Sepakbola
Share this on:

Final FA Bukan Sekadar Derby London

  • Final FA Bukan Sekadar Derby London
  • Final FA Bukan Sekadar Derby London

LONDON - Piala FA, meski termasuk turnamen sepak bola tertua dunia, tetap hanya ajang kelas dua di Inggris setelah Premier League. Namun, malam nanti, tensi panas bakal hadir ketika Arsenal bersua dengan Chelsea.

Sebab, terdapat ambisi dan gengsi yang diusung oleh kedua tim dalam menatap final edisi ke-146 ini. Bagi Arsenal, ini merupakan satu-satunya gelar realistis yang bisa diraih oleh sang manajer, Arsene Wenger, setelah performa skuad besutannya yang merosot tajam sepanjang musim ini.

Di klasemen akhir Premier League, untuk pertama kali sepanjang dua dekade karirnya, Wenger gagal mengantarkan klub berjuluk The Gunners itu ke Liga Champions pasca finis di peringkat kelima. Gooners, julukan fans Arsenal, sudah berteriak agar pelatih Prancis segera angkat koper dari klub dengan warna merah darah itu.

Karena itu, meski tidak akan mengembalikan kepercayaan Gooners 100 persen, setidaknya titel Piala FA bisa menunjukkan Wenger bukanlah pelatih yang telah termakan zaman. Selain itu, tambahan satu trofi bakal mencatatkan Wenger sebagai manajer tersukses sepanjang sejarah Piala FA.

Saat ini, Le Professeur, sebutan Wenger, bersanding dengan tactician legendaris Aston Villa, George Ramsay, dengan masing-masing membukukan enam titel.

?Tim ini mulai menunjukkan pembenahan yang spektakuler dalam dua bulan terakhir,? kata Wenger seperti dilansir BBC. ?Jadi, aku ingin memenangkan Piala FA karena Arsenal layak mendapatkannya,? lanjut pelatih berusia 67 tahun itu.

Meski Wenger begitu optimistis, harus diakui bahwa kans mereka menang kala menantang juara Premier League musim ini begitu kecil. Selain Arsenal menderita kekalahan 1-3 di pertemuan kedua (4/2), Wenger harus menghadapi krisis di lini belakang, dengan tiga bek utamanya mengalami kesialan yang berbeda-beda.

Gabriel Pauletta menderita cedera ligament, kemudian Shkodran Mustafi masih sakit, serta wakil kapten Laurent Koscielny hanya bisa menjadi penonton karena kartu merah saat Arsenal menaklukan Everton 3-1 (21/5). Baik Daily Mirror maupun Metro memberitakan bahwa sakit yang diderita Mustafi nampaknya tidak akan sembuh saat malam nanti.

Tidak ada pilihan lain bagi Sang Profesor untuk menurunkan kapten mereka, Per Mertesacker dalam skema tiga bek. Mertesacker bakal bersanding dengan Rob Holding dan Nacho Monreal.

Ini menjadi kans Mertesacker untuk mencatat starter perdana. Sepanjang musim ini, Mertesacker hanya mencatat satu kali penampilan ketika turun di menit 53 kontra Everton.

Eks gelandang Arsenal periode 1985-1997, Paul Merson, berharap agar Mertesacker benar-benar menunjukkan semua kemampuannya. ?Jika tidak, Chelsea bakal menusuk Arsenal layaknya pisau pada mentega. Sangat mudah,? ancam Merson kepada Sky Sports.

Mertesacker sendiri menegaskan bahwa dirinya siap jika Wenger memasukkannya. ?Sejujurnya, aku tidak yakin dengan kondisiku (pasca cedera). Namun, apapun yang terjadi, aku harus mengangkat performa timku,? tutur pemain 32 tahun itu, dilansir dari situs resmi klub.

Selain Mertesacker, pemain lain yang dagdigdug jelang final adalah Alex Oxlade-Chamberlain. Namun, berbeda dengan Mertesacker, gelandang kelahiran Portsmouth tersebut masih belum merasa nyetel dengan posisi barunya sebagai wing-back kanan.

Posisi tersebut dijalani ketika Arsenal menang 2-1 di Riverside Stadium, kandang Middlesbrough, di pekan ke-31 (18/4). Dalam delapan pekan terakhir Premier League, Chamberlain bermain sebanyak empat kali sebagai wing-back, mencatat tiga kali menang dan sekali kalah.

Kemudian di Piala FA, posisi tersebut berhasil mengantarkan Arsenal menggulingkan Manchester City di semifinal 2-1 (24/4). Chamberlain berujar, dirinya berusaha terus belajar dari klub-klub yang telah mempraktekan skema tiga bek, seperti Tottenham Hotspur dan Chelsea. Selain itu, ada pemain yang paling dipelototi.

Dia adalah pilar Juventus, Dani Alves. Chamberlain mengaku kagum dengan eks penggawa Barcelona berusia 34 tahun tersebut.

?Sebab, dia adalah pemain yang mampu menyerang dan bertahan dengan sama baiknya,? puji Chamberlain kepada London Evening Standard. ?Pemain seperti dialah yang layak untuk dipelajari,? lanjutnya.

Terpisah, bagi The Blues, sejak musim 2009-2010, mereka belum pernah lagi mengawinkan gelar Premier League dengan Piala FA. Utamanya bagi allenatore Antonio Conte, gelar ini bakal menjadi gelar piala liga domestiknya.

Sejak memulai karir di dunia kepelatihan bersama Bari 2006-2007 silam, Conte belum pernah mengangkat gelar federasi. Signore Italia itu merendah dengan berkata bahwa dirinya tidak yakin Chelsea bakal mengangkat gelar Piala FA.

Conte menjelaskan, Arsenal adalah favorit dalam ajang ini. ?Namun, aku berusaha agar Chelsea tetap lapar akan gelar setelah berhasil menjadi kampiun Premier League,? katanya dalam wawancara dengan harian Italia, Corriere della Serra. (apu/jpg)

Berita Sebelumnya

Skuad Muda Sangat Menjanjikan
Skuad Muda Sangat Menjanjikan

Berita Berikutnya


Berita Sejenis

Derby Sumatera Bukan Sekadar Laga Pelengkap

Derby Sumatera Bukan Sekadar Laga Pelengkap

Perebutan peringkat ketiga dan keempat mempertemukan dua tim asal Sumatera, PSMS Medan dan Sriwijaya FC (SFC) hari ini di Stadion Utama Gelora Bung Karno.


Pengalaman Final Spaso dan Wawan

Pengalaman Final Spaso dan Wawan

Lolosnya Bali United ke final Piala Presiden 2018 begitu istimewa bagi Ilija Spasojevic dan Wawan Hendrawan.


Dua London Berebut Zona Champions

Dua London Berebut Zona Champions

Tottenham dan Arsenal kembali bertemu. Spurs dan Arsenal bertemu lagi dalam Derby London Utara episode ke-195 malam nanti WIB.


Wajib Menang, Bukan Cuma Laga Pemanasan

Wajib Menang, Bukan Cuma Laga Pemanasan

Meski La Liga bukan lagi menjadi prioritas utama buat Real Madrid, meraih tiga poin kandang tetap wajib hukumnya.


Delapan Besar Bisa Final Kepagian

Delapan Besar Bisa Final Kepagian

Hari ini, drawing babak delapan besar bakal berlangsung di Jakarta.


Gomes Termakan Psywar Sendiri

Gomes Termakan Psywar Sendiri

Pelatih Madura United Gomes de Oliveira melontarkan psywar sebelum derby Suramadu melawan Persebaya Surabaya, kemarin.


Coutinho Sukses di Konsol, Gagal di Lapangan

Coutinho Sukses di Konsol, Gagal di Lapangan

Philippe Coutinho melakoni debutnya bersama Barcelona kemarin (26/1) pada leg kedua perempat final Copa del Rey di Stadion Camp Nou.


Krisis Pemain Asli Inggris

Krisis Pemain Asli Inggris

Manchester City akan juara Piala Liga? Tunggu sampai hasil final di Wembley, London, 25 Februari.


Coutinho Sudah Bisa Debut saat Derby

Coutinho Sudah Bisa Debut saat Derby

Pemain anyar Barcelona Philippe Coutinho bisa melakoni debut lebih cepat dari yang diperkirakan.


Barcelona dan Atleti Kalah, Real Menang

Barcelona dan Atleti Kalah, Real Menang

Ketika sejumlah tim papan atas LA Liga kalah di leg pertama perempat final, Real Madrid justru menang.



Populer

Maaf tidak bisa mengambil data, ada masalah dengan server kami!