Sepakbola
Share this on:

Diganjar Pemain terbaik, karena Kante Tak Tergantikan

  • Diganjar Pemain terbaik, karena Kante Tak Tergantikan
  • Diganjar Pemain terbaik, karena Kante Tak Tergantikan

N'Golo Kante mengejutkan seluruh dunia musim lalu. Leicester City mampu dibawanya meraih trofi Premier League.

LONDON - Penampilannya mengejutkan seluruh dunia musim lalu. Leicester City. Sebuah klub dari kota yang bahkan tidak memiliki tradisi kuat di sepak bola Inggris, mampu dibawanya meraih trofi Premier League pertama sepanjang satu abad klub tersebut berdiri.

Nama N'Golo Kante tidak hanya menjadi perbincangan. Namun, setiap klub besar Eropa juga berebutan untuk mendapat goresan tanda tangannya di draft kontrak mereka.

Nyatanya, hal itu tidak membuat tactician Chelsea, Antonio Conte, langsung memasukkannya kedalam daftar teratas belanja pemain musim ini. Adalah gelandang AS Roma, Radja Nainggolan, yang justru paling diinginkan Conte.

Namun, keengganan Roma dalam melepas Nainggolan, ditambah dengan komitmen si pemain untuk bertahan di Olimpico, membuat Conte pun ”terpaksa” beralih kepada Kante.

Singkat cerita, pemain dengan tinggi 169 cm tersebut menginjakkan kakinya di Stamford Bridge dengan nominal transfer GBP 32 juta (Rp 536,81 miliar) untuk lima musim ke depan, pada 16 Juli tahun lalu.

Siapa sangka, sebuah pilihan kedua tersebut membuat Chelsea kini kukuh menjadi nomor satu di klasemen sementara Premier League.

Kante membuat lini tengah The Blues, julukan Chelsea, begitu perkasa musim ini. Dengan formasi 3-4-3 yang diusung Conte, gelandang yang dijuluki Kantelele tersebut adalah tipikal box-to-box sejati.

Tidak hanya memiliki stamina yang membuatnya mampu menjelajahi seluruh lapangan selama 90 menit, Kante juga termasuk salah satu kreator serangan Chelsea.

Nah, performa Kante yang impresif itu membuatnya diganjar penghargaan prestisius Inggris, Pemain Terbaik 2017. Kante menyisihkan rekan setimnya, Eden Hazard, top scorer sementara Premier League Romelu Lukaku (Everton), bintang Manchester United Zlatan Ibrahimovic, dan pahlawan Arsenal di semifinal Piala FA pekan lalu, Alexis Sanchez.

Kante pun menjadi pemain Chelsea ketiga yang merebut gelar tersebut dalam satu dekade terakhir, bersama Hazard (2014-2015), dan bek tengah sekaligus kapten Chelsea, John Terry (2004-2005).

”Adalah sebuah kehormatan bisa mendapat predikat pemain terbaik tahun ini,” ucap Kante dilansir dari RTE.

Dalam 31 kali penampilannya di Premier League, Kante juga menorehkan satu gol, dan sebiji assist yang membuat Chelsea berjarak empat poin dari Tottenham Hotspur di posisi kedua (75-71).

Titel ini sebenarnya tidak mengejutkan publik sepak bola Inggris. Dua eks pemain timnas Inggris, Danny Murphy dan Matthew Upson dalam program BBC Match of The Day berujar, Kante adalah gelandang terlengkap yang dimiliki Premier League.

”Sosoknya tidak tergantikan di barisan starter Chelsea,” kata Murphy. ”Dia mungkin bukan pemain paling kreatif, atau memberikan dampak paling signifikan. Namun, sudah jelas dia pemain paling berharga di Premier League,” puji Upson.

Legenda United, David Beckham, pun ikut-ikutan nimbrung. Pria 41 tahun itu begitu menyukai permainan yang diperagakan oleh gelandang kelahiran Paris itu.

Beckham berujar, Kante begitu bekerja keras ketika berada di lapangan. ”Dia bisa mencetak gol, dia bisa melakukan tekel, dia juga bisa membagi bola dengan baik. Dia memainkan bola dengan cara yang begitu kalem,” tuturnya kepada Daily Mail.

Namun, ada saja pihak yang tidak suka dengan keberhasilan Kante menjadi pemain terbaik. Sikap nyinyir terutama disuarakan oleh pendukung Tottenham Hotspur, lawan yang Chelsea kalahkan di semifinal Piala FA.

Mereka mengatakan gelar tersebut tidak layak, karena Kante tidak berkontribusi maksimal pada laga yang berakhir dengan skor 4-2 untuk Chelsea itu. ”Hazard harusnya yang lebih layak memenangkannya,” kecam akun twiter bernama @LedleyTHFC. ”Media sudah menggiring opini bahwa Kante adalah yang terbaik,” sindir akun lain @thfcKene. (apu/jpg)

Berita Sebelumnya

Ramos Lagi, Hernandez Lagi
Ramos Lagi, Hernandez Lagi

Berita Berikutnya


Berita Sejenis

Mou Jelekkan Pemain karena Frustrasi

Mou Jelekkan Pemain karena Frustrasi

''Ini bukan tentang keduanya, ini tentang filosofi dan mentalitas di sekitar mereka. (Mereka) hati-hati. Hati-hati, hati-hati.


Cekik Pemain PSM, Manahati Disanksi Tiga Laga

Cekik Pemain PSM, Manahati Disanksi Tiga Laga

Komisi Disiplin (Komdis) PSSI menjatuhkan sanksi kepada kapten kedua, Manahati Lestusen.


Sudah Siap Jika Para Bintangnya Hengkang

Sudah Siap Jika Para Bintangnya Hengkang

Monaco nampaknya tidak terlalu peduli jika pemain andalan mereka hengkang.


Duo Manchester Incar bek dan Kiper

Duo Manchester Incar bek dan Kiper

Benfica punya tradisi melepas pemain bintangnya di setiap musim. Nah, tradisi itu masih berlanjut akhir musim nanti.


Morata Lebih Tajam, Tunggu Apa Lagi Zizou?

Morata Lebih Tajam, Tunggu Apa Lagi Zizou?

Penyerang Real Madrid Alvaro Morata tak perlu membuktikan apapun lagi kepada entrenador Real Zinedine Zidane.


Hadapi Granada, Tetap Pede dengan Skuad B

Hadapi Granada, Tetap Pede dengan Skuad B

Dari Paco Jemez kepada Paco Alcaraz, kemudian diteruskan Tony Adams. Toh, pergantian tersebut tak membuat kondisi Granada lebih baik.


Jamu Villareal, ‘Final’ bagi Barca

Jamu Villareal, ‘Final’ bagi Barca

Barcelona harus bisa menyapu bersih tiga laga sisa di La Liga. Itu saja tak cukup. Mereka juga berharap agar Real Madrid terpeleset.


Pukul Pemain Lawan, Ferdinand dan Abduh Disanksi Empat Laga

Pukul Pemain Lawan, Ferdinand dan Abduh Disanksi Empat Laga

Aksi ringan tangan yang dilakukan oleh striker PSM Makassar, Ferdinand Sinaga dan bek kiri PS TNI, M Abduh Lestaluhu mulai disidangkan.


Brace Higuan, Juve Jajak Satu Kaki di Cardiff

Brace Higuan, Juve Jajak Satu Kaki di Cardiff

Kendati tak diunggulkan sebagai kandidat juara Liga Champions tahun ini, Juventus memperlihatkan kualitas mereka.


Ckckck... Juara, Pemain Madrid Dijanjikan Bonus Rp581 miliar

Ckckck... Juara, Pemain Madrid Dijanjikan Bonus Rp581 miliar

Florentino Perez menyiapkan bonus besar 40 juta Euro (Rp581 Miliar) jika Real Madrid merengkuh gelar La Liga dan Liga Champions sekaligus.



Maaf tidak bisa mengambil data, ada masalah dengan server kami!