak Terkait Korupsi Alkes

JAKARTA - Polemik dugaan penerimaan uang Rp600 juta dari proyek alat kesehatan (alkes) ke rekening Amien Rais menemui titik terang. Berdasar putusan hakim Pengadilan Tipikor Jakarta kemarin (16/6), duit yang ditransfer sekretaris Soetrisno Bachir Foundation (SBF) Yurida Adlani ke Amien pada 2005-2007 itu tidak terkait dengan proyek alkes.

Pendapat hakim diungkapkan di sidang vonis eks Menteri Kesehatan (Menkes) Siti Fadilah Supari. Hakim tidak memasukkan fakta aliran dana itu sebagai salah satu poin pertimbangan putusan lantaran dianggap tidak relevan dengan perkara Siti.

?Majelis tidak akan mempertimbangkan lebih lanjut karena tidak relevan dengan perkara terdakwa,? ucap Diah Siti Basariah, hakim anggota kasus tersebut.

Meski demikian, hakim tetap mengamini bahwa aliran uang itu ada dan diakui sebagai fakta-fakta persidangan yang bisa dikembangkan dalam kasus lain. Bukan kasus yang saat ini menjerat Siti.

?Menimbang bahwa mengenai uang yang ditransfer kepada Soetrisno Bachir dan Amien Rais tersebut tidak dapat dipastikan uang tersebut berasal dari proyek A atau bukan,? imbuh Diah.

Selain berpendapat soal aliran dana, majelis hakim kemarin juga memvonis Siti hukuman 4 tahun penjara dan denda sebesar Rp200 juta subsider 2 bulan kurungan penjara. Mantan menteri di kabinet era Presiden SBY itu juga diminta membayar uang pengganti sebesar Rp550 juta yang merupakan sisa kerugian negara yang belum dikembalikan Siti.

?Menjatuhkan pidana tambahan pada terdakwa berupa membayar uang pengganti sebesar Rp1,9 miliar dikurangi Rp1,35 miliar,? kata ketua majelis hakim Ibnu Basuki Widodo dalam amar putusannya.

Putusan hakim sejatinya lebih ringan dari tuntutan jaksa penuntut KPK yang meminta vonis 6 tahun penjara dan denda sebesar Rp600 juta subsider 6 bulan kurungan. Siti didakwa melakukan korupsi karena kebijakannya menunjuk langsung PT Indofarma sebagai pelaksana pengadaan alkes untuk mengantisipasi kejadian luar biasa (KLB) tahun 2005 pada pusat penanggulangan masalah kesehatan (PPMK) Departemen Kesehatan (Kemenkes). Kebijakan itu memperkaya Indofarma Rp1,597 miliar dan PT Mitra Medidua Rp4,551 miliar.

Jaksa KPK Ali Fikri menyebut majelis hakim sejatinya tidak menolak adanya fakta hukum aliran dana dari rekening Yurida ke Amien. Menurutnya, hakim hanya berpendapat bahwa uang itu tidak dapat dipastikan dan tidak relevan dengan kasus Siti Fadilah.

?Artinya, (fakta hukum aliran dana) bisa kami kembangkan di luar perkara ini (alkes),? ujarnya usai sidang.

Jaksa tetap akan mendalami fakta hukum tentang aliran dana dari Yurida ke sejumlah pihak. Yakni, Soetrisno Bachir, Amien Rais, Nuki Syahrun dan Tia Nastiti (anak Siti Fadilah). Hanya, mereka belum mau membeberkan perkara mana yang memiliki relevansi dengan aliran uang tersebut.

?Kami perdalam dulu. Ini sudah menjadi entry point yang cukup bagus,? tuturnya.

Terpisah, Siti Fadilah tidak kaget dengan putusan hakim tersebut. Dia pun hanya bisa pasrah dan tunduk pada putusan tersebut. ?Saya sudah mengira putusannya akan begini. Jadi tidak terlalu shock,? ucapnya usai sidang. Menurut Siti, memang banyak keanehan dalam kasus yang dihadapinya itu.

?Sejak awal dakwaan, fakta-fakta persidangan, tuntutan,? imbuhnya. (tyo/jpg)

Berita Sebelumnya

Berita Berikutnya


Berita Sejenis

Ada 2 SPDP, Ombudsman Periksa Novel Baswedan

Ada 2 SPDP, Ombudsman Periksa Novel Baswedan

Komisioner Ombudsman RI (ORI) Andrianus Meliala memeriksa penyidik senior Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan, kemarin (15/5).


Alhamdulillah, Awal Puasa Tahun Ini Serempak

Alhamdulillah, Awal Puasa Tahun Ini Serempak

Seperti prediksi sebelumnya, tidak ada perbedaan dalam penetapan 1 Ramadan 1439 H/2018 M.


Dituntut Jaksa Penjara 20 Tahun, Bos Travel Nangis

Dituntut Jaksa Penjara 20 Tahun, Bos Travel Nangis

Anniesa Hasibuan, salah satu terdakwa kasus penipuan berkedok biro haji dan umroh First Travel tidak mampu menyembunyikan kesedihannya.


Usut Tuntas Calo Anggaran

Usut Tuntas Calo Anggaran

Menyusul hasil Operasi Tangkap Tangan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi yang menetapkan empat orang tersangka terkait pemberian gratifikasi.


Setnov Siap Pindah ke Sukamiskin

Setnov Siap Pindah ke Sukamiskin

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) segera mengesekusi terpidana kasus korupsi kartu tanda penduduk elektronik (e-KTP) Setya Novanto (Setnov).


KPK Telusuri Aliran Dana ke DPD Golkar Jateng

KPK Telusuri Aliran Dana ke DPD Golkar Jateng

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terus berupaya menelusuri dugaan adanya dana korupsi e-KTP yang mengalir ke DPD I Partai Golkar Jawa Tengah (Jateng).


Jokowi Sebut Isu TKA Sarat Politik

Jokowi Sebut Isu TKA Sarat Politik

Presiden Joko Widodo akhirnya angkat bicara terkait isu Peraturan Presiden Nomor 20 tahun 2018 tentang Tenaga Kerja Asing (TKA) yang terus menyerang pemerintah.


Pengadaan Kantong Sembako Gunakan Dana Operasional Presiden

Pengadaan Kantong Sembako Gunakan Dana Operasional Presiden

Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Pratikno angkat bicara terkait polemik pembagian sumbangan oleh Presiden Joko Widodo.


KPK Segera Usut TPPU Setnov

KPK Segera Usut TPPU Setnov

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) masih punya pekerjaan rumah (PR) setelah putusan Setnov dibacakan.


15 Anggota Dewan Kembalikan Uang Suap

15 Anggota Dewan Kembalikan Uang Suap

Pengusutan dugaan suap masal DPRD Sumatera Utara (Sumut) terus dikebut Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).



Maaf tidak bisa mengambil data, ada masalah dengan server kami!