Nasional
Share this on:

Uang Baru Lebih Aman dari Pemalsuan

  • Uang Baru Lebih Aman dari Pemalsuan
  • Uang Baru Lebih Aman dari Pemalsuan

JAKARTA - Terhitung Mulai kemarin, masyarakat Indonesia sudah bisa menggunakan pecahan uang tunai emisi terbaru. Uang dengan desain baru itu kemarin diluncurkan Presiden Joko Widodo di Gedung Thamrin Bank Indonesia. Ada tujuh uang kertas dan empat uang logam baru yang diluncurkan. Seluruhnya memajang gambar pahlawan yang berbeda dengan emisi sebelumnya, dan diklaim paling aman.

Pada emisi kali ini, untuk kali pertama seluruh desain uang tersebut berganti bersamaan. Uang baru yang diluncurkan terdiri dari uang kertas pecahan Rp100 ribu, Rp50 ribu, Rp20 ribu, Rp10 ribu, Rp5 ribu, Rp2 ribu dan seribu rupiah. Sementara uang logam terdiri dari pecahan seribu rupiah, Rp500, Rp200 dan Rp100.

Hanya satu yang masih dipertahankan, yakni gambar duet Proklamator Soekarno-Hata di pecahan Rp 100 ribu. Namun, dalam pecahan tersebut, Soekarno-Hatta dipasang dengan wajah tersenyum dan memperlihatkan gigi. Selebihnya adalah pahlawan yang berbeda.

Yakni, Ir H Djuanda Kartawidjaja, Dr GSSJ. Ratulangi, Frans Kaislepo, KH. Idham Khalid, M. Hoesni Thamrin, dan Tjut Meutia. Sementara pada uang logam, nama-nama dan gambar pahlawan yang tercantum yakni Mr. I Gusti Ketut Pudja, Letjen TNI T. B. Simatupang, Dr Tjipto Mangoenkoesoemo dan Prof Dr Ir Herman Johannes (selengkapnya lihat grafis).

Pada desain kali ini, warna yang digunkan tampak lebih cerah. Model pewarnaannya mirip beberapa mata uang asing seperti Euro atau Dolar Singapura. Berbeda dengan emisi sebelumnya yang cenderung tajam. Begitu pula dengan tulisan, kali ini ada frasa Negara Kesatuan Republik Indonesia di seluruh uang, setelah sebelumnya hanya ada di nominal Rp 100 ribu. Sehingga, tanda tangan Menkeu pun ada di seluruh nominal.

Setiap lembar uang menampilkan tiga gambar. Di satu sisi menampilkan gambar pahlawan. Di sisi sebaliknya, terpampang gambar penari Indonesia yang bersanding dengan pemandangan alam. Jokowi menjelaskan, pengunaan gambar pahlawan, tari nusantara, dan pemandangan alam Indonesia merupakan bagian kampanye budaya dan karakter bangsa.

Karena itu, dia mengajak masyarakat untuk selalu menggunakan rupiah dalam setiap transaksi di Indonesia. Aturan mengenai hal itu sudah ada. Juga, menyimpan tabungan dalam bentuk rupiah. Dan penting saya sampaikan, kalau kita cinta rupiah maka kita tidak membuat dan menyebar gosip aneh dan kabar bohong tentang rupiah, ujarnya.

Dia juga meminta unsur pengamanan rupiah terus diperkuat demi mencegah pemalsuan. Teknologi pengamanan yang digunakan oleh negara jangan sampai kalah dengan para pemalsu rupiah, lanjut mantan Wali Kota Solo itu. dia juga meminta ketersediaan rupiah harus terjaga hingga kawasan terpencil.

Pencantuman gambar pahlawan itu sesuai dengan Keputusan Presiden No. 31 Tahun 2016 tanggal 5 September 2016 tentang Penetapan Gambar Pahlawan Nasional Sebagai Gambar Utama Pada Bagian Depan Uang Rupiah Kertas dan Rupiah Logam NKRI. Selanjutnya, landasan hukum mengenai pemberlakuan, pengeluaran dan pengedaran uang rupiah tahun emisi 2016 diatur melalui 18 Peraturan BI.

Senada dengan Presiden, Gubernur BI Agus DW. Martowardojo mengatakan, penggunaan gambar-gambar para pahlawan itu untuk menumbuhkan semangat patriotisme pada masyarakat. Dia juga berpesan agar kualitas uang rupiah perlu dirawat dengan baik, bukan hanya oleh bank sentral namun juga oleh masyarakat yang memiliki uang tersebut.

"Menjaga rupiah sama artinya dengan menjaga simbol negara, dan harus ditanamkan sejak dini. Masyarakat perlu mengurangi kebiasaan buruk. Tidak baik meremas, membasahi dan men-strapples uang-uang itu," katanya saat peluncuran uang baru di kantor pusat BI kemarin.

Uang kertas yang diedarkan BI berbahan dasar kertas khusus dari serat kelapa. Sedangkan uang logamnya terbuat dari nickel plated steel dan aluminium. Agus memaparkan, ada 9 hingga 12 pengaman pada uang kertas yang diedarkan. Unsur pengaman itu ada yang dengan mudah dapat diketahui oleh masyarakat, ada juga yang hanya bisa dikatahui oleh spesialis.

"Tapi bentuk pengaman yang paling sederhana untuk disosialisasikan kepada masyarakat yaitu dilihat, diraba, diterawang," ujar Agus.

Mantan Menteri Keuangan itu menambahkan, uang rupiah tahun emisi 2016 ini termasuk yang paling baik di dunia. Sebab jumlah pengamannya berlapis-lapis, mulai dari warna, benang, bagian ultra violetnya, juga teknik cetak khusus atau rectoverso-nya. Agus meyakinkan bahwa uang baru tahun emisi 2016 ini tidak akan mudah dipalsukan.

Masyarakat sudah bisa menukarkan uangnya dengan uang baru tersebut di 33 kantor perwakilan BI di berbagai provinsi. Agus memprediksi distribusi uang baru ini membutuhkan waktu tiga bulan untuk sampai ke pelosok daerah.

"Tapi uang yang lama masih berlaku setidaknya sampai ada keputusan peredarannya dihentikan. (Setelah) itu keputusan diambil, baru 10 tahun kemudian dicabut (peredaran uangnya). Sekarang belum ada rencana mencabut uang yang sudah beredar," jelas Agus.

Sementara itu, Sri Parwati, cucu kedua Dr Tjipto Mangoenkoesoemo, mengungkapkan rasa apresiasinya atas pencantuman tokoh pergerakan nasional tersebut dalam uang rupiah terbaru. Wajah anggota Tiga Serangkai itu tercetak di uang logam nominal Rp200.

Kami terima kasih karena negara masih ingat pada Dr Tjipto, ujar perempuan 77 tahun itu.

Keluarga Dr Tjipto dihubungi oleh Bank Indonesia Maret lalu untuk dimintai izin pencantuman wajah karib Ki Hadjar Dewantara itu di uang terbaru. Waktu itu kami bersyukur, karena diberi kehormatan ini, timpal cicit Dr Tjipto, Hanifditya, yang kemarin mendampingi Parwati.

Hanif berharap pencantuman wajah para pahlawan di mata uang bisa mengingatkan bahwa Indonesia bisa berdiri seperti saat ini juga tidak lepas dari jasa pahlawan. Tetap dijaga uangnya, dan juga koin-koinnya, tambah Parwati. (byu/rin/jpg)

Berita Sebelumnya

Berita Berikutnya


Berita Sejenis

Tanggapi Santai Rencana Kepulangan Rizieq

Tanggapi Santai Rencana Kepulangan Rizieq

Sejak April Tahun Lalu Pimpinan Front Pembela Islam (FPI) Muhammad Rizieq Shihab bertolak dari Indonesia ke Arab Saudi.


Gunung Agung Erupsi, Bali Tetap Aman

Gunung Agung Erupsi, Bali Tetap Aman

Gunung Agung kembali mengalami erupsi kemarin siang (13/2) sekitar pukul 11.49 WITA.


Lebih dari 202 Juta Nomor Sudah Registrasi

Lebih dari 202 Juta Nomor Sudah Registrasi

Hingga 10 Februari, sudah lebih dari 202 juta SIM card prabayar yang beredar di Indonesia telah teregistrasi.


Beban Negara Kian Besar Karena Terpidana Mati

Beban Negara Kian Besar Karena Terpidana Mati

Togiman alias Toge terpidana mati yang terancam divonis mati kali ketiga hanya satu dari ratusan terpidana mati kasus narkotika.


Fredrich Tetap Tak Terima

Fredrich Tetap Tak Terima

Mantan pengacara Setya Novanto, Fredrich Yunadi memasuki babak baru.


Setnov Mulai Seret Ganjar

Setnov Mulai Seret Ganjar

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mendapat serangan langsung dari Setya Novanto (Setnov) di Pengadilan Tipikor Jakarta, kemarin.


Masih Ada Kebakaran Hutan, Kapolda/Pangdam Dicopot

Masih Ada Kebakaran Hutan, Kapolda/Pangdam Dicopot

Penanganan dan pencegahan peristiwa kebakaran hutan dan lahan di tahun 2018 dilakukan lebih awal.


Napi Teroris Bisa Rakit Bom Bakal Bebas

Napi Teroris Bisa Rakit Bom Bakal Bebas

Tiga orang narapidana kasus terorisme bakal bebas dari Nusakambangan dalam waktu dekat. Sayangnya, ketiganya diduga masih memiliki paham radikal.


Perlindungan Hukum Guru Harus Lebih Jelas

Perlindungan Hukum Guru Harus Lebih Jelas

KekerasanN yang berujung meninggalnya guru SMAN 1 Torjun, Sampang, kemarin tidak boleh terulang.


Agar Tol Murah, Gugat Pemerintah Dong...

Agar Tol Murah, Gugat Pemerintah Dong...

Pengamat Kebijakan Publik Agus Pambagio menilai bahwa tingginya tarif tol tidak akan berubah jika tidak ada aksi nyata dari masyarakat.



Populer

Maaf tidak bisa mengambil data, ada masalah dengan server kami!