Sepakbola
Share this on:

Empat Tahun Tertunggak, Gaji Andik Akhirnya Cair

  • Empat Tahun Tertunggak, Gaji Andik Akhirnya Cair
  • Empat Tahun Tertunggak, Gaji Andik Akhirnya Cair

SURABAYA - Gelombang ke-2 pencairan gaji penggawa Persebaya era Indonesian Premier League (IPL) 2013 dilakukan kemarin (21/2). Bertempat di sebuah rumah makan di Jalan Kartini, lima pemain datang untuk menerima gaji yang tertunggak empat tahun terakhir.

Mereka adalah Andik Vermansah, Jusmadi, Hery Prasetyo, Nurmufid Fastabikul Khairat (Fasta), dan Aris Afriansyah. Kelimanya menerima jumlah uang yang berbeda sesuai kontrak yang disepakai saat itu.

Andik bersyukur gajinya yang selama ini tertunggak di Persebaya bisa cair. Dia merasa senang haknya sebagai pemain diselesaikan manajemen. ''Setelah menunggu sekian lama, akhirnya turun juga. Lega rasanya,'' bebernya.

Rencananya, gaji yang diperolehnya itu akan ditabung. Dia berterimakasih kepada manajemen Green Force yang baru, PT Jawa Pos Sportainment mau melunasi hutang manajemen sebelumnya kepada pemain dan seluruh staff.

''Sebuah tanggung jawab yang layak diapresiasi. Bentuk komitmen menjadikan Persebaya sebagai klub profesional,'' katanya. Andik sendiri enggan membeberkan berapa jumlah uang yang diterimanya kemarin.

Nah, pencairan dana ternyata tidak hanya diterima oleh lima pemain lokal tersebut. Salah satu mantan pemain asing Persebaya, Goran Gancev juga menerima gajinya saat membela Persebaya di IPL empat tahun lalu. Dia memang menerima dana tersebut secara terpisah dibandingkan kelima mantan rekannya itu.

Goran ditemui manajer Persebaya Choesnoel Farid di salah satu resto Jalan Sumatera. Didampingi agennya, Gabriel Budi, dia menandatangani bukti penerimaan uang hasil bermainnya dengan skuad Persebaya.

''Senang, akhirnya uang yang saya tunggu dapat juga,'' katanya.

Mantan pemain PBFC itu menyebut uang yang diterimanya itu akan dikirim ke istrinya, Alexandra Ganchev di Macedonia. Goran tidak tahu akan dibuat apa uang itu nantinya. ''Yang pasti disimpan untuk biaya persalinan,'' ucapnya.

Goran sendiri berada di Indonesia untuk menyelesaikan permasalahannya dengan manajemen Persebaya yang lama. Syukurnya, saat dia datang, gaji yang diharapkan bisa diterima terealisasi. Dia sangat berterimakasih kepada manajemen yang baru atas pelunasan gaji tersebut.

''Sangat-sangat profesional. Saya yakin, bersama Jawa Pos, Persebaya akan berprestasi,'' ungkap Goran.

Pesepakbola berusia 33 tahun itu tidak menampik keinginan untuk kembali membela klub berkostum hijau hijau itu. Namun, regulasi Liga 2 yang melarang pemain asing untuk bergabung mengurungkan niatnya tersebut.

''Saat ini saya sedang cari tim, doakan saja secepatnya bisa bermain lagi,'' lanjutnya.

Goran menyebut rindu kepada Persebaya dan Bonek. Banyak kenangan manis yang masih diingatnya saat membela Persebaya. Walau akhirnya sempat tak dibayar, tapi Goran menegaskan Persebaya merupakan tim kesayangannya sampai saat ini.

''Kesan yang diberikan sangat manis. Semoga bisa secepatnya main di Liga 1, dan saya bisa jadi salah satu bagian dari skuadnya,'' harapnya.

Bersama Goran, Farid juga melunasi gaji salah satu pemain asing lainnya, yakni Han Ji-Ho. Uang itu dititipkan kepada Budi selaku agen dari pemain asal Korea Selatan itu. ''Saya sudah terima uang Han. Dia tidak bisa datang karena baru saja melaksanakan wajib militer di Korea Selatan,'' jelas Budi.

Sementara itu, Farid mengatakan senin (20/2) kemarin juga sudah melunasi gaji beberapa pemain. Dia ntaranya M. Taufiq, Trias Budi Susanto, dan Yusuf Hamzah. Dua nama terakhir itu dilunasi lewat pembayaran melalui rekening bank.

''M. Taufiq kemarin datang ke rumah saya ngambil sendiri juga,'' tandas Farid.

Rencananya, minggu depan dia kembali akan melakukan pencairan gelombang ketiga. Sasarannya adalah para pemain asing yang sempat membela Persebaya. Seperti Fernando Soler, Mario Karlovic, serta pelatih Divaldo Alves. ''Pemain yang ingin ngambil gajinya diharap membawa bukti surat kontrak. Biar sama-sama terbuka dan tidak ada permasalahan lagi di kemudian hari,'' ungkapnya. (rid/jpg)

Berita Berikutnya

Satu Kaki Cholo Injak Delapan Besar
Satu Kaki Cholo Injak Delapan Besar

Berita Sejenis

Duel Dua Macan Lapar

Duel Dua Macan Lapar

Setelah 16 tahun yang lalu, Persija akhirnya kembali lagi merasakan atmosfer kompetisi regional Asia.


Persib Beruntung, Persipura Buntung

Persib Beruntung, Persipura Buntung

Kalau juara musim lalu masih tertunggak hadiahnya, bagaimana dengan juara liga di masa silam? Ternyata, situasinya berbeda-beda.


Kontroversi Apalagi El Pistolero?

Kontroversi Apalagi El Pistolero?

Tahun ini adalah Piala Dunia ketiga kali buat penyerang Barcelona dan Uruguay Luis Suarez.


Tidak Grogi dalam Debut

Tidak Grogi dalam Debut

Debut berkostum Persebaya Surabaya akhirnya dijalani Robertino Pugliara ketika melawan Madura United di Gelora Bung Tomo, Surabaya, kemarin.


Dicky Diplot jadi Pelapis Saddil

Dicky Diplot jadi Pelapis Saddil

Persela Lamongan bakal sering ditinggal wingernya, Saddil Ramdani. Sebab, pemain 19 tahun itu diproyeksikan masuk dalam timnas untuk Asian Games 2018.


Menang 7-1, Madrid Jaga Asa

Menang 7-1, Madrid Jaga Asa

Rentetan hasil buruk Real madrid, akhirnya terhenti di kandangnya Santiago Bernabeu, Minggu (21/1) malam.


Habisa-habisan di Copa del Rey

Habisa-habisan di Copa del Rey

Trofi Copa del Rey dalam tiga tahun terakhir jelas bukan prioritas untuk dimenangi oleh Real Madrid.


Real Goda Auba Rp1,14 Triliun

Real Goda Auba Rp1,14 Triliun

Pierre-Emerick Aubameyang memulai tahun ini dengan ketidakdisiplinan.


Sempat Dilarang, Akhirnya Legiun Asing Sriwijaya Dimainkan

Sempat Dilarang, Akhirnya Legiun Asing Sriwijaya Dimainkan

Sebelum kickoff laga pembuka Piala Presiden 2018, Sriwijaya FC dibuat puyeng.


Costa-Griezmann Paling Subur

Costa-Griezmann Paling Subur

Dalam empat pertandingan sejak bergabungnya Diego Costa awal tahun ini, unit penyerangan Atletico Madrid menjadi lebih trengginas di depan gawang lawan.



Populer

Maaf tidak bisa mengambil data, ada masalah dengan server kami!