Otomotif
Share this on:

Segmen Komersial Masih Lambat

  • Segmen Komersial Masih Lambat
  • Segmen Komersial Masih Lambat

Gaikindo) mengumumkan bahwa wholesale (dari pabrik ke diler) mencapai 974.972 unit per November 2016.

TANGERANG - Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) mengumumkan bahwa wholesale (dari pabrik ke diler) mencapai 974.972 unit per November 2016. Meski Desember 2016 tinggal beberapa hari, agen pemegang merek (APM) optimistis dapat mencapai target penjualan 1.050.000 unit tahun ini.

Marketing & Customer Relation Division Head PT Astra International-Daihatsu Sales Operation (AI-DSO) Hendrayadi Lastiyoso menyatakan, target penjualan Gaikindo bakal tercapai. ’’Kurang 72 ribu unit. Kami optimistis target 1.050.000 unit terpenuhi pada 2016,’’ ujarnya di sela Festival Kuliner Nusantara di Living World Alam Sutera, Tangerang, Banten, akhir pekan lalu.

Dia mengakui, penjualan otomotif sepanjang 2016 cukup berat meski telah ada berbagai kebijakan ekonomi dari pemerintah. Hingga November, penjualan kendaraan komersial turun 29,2 persen jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu. Sementara itu, penjualan kendaraan penumpang meningkat 14,6 persen.

’’Tahun depan, belum naik signifikan. Targetnya 1,1 juta unit,’’ ucapnya.

Untuk menggerakkan potensi kendaraan komersial, Daihatsu kembali menggelar Festival Kuliner Nusantara yang menampilkan 30 Gran Max Moko (mobil toko) oleh para pelaku usaha kuliner. ’’Peserta meningkat setiap tahun. Ini membuat kami bangga,’’ kata Deputy Chief Executive AI-DSO Supranoto Tirtodidjojo.

Acara yang digelar setiap tahun tersebut memanfaatkan Daihatsu Gran Max yang dimodifikasi hingga mirip toko dan dapat mendukung kegiatan usaha kuliner. Beragam kuliner pun ditawarkan. Jadi, pengunjung memiliki banyak pilihan untuk mencicipi hidangan Nusantara.

’’Tentunya ini terjadi karena mereka memiliki Gran Max yang sesuai untuk bisnis kuliner,’’ tuturnya.

Ketua Komunitas Food Truck Jakarta Joko Mulyono membenarkan tangguhnya Daihatsu Gran Max. Dia menyebutkan, lima tahun lalu, dirinya menggunakan mobil buatan Eropa untuk bisnis food truck. Sayang, mobil itu justru menghambat bisnisnya karena terus-menerus bermasalah.

’’Bagaimana mau untung, mobil rusak terus. Biaya perawatannya mahal,’’ ujarnya.

Akhirnya, Joko membeli dua unit Daihatsu Gran Max secara kredit dengan modal Rp25 juta. Kini, dia merasa beruntung memiliki kendaraan tersebut. ’’Sering saya pakai berkeliling ke Sumatera dan Jawa Tengah untuk mengikuti acara kuliner. Meski muatan berat, mobil tetap kuat,’’ ungkapnya. (wir/c18/sof/jpg)


Maaf tidak bisa mengambil data, ada masalah dengan server kami!