Sepakbola
Share this on:

Hadapi Sevilla, Real Waspadai Kutukan Logo FIFA

  • Hadapi Sevilla, Real Waspadai Kutukan Logo FIFA
  • Hadapi Sevilla, Real Waspadai Kutukan Logo FIFA

Entrenador Real Madrid Zinedine Zidane menjadikan 2016 sebagai tahun miliknya.

MADRID - Entrenador Real Madrid Zinedine Zidane menjadikan 2016 sebagai tahun miliknya. Tiga piala disumbangkan Zidane dalam jangka waktu relatif singkat, yakni hanya satu tahun, pada mantan klub yang dibelanya itu.

Ya, hari ini (4/1) tepat satu tahun pria berusia 44 tahun tersebut menahkodai Real. Menggantikan Rafael Benitez di paruh pertama musim 2015-2016 lalu, Zidane langsung mendapatkan respek dari anak buahnya.

Zidane tak punya banyak waktu buat euforia. Pada awal tahun ini Real langsung menjumpai tantangan berat. Yakni bertemu Sevilla di first leg babak 16 besar Copa del Rey di Santiago Bernabeu dini hari nanti (5/1).

Seperti diberitakan AS Zidane menyatakan masih banyak kemenangan yang harus diburunya. Catatan 40 menang, 11 imbang, dan hanya dua kali kalah seolah belum menuntaskan 'kerakusan' seorang Zidane.

“Kami akan berjuang untuk memenangi semua hal yang ada di depan kami. Semua laga itu penting dan kami ingin menghadirkan kebahagiaan bagi semuanya,” tutur Zidane.

Mantan pemain Bordeaux, Juventus, dan Real itu memang punya satu kata kunci dalam menjaga stabilitas tim sebesar Real. Yakni harmonisasi tim. Menurut editor AS Alfredo Relano, Zidane mampu meredam egoisme para bintang.

Contoh yang paling kentara adalah bagaimana seorang James Rodriguez, kapten timnas Kolombia, yang bermain reguler di era Benitez bisa direduksi gejolaknya. Jarang mendapatkan jatah main reguler, toh melalui pendekatan komunikasi personal ala Zidane, James melunak.

Nah, menuju laga lawan Sevilla ini Zidane dipastikan tanpa lima penggawanya karena cedera. Sergio Ramos, Pepe, Lucas Vazquez, Mateo Kovacic, dan Gareth Bale. Namun Zidane dipastikan tak akan pusing dengan hilangnya tiga nama tersebut. Skuad inti dan cadangan Real punya kualitas yang sama.

Menuju bentrok lawan Sevilla ini, dalam lima pertemuan terakhir Real diunggulkan secara statistik. Real menang tiga diantaranya. Termasuk kemenangan di ajang Piala UEFA Super Agustus lalu. Real menang 3-2 atas Sevilla saat itu.

Dengan formasi 4-3-3 yang dibawanya, Real Luka Modric, Casemiro, dan Toni Kroos adalah opsi terbaik. Trio ini diharapkan bisa membendung kecepatan yang ditunjukkan para gelandang Sevilla.

Sevilla pada era Jorge Sampaoli ini punya sistem transisi bertahan dan menyerang sangat bagus. Terutama dari sektor kiri, Sevilla sering mengawali serangan dari sayap kiri. Samir Nasri dan Pablo Sarabia.

Direktur Hubungan Internasional Real Emilio Butragueno kepada Marca kalau performa Sevilla di era Sampaoli ini sangat menakutkan. Bahkan lebih mengerikan ketimbang rival utama Real, Barcelona.

“Lupakan kemenangan Agustus silam. Kami sangat respek kepada Sevilla dan menaruh fokus sangat besar untuk laga ini,” kata Butragueno.

Musim lalu, Real tersisih dengan sangat konyol di babak 32 besar Copa del Rey. Saat itu, Benitez menurunkan pemain yang masih kena sanksi Denis Cheryshev. Sehingga malah lawan Real, Cadiz yang melenggang.

Sementara itu, entrenador Sevilla Jorge Sampaoli kepada Marca menuturkan punya strategi khusus menyumbat serangan Real. Yakni memaksa Real lebih banyak di wilayah mereka sendiri.

“Kami akan melakukan pressing tinggi dan mengontrol laga. Kami harus merapatkan jarak antarpemain setiap bola terebut sehingga meminimalkan serangan balik Real,” kata mantan pelatih timnas Cile itu.

Marca kemarin juga mengingatkan seandainya Real akan menghadapi kutukan badge FIFA. Barcelona, Bayern Muenchen, dan Inter Milan adalah contoh klub-klub yang flop pasca memenangi Piala Dunia Antarklub.

Barcelona usai menang Piala Dunia Antarklub 2015, setahun kemudian jelas meredup dan kalah pamor dari Real. Meski Barcelona memenangi trofi La Liga. Bayern Muenchen pun demikian. Usai menang Piala Dunia Antarklub 2013, tahun berikutnya gagal bersinar. (dra/jpg)

l

Berita Sebelumnya

Berita Berikutnya


Berita Sejenis

Dikalahkan Villareal, Laju Positif Atleti Terhenti

Dikalahkan Villareal, Laju Positif Atleti Terhenti

Hanya satu tim yang mempecundangi Atletico Madrid dua kali dalam musim ini. Bukan Real Madrid, Barcelona, ataupun Sevilla.


Madrid Menang di Riazor, Barca Bantai Osasuna

Madrid Menang di Riazor, Barca Bantai Osasuna

Real Madrid terus menjaga asanya untuk merebut juara LA Liga musim ini.


Juara, Kontrak Zizou Masih Abu-abu

Juara, Kontrak Zizou Masih Abu-abu

Kontraknya bersama Real Madrid baru akan berakhir pada musim panas 2018. Zinedine Zidane juga masih berpeluang mengangkat dua trofinya musim ini.


Derby Madrid, Kandang Tandang Sama Saja

Derby Madrid, Kandang Tandang Sama Saja

Atletico Madrid selalu menjadi pesakitan jika bertemu rival sekotanya Real Madrid di kancah Eropa.


Kalah dari Real Madrid, Akhir Pahit Lahm dan Alonso

Kalah dari Real Madrid, Akhir Pahit Lahm dan Alonso

Ketika gelandang Xabi Alonso ditarik keluar lapangan oleh der trainer Bayern Muenchen Carlo Ancelotti pada menit ke-75.


Ronaldo Hattrick, Real Madrid Benamkan Bayern Munchen

Ronaldo Hattrick, Real Madrid Benamkan Bayern Munchen

Real Madrid membuka kansnya untuk mempertahankan gelar Liga Championsnya, Rabu (19/4) dinihari WIB.


Awas Real, Bayern Akan Habis-habisan

Awas Real, Bayern Akan Habis-habisan

Spanyol dan semifinal. Dua hal tersebut membikin bulu kuduk pemain Bayern Muenchen meremang.


Tiga Nama Disiapkan Gantikan Bale

Tiga Nama Disiapkan Gantikan Bale

Real Madrid memainkan 'tim B' dalam laga, Sabtu (15/4) malam, versus Sporting Gijon.


Adu Lebih Cerdas? Ancelotti atau Zidane

Adu Lebih Cerdas? Ancelotti atau Zidane

Tak ada bentrok di perempat final Liga Champions seagung Real Madrid lawan Bayern Muenchen.


Zidane: Tak Ada Laga yang Mudah

Zidane: Tak Ada Laga yang Mudah

Jornada ke-29 dini hari nanti benar-benar menguntungkan Real Madrid.



Kolom

Video

Maaf tidak bisa mengambil data, ada masalah dengan server kami!