Sepakbola
Share this on:

Kalah Lagi, Impian Liverpool Juara Premier League Sirna

  • Kalah Lagi, Impian Liverpool Juara Premier League Sirna
  • Kalah Lagi, Impian Liverpool Juara Premier League Sirna

LIVERPOOL - Dua trofi menghilang dalam sepekan. Dimulai dari lepasnya trofi Piala FA, lalu disusul dengan trofi EFL Cup. Sekarang, tinggal satu trofi lagi yang masih bisa jadi impian Juergen Klopp untuk membahagiakan Kopites (sebutan fans Liverpool). Ya, hanya trofi Premier League satu-satunya yang masih boleh mereka mimpikan.

Asal, tidak ada lagi mendung kelam di langit Anfield seperti yang sudah terjadi di sepuluh hari ini. Mulai dari takluk atas Swansea City 2-3 (21/1), Suthampton 0-1 (26/1), dan Wolverhampton Wanderers 1-2 (28/1). Nah, sekarang mimpi Jordan Henderson dkk itu akan ditentukan saat menjamu Chelsea dini hari nanti WIB.

''Hanya ini (Premier League) harapan kami. Jadi, jangan ada lagi yang mengganjal kami, sekalipun itu Chelsea,'' koar penjaga gawang Liverpool Simon Mignolet dikutip di situs resmi klub. Sekali lagi kalah, Liverpool bakal memperlebar selisih poinnya dengan Chelsea. Dari yang saat ini 10 poin, bisa jadi 13 poin!

Selain itu, sekali lagi tumbang maka klub berjuluk The Reds itu mengulangi rekor buruknya 94 tahun silam. Tepatnya streak empat kekalahan kandang yang terjadi musim 1923-1924 silam. Empat kekalahan kandang beruntun itu terjadi di antara 24 November hingga 25 Desember 1923.

''Melawan Chelsea akan selalu jadi laga yang besar. Tetapi, apabila kalian melihat papan klasemen, cara mereka bermain dan cara kami melawan mereka ketika bermain di Stamford Bridge, maka ini laga yang sudah kami nantikan,'' tuturnya. Liverpool di pekan kelima (17/9) menaklukkan Chelsea di London 1-2.

Bedanya, kala itu Chelsea belum main dengan 3-4-3 yang sulit dikalahkan seperti saat ini. Pertanyaannya, bisakah Liverpool jadi klub pertama yang back to back menang atas The Blues ? julukan Chelsea? Dikutip The Guardian, Klopp menilai tidak ada yang salah di balik tren buruk tiga laga sebelumnya.

Di balik setiap kekalahan, Liverpool tetap lebih dominan. Penguasaan bola selalu di atas 60 persen, begitu juga dengan jumlah tembakannya ke gawang lawan. ''Ini masih skuad terbaik meski kalah di tiga laga. Tidak ada yang berubah. Hanya, mood di sekitar kami saja yang berubah (setelah rentetan kekalahan),'' kata Klopp.

Situs This Is Anfield dalam analisisnya menyebut, tidak ada salahnya apabila pada laga krusial ini Klopp menjajal bermain back three. Seperti upaya mirroring yang sudah pernah dilakukan klub-klub lawan Chelsea agar mengimbangi formasi 3-4-3 ala Antonio Conte. Walaupun, baru Tottenham Hotspur yang mengalahkannya.

Kecepatan pemain-pemain Liverpool jadi modal awalnya. Jika main dengan back three, maka Klopp bisa memilih Joel Matip, Dejan Lovren dan Joe Gomez sebagai back three-nya. Mengapa Gomez? Karena, bek 19 tahun itu selalu nyaman ketika memegang bola. Selain itu, dia punya kemampuan bermain dengan passing-passing pendeknya.

Untuk sayap, James Milner di sisi kiri sudah dapat berperan jadi defensive winger. Meski main sebagai bek di Liverpool, Milly (sapaan akrabnya) pernah menempati pos winger. Dia pun punya kemampuan berimbang antara menyerang dan bertahan. Masalah hanya di sisi kanan karena Nathaniel Clyne yang kerap overlap diragukan kondisinya.

Clyne absen dua laga terakhir karena cedera tulang rusuk. Andai Clyne belum 100 persen fit, maka bek muda Trent Alexander-Arnold jadi opsi penggantinya. Ingat saat dia dimainkan melawan Manchester United (15/1)? Pemain 18 tahun itu mobile di sisi kanan Liverpool. Kemampuan menyerang dan bertahannya pun sama baiknya.

Satu di antara Henderson, Georginio Wijnaldum dan Emre Can bisa jadi korban di saat Klopp berani bermain tiga bek. Untuk tiga di depan bisa dipercayakan pada Roberto Firmino, Philippe Coutinho, Daniel Sturridge atau Sadio Mane. Sayang, Klopp bukanlah sosok yang hoki dengan skema tiga bek.

Saat dia mencobanya dalam 45 menit babak kedua melawan Soton, Liverpool pun kalah. Sebelum itu dia kali pertama dan terakhir bermain tiga bek di Borussia Dortmund. Itu pun juga sama hasilnya, kalah 0-1 atas Schalke, 22 Oktober 2012. ''Sekarang ini kami harus yakin bahwa ada kans untuk menang di laga nanti,'' koarnya.

Terlepas dengan formasi apa yang dipakai Klopp, Antonio Conte sebagai tactician Chelsea dikutip The Telegraph tidak menghitung tiga kekalahan beruntun sebagai tanda-tanda bahwa timnya melanjutkan dominasi di Anfield sejak Mei 2012. Empat lawatan, 2 kali menang, dua kali imbang.

Sebaliknya, Conte waspada dengan tren Liverpool ketika meladeni klub-klub dari papan atas. Manchester City pernah tumbang di Anfield, begitu juga Leicester City. ''Ini yang lebih berbahaya, karena mereka akan bermain seperti tim yang marah setelah kalah dalam tiga laga beruntun. Kami harus paham ancaman itu,'' seru pelatih Italiano itu.

Satu hal yang harus dikembalikan Gary Cahill dkk dalam laga tandangnya. Yaitu, menang dengan cleansheet yang sempat ternoda saat kalah 0-2 di White Hart Lane (5/1). ''Kami harus memainkan sepak bola kami dengan intensitas yang bagus, dan kemudian kami akan lihat bagaimana hasilnya kemudian,'' tambahnya. (ren/jpg)

Berita Sebelumnya

Berita Berikutnya

Menanti Ledakan Simeone
Menanti Ledakan Simeone

Berita Sejenis

CR7 Waspadai Tiga Trio Liverpool

CR7 Waspadai Tiga Trio Liverpool

Bintang Real Madrid Cristiano Ronaldo angkat bicara soal Liverpool, tim yang akan menjadi lawan Madrid di final Liga Champions di Kiev, Minggu (27/5).


Balik ke Bundesliga, Favre Reuni dengan Reus

Balik ke Bundesliga, Favre Reuni dengan Reus

Jika Manuel Pellegrini balik ke Premier League, Lucien Favre juga kembali ke Bundesliga.


Selamat Tinggal Generasi Milenial

Selamat Tinggal Generasi Milenial

La Liga 2017-2018 sudah berakhir kemarin WIB (21/5). Barcelona pun telah jadi juaranya setelah mengangkat trofi juara La Liga ke-25-nya di Camp Nou, Barcelona.


Raih Sepatu Emas, Salah Lewati CR7 dan Luis Suarez

Raih Sepatu Emas, Salah Lewati CR7 dan Luis Suarez

Musim pertama Mohamed Salah bersama Liverpool di Premier League diwarnai sejumlah rekor.


Robben-Rafinha Ikuti Ribery Bertahan di Bayern

Robben-Rafinha Ikuti Ribery Bertahan di Bayern

Keputusan Franck Ribery yang memperpanjang kontrak bersama Bayern Muenchen untuk satu musim lagi ternyata "menginspirasi" beberapa pemain lainnya.


Bisa Apa Milan saat Hadapi Juventus

Bisa Apa Milan saat Hadapi Juventus

Italia selalu membosankan tiga musim terakhir. Juventus selalu mendominasi semua pesta juara domestiknya. Baik scudetto Serie A, ataupun juara Coppa Italia.


Kalah pun Tetap Lolos

Kalah pun Tetap Lolos

Valencia menggenapi kuota empat tim di Liga Champions musim depan.


Trio Liverpool Tetap Puasa

Trio Liverpool Tetap Puasa

Final Liga Champions 2018 di NSC Olimpiyskiy Stadium, Kiev pada 27 Mei mendatang, g bertepatan dengan hari ke-12 Ramadan.


Belakang Tengah Bagus, Depan Loyo

Belakang Tengah Bagus, Depan Loyo

Berakhir sudah PSSI Anniversary Cup 2018. Bahrain yang dalam pertandingan terakhir kemarin menang atas Korea Utara 4-1 keluar sebagai juara.


Unggul Agregat, Liverpool Tantang Madrid

Unggul Agregat, Liverpool Tantang Madrid

Liverpool lah akhirnya yang berhak tampil di partai puncak Liga Champions, untuk menantang juara bertahan Real Madrid.



Maaf tidak bisa mengambil data, ada masalah dengan server kami!