Otomotif
Share this on:

Kuartal Pertama, Uang Muka Kredit Mobil Bisa Naik

  • Kuartal Pertama, Uang Muka Kredit Mobil Bisa Naik
  • Kuartal Pertama, Uang Muka Kredit Mobil Bisa Naik

JAKARTA - Uang muka kredit kendaraan bermotor berpotensi naik pada kuartal pertama 2017. Hal tersebut bisa terjadi seiring dengan mulai efektif berlakunya aturan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) melalui Surat Edaran OJK (SE OJK) No 1/SEOJK.05/2016 tentang Tingkat Kesehatan Keuangan Perusahaan Pembiayaan.

Potensi kenaikan uang muka atau DP (down payment) tersebut muncul karena ada pembatasan komisi bagi pihak ketiga dari perusahaan pembiayaan. Pihak ketiga dalam hal itu adalah diler dan seluruh unsur di bawahnya, termasuk wiraniaga (sales).

Tertera dalam pasal V ayat 2 poin C.4 beleid tersebut, pengeluaran biaya insentif pihak ketiga terkait dengan akuisisi pembiayaan per perjanjian pembiayaan dibatasi sebesar 15 persen. Batasan itu diambil dari nilai pendapatan yang terkait dengan pembiayaan dan sudah termasuk pajak.

Poin C.5 menyatakan pengeluaran biaya insentif pihak ketiga terkait dengan akuisisi pembiayaan secara total dibatasi sebesar 20 persen dari nilai pendapatan yang terkait dengan pembiayaan sudah termasuk pajak.

Vice President Director of Marketing and Sales PT Nissan Motor Indonesia (NMI) Davy J. Tuilan mengungkapkan, aturan OJK yang dirilis sekitar pertengahan 2016 dan efektif penuh berlaku pada Januari 2017 tersebut akan berdampak pada penjualan kendaraan bermotor, terutama mobil, tahun ini.

Komisi dari perusahaan leasing kepada diler dibatasi maksimal 15 persen, ungkapnya di sela acara Nissan GT Academy 2016 menjadi Reality Show di kompleks Hanggar, Jakarta, kemarin.

Pembatasan itu akhirnya berpotensi membuat nilai DP untuk kredit kendaraan menjadi murni sehingga berpotensi naik. Di kuartal pertama, yang jelas, DP kredit kendaraan akan naik jika dibandingkan dengan 2016, ucapnya.

Kenaikan DP kredit biasanya memengaruhi motivasi konsumen untuk membeli kendaraan. Sekitar 70 persen konsumen kendaraan, utamanya mobil di Indonesia membeli dengan cara kredit. Yang jelas, pendapatan wiraniaga sedikit turun, ujar Davy.

Pada saat yang sama, jika dilihat dari indikator makroekonomi, Davy memperkirakan pasar mobil nasional masih cenderung datar. Satu-satunya harapan terdapat pada produk mobil ramah lingkungan dengan harga terjangkau alias low cost and green car (LCGC).

Pada tahun lalu, penjualan efektif para pemain baru di LCGC hanya berlangsung sekitar lima bulan. Dari lima bulan saja, performanya terhadap total penjualan mobil nasional cukup signifikan. Pada tahun ini, peran penjualan LCGC akan berkontribusi setahun penuh sehingga diyakini lebih signifikan.

Dengan adanya peran LCGC itu, market mobil nasional saya kira naik 2 persen sampai 3 persen tahun ini, tuturnya.

Ketua Umum Asosiasi Perusahaan Pembiayaan Indonesia (APPI) Suwandi Wiratno Siahaan menjelaskan, tidak ada yang perlu dikhawatirkan dari pemberlakuan aturan OJK itu. Perumusan aturan juga sudah dibicarakan dengan semua pelaku usaha, ucapnya.

Dia justru berpendapat bahwa pembatasan komisi untuk pihak ketiga, dalam hal itu diler dan semua unsur di dalamnya, akan memacu penjualan mobil lebih tinggi. Sebab, dengan komisi yang kecil per realisasi kredit, seharusnya mereka menjual lebih banyak dong supaya komisinya juga besar. Coba lihat, sudah bertahun-tahun market mobil flat. Memang komisi untuk sales menjadi kecil sih iya, jelasnya.

Aturan OJK tersebut, menurut Suwandi, diberlakukan agar perusahaan pembiayaan bisa lebih sehat serta lebih prudent dalam menyalurkan kredit. Besaran komisi yang memang variatif karena tidak masuk dalam peraturan sebelumnya secara rinci bisa dijadikan subsidi oleh diler untuk memenuhi ketentuan DP.

Dengan begitu, DP terhadap konsumen menjadi lebih rendah. Tapi, kalau DP kecil terus, kemudian kredit macet dan mobil ditarik, itu menjadi tidak bagus buat kita. Percuma saja, katanya. (gen/c5/sof/jpg)


Berita Sebelumnya

Berita Berikutnya


Berita Sejenis

Ingin Aman Naik Motor, Jangan Lupa Gunakan Pelindung Kepala

Ingin Aman Naik Motor, Jangan Lupa Gunakan Pelindung Kepala

PT Astra Honda Motor (AHM) menggandeng dua pebalap Repsol Honda, Marc Marquez dan Dani Pedrosa untuk kampanye keselamatan berkendara.


Bidik Pelanggan VIP, BMW Keluarkan Mobil Anti Senjata

Bidik Pelanggan VIP, BMW Keluarkan Mobil Anti Senjata

BMW Group Indonesia berusaha memanjakan konsumen VIP dari kalangan pejabat diplomatik lewat program BMW Diplomatic Service.


Kinerja Otomotif Diprediksi Membaik

Kinerja Otomotif Diprediksi Membaik

Sebelum mengakhiri kuartal ketiga 2017, sejumlah sentimen positif mulai mampir ke perekonomian tanah air.


Penjualan Daihatsu Merangkak Naik

Penjualan Daihatsu Merangkak Naik

Di tengah pasar otomotif yang cenderung stagnan, Daihatsu mencatatkan kenaikan penjualan selama Januari hingga Agustus tahun ini.


Regulasi Mobil Listrik Segera Rampung

Regulasi Mobil Listrik Segera Rampung

Pemerintah terus mematangkan aturan teknis tentang pengembangan mobil listrik. Regulasi itu akan berbentuk peraturan presiden.


50 Konglomerat Langsung Kepincut Beli Seri LS

50 Konglomerat Langsung Kepincut Beli Seri LS

Meski tergolong mobil mewah, rupanya Lexus tetap menjadi incaran para konglomerat Indonesia.


Mobil MPV Masih Paling Diminati

Mobil MPV Masih Paling Diminati

Selama sembilan hari pelaksanaan Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2017, lebih dari 17 ribu unit kendaraan terjual.


Penjualan Avanza Naik 30 Persen

Penjualan Avanza Naik 30 Persen

Disaat daya beli menurun, PT Krida Dinamik Autonusa sebagai main dealer Toyota di NTB mencatatkan penjualan cukup bagus untuk type Avanza.


Pembiayaan Otomotif Tumbuh Signifikan

Pembiayaan Otomotif Tumbuh Signifikan

Pembiayaan kendaraan roda empat dan roda dua pada semester pertama tahun ini masih tinggi.


Mobil Pedesaan Resmi Dilaunching, Per Unit Rp60-80 Jutaan

Mobil Pedesaan Resmi Dilaunching, Per Unit Rp60-80 Jutaan

IndistriI otomotif nasional tidak bisa mengelak dari terpaan krisis global.



Kolom

Maaf tidak bisa mengambil data, ada masalah dengan server kami!