Otomotif
Share this on:

Terbukti Melakukan Praktik Kartel, Yamaha- Honda Didenda KPPU

  • Terbukti Melakukan Praktik Kartel, Yamaha- Honda Didenda KPPU
  • Terbukti Melakukan Praktik Kartel, Yamaha- Honda Didenda KPPU

**** - Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) memvonis bersalah PT Yamaha Indonesia Motor Manufacturing (YIMM) dan PT Astra Honda Motor (AHM) terkait kartel dalam menetapkan harga dan volume penjualan motor jenis skuter otomatik (skutik).

Majelis komisi persidangan yang dipimpin oleh Tresna Priyana Soemardi serta anggota R Kurnia Sya'ranie dan Munrokhim Misanam mengungkapkan, dua produsen asal Jepang tersebut menguasai sekitar 97 persen pasar skutik di Indonesia sehingga diawasi oleh KPPU karena rentan bersekongkol melakukan penetapan harga. Mereka juga menguasai 10 brand sepeda motor paling laris di Indonesia saat ini.

YIMM dan AHM terbukti secara sah dan meyakinkan melanggar Undang-Undang No. 5 Pasal 5 Tahun 1999 tentang Larangan Praktik Monopoli dan Persaingan Usaha Tidak Sehat. ''Majelis menghukum YIMM dengan denda Rp25 miliar dan AHM Rp22,5 miliar dan disetorkan ke kas negara,'' ujar Tresna.

Denda yang diterima YIMM lebih berat, karena dinilai memanipulasi data di persidangan. Oleh sebab itu, hukuman YIMM sudah termasuk ditambah 50 persen dari besaran proporsi denda. Adapun denda AHM telah dipotong 10 persen, karena dinilai kooperatif oleh majelis hakim.

Bunyi pasal 5 UU No. 5 Tahun 1999 adalah pelaku usaha dilarang membuat perjanjian dengan pelaku usaha pesaingnya untuk menetapkan harga atas suatu barang dan atau jasa yang harus dibayar oleh konsumen atau pelanggan pada pasar bersangkutan yang sama.

Putusan itu dibacakan setelah melalui serangkaian pemeriksaan, baik pendahuluan maupun lanjutan selama lebih kurang 120 hari kerja terhadap praktik usaha di industri sepeda motor yang diduga mengakibatkan konsumen tidak dapat memperoleh harga beli sepeda motor yang kompetitif. Disebutkan bahwa untuk skutik dengan harga dasar Rp7-8 juta dijual di pasaran dengan harga Rp15-16 juta.

YIMM dan AHM berhak mengajukan keberatan ke Pengadilan Negeri terkait putusan itu paling lambat 14 hari setelah berkas putusan diterima masing-masing. Hampir pasti, keduanya bakal menempuh jalur hukum tersebut.

Menanggapi hal itu, Ketua Umum Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia (AISI) Gunadi Sindhuwinata menilai putusan itu tidak pas dan cocok dengan bukti-bukti yang ada. ''Kami angggap putusan KPPU di luar konteks. Bukti apa yang disampaikan KPPU dasarnya tidak kuat,'' tukasnya.

Jika dasar pertimbangan KPPU tidak cukup kuat, kata dia, akan berpengaruh terhadap pandangan investor terhadap Indonesia. Situasi ini sangat mengganggu iklim kerja industri, terutama di situasi yang sulit saat ini. Dia memastikan, putusan tersebut tidak tepat, karena tidak ada persengkongkolan yang dilakukan amggotanya.

Sementara itu, kuasa hukum YIMM Rikrik Rizkiyana mengatakan, pihaknya sudah mulai pesimis terhadap proses pemeriksaan di KPPU ini ketika kemudian di awal proses tidak hanya ketua KPPU sendiri, investigator sudah menyampaikan indikasi-indikasi yang mendahului proses putusan itu sendiri.

''Kami melihat banyak pelanggaran-pelanggaran yang terjadi selama proses penyelidikan termasuk ketika investigator KPPU memeriksa mantan Direktur Marketing YIMM Yutaka Terada yang dianggap tanpa pemberitahuan lebih dulu,'' imbuhnya.

GM Corporate Sectretary AHM Andi Hartanto menjelaskan logikanya perusaahan juga hampir pasti mengajukan banding. Namun, pihaknya ingin memeriksa lebih detail setelah berkas putusan diterima. ''Menurut saya sih putusan itu tidak cukup, mempertimbangkan semua kesaksian atau bukti-bukti yang kita ajukan.

Jadi mereka melakukan ekstrapolasi, kesimpulan sendiri berdasarkan bukti atau pendapat yang menguntungkan mereka. Jadi tidak cukup mempertimbangkan pendapat dari saksi ahli kami dan bukti-bukti yang kami ajukan,'' katanya.

Andi tetap menyatakan email internal YIMM yang dijadikan alat bukti investigator KPPU tidak pernah diterima AHM. Tentang denda, Andi mengatakan pengurangan 10 persen tidak memengaruhi sebab denda tetaplah tenda. Majelis komisi mengurangi denda AHM sebesar 10 persen karena dianggap koperatif selama persidangan. Sedangkan YIMM dikenakan tambahan denda 50 persen.

''Fokusnya itu perbuatan salah atau nggak, nah kami merasa perbuatan itu tidak salah,'' tukasnya. (dew/jpg)


Berita Sebelumnya

Berita Berikutnya


Berita Sejenis

Ingin Aman Naik Motor, Jangan Lupa Gunakan Pelindung Kepala

Ingin Aman Naik Motor, Jangan Lupa Gunakan Pelindung Kepala

PT Astra Honda Motor (AHM) menggandeng dua pebalap Repsol Honda, Marc Marquez dan Dani Pedrosa untuk kampanye keselamatan berkendara.


Jazz Masih Unggul, Baleno Mulai Mengejar

Jazz Masih Unggul, Baleno Mulai Mengejar

Pada Juli lalu, Honda meluncurkan New Honda Jazz di Surabaya. Sebulan kemudian, Suzuki meluncurkan Baleno hatchback.


Honda Perkuat Segmen Hatchback

Honda Perkuat Segmen Hatchback

Honda berambisi mempertahankan dominasi di segmen hatchback.


Model Turbo Dorong Penjualan Honda

Model Turbo Dorong Penjualan Honda

Honda mencatatkan kenaikan penjualan hingga 13,9 persen dengan penjualan 16.723 unit pada Mei 2017.


Menikmati Berkendaraan tanpa Nyetir ala Honda

Menikmati Berkendaraan tanpa Nyetir ala Honda

Honda serius menggarap teknologi automated drive atau berkendara tanpa menyetir.


Bidik Market Hatchback yang Naik Kelas

Bidik Market Hatchback yang Naik Kelas

Melengkapi jajaran produknya di kelas medium, Honda Prospect Motor (HPM) akhirnya membawa Honda Civic Hatchback Turbo ke Indonesia.


Rebel Geber Lini Moge di Jatim

Rebel Geber Lini Moge di Jatim

Setelah diluncurkan pada Maret lalu di Jakarta, Honda CMX500 Rebel resmi diperkenalkan PT MPM (Mitra Pinasthika Mulia) ke pasar Surabaya.


Honda Imbau Perbaikan SRS Airbag

Honda Imbau Perbaikan SRS Airbag

Honda baru-baru ini mengonfirmasi adanya inflator airbag Takata untuk sisi pengemudi Honda Accord 2002.


Begini Penampakan The All New Honda Scoopy

Begini Penampakan The All New Honda Scoopy

Sejak dikenalkan pada 2010 silam, hingga kini Honda Scoopy tetap menjadi incaran pecinta model retro moderen.


BMW Bidik Entry-Level, Honda Garap Custom

BMW Bidik Entry-Level, Honda Garap Custom

Motor roda dua kini berkembang dari sekadar alat transportasi menjadi bagian dari gaya hidup.



Kolom

Maaf tidak bisa mengambil data, ada masalah dengan server kami!