Sepakbola
Share this on:

Ini Bek Muda yang Jadi Rebutan Klup Papan Atas Eropa

  • Ini Bek Muda yang Jadi Rebutan Klup Papan Atas Eropa
  • Ini Bek Muda yang Jadi Rebutan Klup Papan Atas Eropa

Ketika bursa transfer dibuka seperti sejak 1 Januari lalu, banyak klub yang sibuk membenahi tim dengan menggelontorkan uang membeli pemain.

MANCHESTER - Ketika bursa transfer dibuka seperti sejak 1 Januari lalu, banyak klub yang sibuk membenahi tim dengan menggelontorkan uang membeli pemain. Atau, setidaknya meminjam pemain. Namun, Athletic Bilbao tetap anteng. Bahkan, sejak bursa transfer musim panas lalu, mereka tenang-tenang saja.

Sama sekali tidak ada uang sepeserpun yang mereka keluarkan untuk membeli pemain. Kalau sampai mereka sibuk di bursa transfer, biasanya untuk melepas pemain, apakah itu menjual ataukah meminjamkan pemain. Kualitas akademi yang bagus membuat mereka lebih fokus memakai hasil didikan sendiri.

Situasi itu membuat banyak pemain muda yang muncul menjadi bintang. Sebab, mereka punya banyak kesempatan bermain. Setelah pada musim-musim sebelumnya menjual Ander Herrera ke Manchester United dan Javi Martinez ke Bayern Muenchen, kini ada talenta muda lain yang siap mencuat.

Ya, dia adalah bek Aymeric Laporte. Pemain asal Prancis berdarah Basque berusia 22 tahun itu sejak musim panas lalu telah didekati beberapa klub elite. Yang paling serius adalah Manchester City yang dilatih Pep Guardiola.

Nah, apa alasan yang membuat City terpikat? Tentu saja performa Laporte. Pemain Prancis berdarah Basque kedua setelah Bixente Lizarazu di Athletic itu tangguh dalam duel udara, memiliki passing akurat (sekitar 82,1 persen), dan bagus dalam menguasai serta menggiring bola.

Musim ini, dia telah bermain dalam 20 laga dan mencatat 1.756 menit bermain. Dari situ, dia sempat menyarangkan satu gol. Four Four Two juga menjelaskan, sebagai bek tengah, cara bermainnya elegan. Laporta tak sekadar menyapu bola, melainkan punya visi membangun serangan dari belakang.

”Pemain belakang pada era sepak bola modern akan mengalami evolusi. Bukan cuma bertahan, tapi sebagai pemain belakang juga harus ada fleksibilitas membantu serangan,” tutur Laporte.

Laporte mengatakan dirinya belajar bermain sebagai bek tengah dengan akurasi intersep, tidak asal melakukan tekel, tapi berani berduel satu lawan satu dengan striker tim lawan.

Pria kelahiran Agen, Prancis, tersebut menuturkan kalau dirinya berterima kasih kepada Marcelo Bielsa. Pelatih asal Argentina itu adalah sosok pelatih yang memberinya kesempatan debut di tim senior sekaligus memberikan banyak pekerjaan rumah.

”Bielsa memang sosok yang 'gila' bagi semua orang pada awalnya di tim ini. Setiap pemain diwajibkan menonton video calon lawan, setiap dan sesudah latihan kemudian kami diminta untuk menunjuk siapa pemain lawan yang akan jadi musuh kami,” ucap Laporte. Bielsa sendiri menjadi pelatih Bilbao selama dua musim. Yakni 2011-2012 dan 2012-2013. (dra/ham/jpg)

Berita Sebelumnya

Berita Berikutnya


Berita Sejenis

Derby Madrid, Kandang Tandang Sama Saja

Derby Madrid, Kandang Tandang Sama Saja

Atletico Madrid selalu menjadi pesakitan jika bertemu rival sekotanya Real Madrid di kancah Eropa.


Gagal Lagi, Alves Hibur Neymar

Gagal Lagi, Alves Hibur Neymar

Bek Juventus Dani Alves memang layak mendapatkan banyak cinta dari fans Barcelona.


Modric Kejar Hattrick Juarai Liga Champions

Modric Kejar Hattrick Juarai Liga Champions

Siapapun pemenang Liga Champions musim ini, Kroasia tetap menggelar pesta.


Tiga Gol Ronaldo untuk Jawab Kritikan

Tiga Gol Ronaldo untuk Jawab Kritikan

Tiga gol yang disarangkan ke gawang Manuel Neuer, menjadi jawaban Cristiano Ronaldo terhadap performanya sepanjang musim ini.


Kalah secara Kontroversial, Pemain Bayern Kritik Wasit

Kalah secara Kontroversial, Pemain Bayern Kritik Wasit

Lagi-lagi kartu merah mengubah segalanya. Ya, Bayern Munchen yang di awal-awal laga leg kedua perempat final Liga Champions.


Barca Kalah Lagi, Neymar Curhat ke Psikolog

Barca Kalah Lagi, Neymar Curhat ke Psikolog

Szymon Marciniak sungguh beruntung. Pengadil asal Polandia tersebut menjadi saksi atas kehancuran raksasa Spanyol, Barcelona.


Sorry Don Carlo, Kali Ini Zidane Lebih Cerdas

Sorry Don Carlo, Kali Ini Zidane Lebih Cerdas

Keptusan Zinedine Zidane memasukan Marco Asensio di menit ke-58 untuk menggantikan Gareth Bale sangat tepat.


Adu Hebat Striker Argentinos

Adu Hebat Striker Argentinos

Dua pekan yang lalu, Paulo Dybala masih berlatih dengan Lionel Messi.


Terlibat Adu Mulut, Neymar Terancam Absen di El Classico

Terlibat Adu Mulut, Neymar Terancam Absen di El Classico

Nila setitik rusak susu sebelanga. Adagium itu menggambarkan bagaimana kartu merah yang didapatkan penyerang Barcelona Neymar.


Derby Madrileno, Penahbisan Raja Madrid

Derby Madrileno, Penahbisan Raja Madrid

Gebyar Derbi Madrileno saat ini sudah setara dengan el clasico.



Maaf tidak bisa mengambil data, ada masalah dengan server kami!