Pemerintah Kota Tegal
Share this on:

Makam Mbah Rema Berpotensi Dijadi Destinasi Wisata Religi Kota Tegal

  • Makam Mbah Rema Berpotensi Dijadi Destinasi Wisata Religi Kota Tegal
  • Makam Mbah Rema Berpotensi Dijadi Destinasi Wisata Religi Kota Tegal

TEGAL - Warga Kelurahan Kraton meyakini bahwa Taman Rema yang berada di Jalan Rambutan RT 1 RW 8 merupakan lokasi petilasan Mbah Rema. Potensi tersebut dinilai perlu dikembangkan untuk meningkatkan wisata religi di Kota Tegal.

Sebab, di lahan milik Pemkot Tegal tersebut terdapat makam-makam tua yang berada di bawah pohon beringin besar. Menurut warga sekitar, banyak orang luar Kraton yang mendatangi pemakaman untuk ziarah dan lelakon. Bahkan ada peziarah yang sengaja datang jauh-jauh dari Solo.

Lurah Kraton Tasripin mengatakan, makam-makan tersebut ditelusuri jejak sejarahnya melalui penggalian data dan informasi dari para sesepuh dan warga sekitar. ?Jika sudah diketahui jelas identitasnya ini bisa jadi potensi untuk ziarah,? tuturnya, kemarin.

Dari pantauan Radar, Taman Rema yang memiliki luas 1 hektare (ha) saat ini difungsikan sebagai Kebun PKK. Kondisinya kurang terawat karena terdapat tumpukan sampah. Sementara, tanah milik Pemkot Tegal itu kini telah ditempati oleh lima kepala keluarga (KK) dengan mendirikan rumah tidak layak huni dan beberapa kandang untuk ternak kambing.

Tasripin mengungkapkan, Sebelumnya pihak kelurahan telah mengupayakan untuk memindahkan warga yang mendiami Tanah Rema ke tempat yang lebih baik dan layak dengan prioritas ke Rusunawa.

?Melalui Musrembangkel namun warga tidak bersedia,? katanya.

Sejumlah rumah berdinding bambu selain digunakan untuk tempat tinggal juga untuk usaha pengepul barang rongsokan. Sementara Wali Kota Tegal KMT Hj Siti Masitha yang sempat mengunjungi lokasi tersebut menyampaikan, Pemkot Tegal berupaya agar warga mendapat tempat tinggal yang lebih baik tentunya sesuai kriteria rumah sehat dan layak.

Diharapkan, Tanah Rema yang bisa dimanfaatkan untuk fasilitas Kota sebagai ruang terbuka hijau (RTH). Sebab, selama ini tempat tersebut menjadi sorotan karena terdapat rumah-rumah kumuh.

Salah satu warga yang tinggal di Taman Rema adalah Karyono (50), ada warga lain yang menempati Tanah Rema seperti Warto (60) dan istrinya, serta Raisah (50) warga RT 3 RW 5 Kelurahan Kraton yang tinggal di Tanah Rema sejak tahun 2004 dan bermata pencaharian sebagai pencari rumput.

Kemudian Ijah (35) dan suaminya, serta Sutarno (45), yang juga sudah tujuh tahun menempati rumah di Tanah Rema. Mereka tinggal di Tanah Rema tanpa mengantongi izin kecuali Karyono yang mendapat surat pengantar dari Ketua RT 7 RW 5 pada tahun 2001.

Salah seorang penghuni Tanah Rema, Karyono mengaku mendapat surat keterangan dari RT setempat untuk menempati Tanah Rema. Dia sejak 2001 membangun rumah diawali membabat belukar selama dua bulan dan dengan bahan-bahan yang didapatkan dari bantuan warga lainnya. Bahkan kelima anaknya telah membayar iuran untuk memasang saluran instalasi listrik sistem pulsa dari PLN.

Sementara Warto sejak lama sudah menempati tanah tersebut. Dia mengaku, tidak mengetahui tanah tersebut miliki siapa. Sebelumnya dia memiliki rumah kecil di RT 3/RW 5 Kelurahan Kraton membangun rumah di Tanah Rema untuk ditinggali bersama istrinya.

Alasannya rumah tersebut kini ditempati anaknya dan terasa sesak jika tetap tinggal di rumah lamanya. ?Saya bekerja mencari rumput dan ketika badannya sehat menggunakan becak,? ujarnya.

Tasripin mengatakan, warga yang tinggal di Tanah Rema diprioritaskan untuk pindah ke rusunawa. (dya/zul)



Berita Sejenis

Bau Busuk, TPS Liar Slerok Dikeluhkan

Bau Busuk, TPS Liar Slerok Dikeluhkan

Menjamurnya tempat pembuangan sementara (TPS) liar, kembali dikeluhkan warga di Kelurahan Slerok khususnya di kompleks SMAN 3 Kota Tegal.


Bukan Usaha Mikro Jangan Pakai Gas Melon

Bukan Usaha Mikro Jangan Pakai Gas Melon

Dinkop UKM dan Perdagangan Kota Tegal mengingatkan pengusaha rumah makan, hotel, industri, dan seluruh jenis usaha lain untuk tidak menggunakan elpiji 3 kg.


Kang Nur Komitmen Teruskan Pembangunan

Kang Nur Komitmen Teruskan Pembangunan

Pemkot Tegal kembali menggelar dialog interaktif dengan masyarakat kelurahan, Selasa (16/1) malam.


Dishub Target Parkir Rp1,4 Miliar

Dishub Target Parkir Rp1,4 Miliar

Dishub Kota Tegal menargetkan untuk pendapatan parkir tahun 2018 mencapai Rp1,4 miliar.


RTH di Kora Tegal Sulit Dipenuhi

RTH di Kora Tegal Sulit Dipenuhi

Pemkot Tegal melalui Dinas Perumahan dan Kawasan Pemukiman (Disperkim) masih kesulitan untuk memenuhi Ruang Terbuka Hijau (RTH) di Kota Bahari.


PDAM Target Kurangi Kebocoran Lima Persen

PDAM Target Kurangi Kebocoran Lima Persen

Pelaksana Tugas (Plt) Wali Kota Tegal Nursholeh meminta PDAM Kota Tegal terus meningkatkan pelayanan, seiring bertambahnya usia.


Pegawai Negeri Jangan Coba-coba Berpolitik

Pegawai Negeri Jangan Coba-coba Berpolitik

Menindaklanjuti Edaran Komisi Aparatur Sipil Negara, Sekretariat Daerah Pemerintah Kota Tegal melayangkan Surat Edaran bagi semua instansi pemerintah.


Pengunjung Dilarang Berenang di PAI

Pengunjung Dilarang Berenang di PAI

Disporapar Kota Tegal merespons tingginya gelombang laut dengan mengingatkan pengunjung Obyek Wisata PAI yang biasanya ramai di akhir pekan.


Pemkot Tegal Fasilitasi PIK Remaja dan Mahasiswa

Pemkot Tegal Fasilitasi PIK Remaja dan Mahasiswa

Pemkot Tegal melalui Dinas PPKBP2PA Kota Tegal memberikan fasilitas untuk Pusat Informasi dan Konseling Remaja/Mahasiswa (PIK R/M).


Waspada Rob dan Banjir, BPBD Keliling Tiap Tiga Jam

Waspada Rob dan Banjir, BPBD Keliling Tiap Tiga Jam

Posko penanggulangan banjir dan rob yang merupakan posko 2 berada di Kecamatan Tegal Barat, Kota Tegal, kemarin.



Video

Maaf tidak bisa mengambil data, ada masalah dengan server kami!