Sepakbola
Share this on:

Liverpool Memang Luar Biasa

  • Liverpool Memang Luar Biasa
  • Liverpool Memang Luar Biasa

MANCHESTER - Liverpool bukan pemuncak klasemen Premier League. Akan tetapi, Senin dini hari kemarin WIB (20/3) Liverpool sukses membuktikan merekalah rajanya klub-klub enam besar Premier League. Ya, Liverpool menggenapkan rekor unbeaten di saat melawan sesama klub enam besar.

Di Etihad, Manchester, James Milner dkk berhasil menahan Manchester City 1-1 (0-0). Unggul lebih dulu dari tendangan penalti Milner menit ke-51, tiga poin melayang begitu Sergio Aguero menjebol gawang Simon Mignolet usai memanfaatkan lengahnya Ragnar Klavan menyambut crossing Kevin De Bruyne dari sisi kiri pertahanannya.

Ini poin ke-20 Liverpool dari 10 laga melawan klub enam besar musim ini. Total poin itu berkebalikan dengan catatannya saat melawan klub enam besar di papan bawah musim ini. Cuma 19 poin dari 10 pertandingan. ''Tapi kami kecewa gagal mendapat tiga poin,'' ucap Milner kepada Daily Star.

''Hasil imbang sepertinya sudah adil. Mereka tim yang bagus. Mereka mempunyai pemain-pemain pelari, mereka semua pemain dengan ketajaman. Ini bukanlah hari yang mudah datang ke tempat ini,'' lanjut bek kiri yang sudah mencetak tujuh gol penalti pada musim ini tersebut.

Mengapa Liverpool layak kecewa? Karena, meski tidak dominan menguasai bola, mereka lebih sering meneror gawang Willy Caballero. Sama-sama melakukan sebanyak 13 tembakan, Liverpool lebih efisien dengan empat tembakan tepat sasarannya. Berbeda dengan City hanya tiga kali.

Cemerlangnya Caballero jadi penyebabnya. Kiper gaek berusia 35 tahun itu dapat bermain impresif dengan tiga kali penyelamatannya. Salah satunya menepis tembakan di dalam kotak penalti dari Adam Lallana menit ke-41. ''Dia (Caballero) bermain luar biasa hari ini. Saya pikir, kami bisa saja memenangi laga ini,'' klaim pelatih Liverpool Juergen Klopp kepada Sky Sports.

Klopp menyayangkan anak asuhnya yang gagal membunuh laga ini. Terlebih pada 14 menit terakhir. Pada periode itu justru City yang banyak membombardir lini belakang Liverpool. Salah satunya tembakan De Bruyne yang masih menerpa mistar. ''Besok (hari ini) mungkin saya akan gembira. Tapi untuk saat ini, saya sedikit kecewa,'' sesal Kloppo – sapaan akrabnya.

Dibandingkan dua duelnya melawan klub top six, laga ini jadi laga dengan jumlah ancaman terendah. Melawan Tottenham Hotspur (11/3) Liverpool mampu melakukan 17 kali tembakan. Lalu, ketika mengalahkan Arsenal 3-1 (4/3), total sebanyak 18 kali shots-nya ke gawang Arsenal.

Keputusan Josep Guardiola (nahkoda City) menempatkan Fernandinho sebagai bek kanan cukup jitu. Belajar dari pengalaman, sisi itu yang menjadi celah lawan untuk mencetak gol. Saat melawan Monaco, dua dari tiga gol terjadi dari sisi tersebut. Dengan Fernandinho, pergerakan Philippe Coutinho pun jadi terbatas.

Makanya, dia gagal memberi pengaruh bagi Roberto Firmino dan Sadio Mane di trisula Liverpool. Hanya satu tambakan yang mampu dia lakukan. Bukan hanya dengan mengubah posisi Fernandinho ke bek kanan. Guardiola juga tetap memakai formasi 4-1-4-1 sama seperti saat laga melawan Monaco (16/3).

Sekalipun gagal memenangi laga, Guardiola menyebut laga kemarin sebagai salah satu laga terbaik dalam hidupnya. ''Kalian takkan bisa membayangkannya. Setelah kalah di Liga Champions, hanya dalam waktu dua hari kami tidak banyak berbicara dalam sesi latihan. Kami tiba di sini dan melawan Liverpool yang tidak main di Eropa dan memiliki waktu sepekan menyiapkan laga ini. Lihat bagaimana kami bertarung, kami berlari, dan bagaimana kami tunjukkan semangat itu,'' tutur Guardiola.

''Hari ini (kemarin) adalah salah satu hari yang paling membahagiakan pada hidup saya. Saya bangga dengan pemain saya,'' lanjut Guardiola. Meskipun gagal menang, The Citizens – julukan City – tetap berada di posisi ketiga di bawah Tottenham. Gap poinnya masih dua poin.

Hasil imbang melawan Liverpool kemarin pun menjadi awal periode terjal David Silva dkk di Premier League. Itu karena setelah jeda internasional awal April nanti, dua lawan berat dari London sudah menanti mereka. Yaitu Arsenal (2/4), dan Chelsea (6/4). (ren/jpg)

Berita Sebelumnya

Berita Berikutnya


Berita Sejenis

Chelsea Kalah, Tuduh Tiga Media Berbohong

Chelsea Kalah, Tuduh Tiga Media Berbohong

Kekalahan di laga pembuka Premier League memang bikin kecewa fans Chelsea yang ada di Stamford Bridge Sabtu (12/8) lalu.


Ditnggal Neymar, Coutinho Makin Dekat ke Barca

Ditnggal Neymar, Coutinho Makin Dekat ke Barca

Namanya menghilang dari daftar skuad Liverpool saat beruji coba melawan Athletic Bilbao di Aviva Stadium, Dublin, Minggu dini hari lalu WIB (6/8).


Liverpool Bisa ‘Bentrok’ dengan Balotelli

Liverpool Bisa ‘Bentrok’ dengan Balotelli

Lolosnya Nice ke play-off Liga Champions sudah dinantikan oleh calon-calon lawan mereka.


Ramos: Masa Depan Ada di Paris

Ramos: Masa Depan Ada di Paris

Sergio Ramos memang paling tahu cara menyakiti Barcelona.


Chelsea Memang Klub Topeng

Chelsea Memang Klub Topeng

Kemenangan 3-0 yang diraih oleh Chelsea atas Arsenal dalam laga persahabatan di Beijing, Tiongkok membawa petaka.


Pilih Lazio, Leiva Dipuji Klopp

Pilih Lazio, Leiva Dipuji Klopp

Satu dekade bukan periode yang singkat buat seorang Lucas Leiva bersama Liverpool.


Soton Laporkan Kecurangan Liverpool

Soton Laporkan Kecurangan Liverpool

Hubungan dagang antara Southampton dengan Liverpool sebelum kemarin (6/6) selalu baik-baik saja.


Hattrick, Jawaban Neymar Untuk Unzue

Hattrick, Jawaban Neymar Untuk Unzue

Teka-teki soal calon entrenador Barcelona musim depan memang belum tuntas.


Belum Bisa Move On, Rihanna Putusin Benzema

Belum Bisa Move On, Rihanna Putusin Benzema

Penyerang Real Madrid Karim Benzema memang mendapatkan pujian selangit, atas kemampuannya di lapangan.


Real Madrid Benamkan Atletico Madrid 3-0

Real Madrid Benamkan Atletico Madrid 3-0

Luar biasa Real Madrid. Menjamu tetangganya Atletico Madrid di leg pertama semifinal Liga Champions, Rabu (3/5) dinihari WIB.



Maaf tidak bisa mengambil data, ada masalah dengan server kami!