Sepakbola
Share this on:

Loew Wanti-wanti Petaka di Bulan Maret

  • Loew Wanti-wanti Petaka di Bulan Maret
  • Loew Wanti-wanti Petaka di Bulan Maret

SOCHI - Australia bukan yang dulu lagi. Ya, itu yang harus ditekankan Joachim Loew kepada anak asuhnya. Karena Australia sudah bukan lagi tim yang bisa dengan mudah mereka jadikan bulan-bulanan seperti sebelum lima tahun terakhir. Karena Australia sudah banyak belajar dari Jerman.

Tidak hanya dengan banyak mengirimkan banyak pemainnya ke klub-klub Liga Jerman seperti yang sudah mereka lakukan sejak 1990-an. Pasca kekalahan telak 0-4 pada Piala Dunia 2010, Federasi Sepak Bola Australia FFA berguru ke Jerman. Utamanya yang terkait dari taktik. Seperti yang diakui Loew dua tahun lalu.

''Sejak 2010, mereka sudah mengubah gayanya. Jika sebelum 2010 mereka main dengan gaya Inggris, tapi setelah itu mereka mencoba memainkan bola dari belakang,'' kata Loew pada situs resmi Federasi Sepak Bola Jerman DFB setelah ditahan Australia 2-2 pada laga uji coba di Fritz-Walter Stadion, Kaiserslautern, 26 Maret 2015 lalu.

Loew bisa mengatakannya setelah dua kali dalam bulan Maret Die Mannschaft (julukan Jerman) dipermalukan Australia di depan publiknya sendiri. Selain di Kaiserslautern, Australia bahkan sukses menaklukkan Jerman untuk kali pertama di tanahnya sendiri saat 30 Maret 2011. Di Borussia im Park, Moenchengladbach, Jerman takluk 1-2.

Nah, tren negatif itu bisa saja terulang saat Julian Draxler dkk kembali menghadapi juara Asia yang berlangsung di Fisht Olympic Stadium, Sochi, malam nanti WIB (Siaran Langsung RTV pukul 22.00 WIB). Catat, Australia selalu memenangi laga kompetitifnya sejak 1,5 tahun, tepatnya sejak 8 Oktober 2015.

''Tim ini sudah menunjukkan progress perubahan taktikal, mereka punya mentalitas yang bagus, mereka pun tak pernah menyerah. Ini tim yang sulit dikalahkan,'' ungkap Loew di dalam wawancaranya kepada ZDF. Ini kali pertama Jerman menantang Australia pada laga kompetitif, terutama pasca menimba ilmu di Jerman.

Bukan hanya dari gaya mainnya yang membangun serangan dari belakang. Dari formasi, pelatih Australia Ange Postecoglou pun juga memakai formasi yang tak jauh beda dengan yang dipakai Jogi, sapaan akrab Loew. Australia juga bermain dengan tiga bek. Sama seperti Jerman, Bedanya, Australia lebih condong 3-2-2-1. Sedangkan Jerman lebih ke 3-4-1-2.

Loew mengingatkan pemainnya untuk bersiap adu fisik dengan pemain Australia. Dalam analisanya, Australia mirip rugby. ''Secara fisik mereka kuat. Dari cara mainnya mereka kini tak hanya bermain dengan bola-bola panjang. Mereka berubah jadi tim yang sangat bagus di dalam kombinasinya dengan pemain-pemain cepatnya,'' lanjut Loew.

Sekedar diketahui, dari 23 pemain yang diusung Postecoglou ke Rusia, tiga di antaranya bermain di klub-klub Bundesliga. Semisal kiper Mitchell Langerak (Stuttgart), Mathew Leckie (Hertha Berlin), dan Jamie Maclaren (Darmstadt). Selain itu masih ada dua penggawa Australia lainnya yang pernah bermain di Jerman.

Bek Milos Dagenek, Ajdin Hrustic dan Robbie Kruse juga pernah bermain untuk klub di Bundesliga. Uniknya, mereka pernah ditempa dengan beberapa pemain timnas Jerman ketika di Westphalia Utara, antara Borussia Dortmund, Bayer Leverkusen dan Schalke 04. Langerak bisa jadi salah satu contohnya.

Dia pernah satu klub dengan Antonio Ruediger dan Kerem Demirbay (Dortmund). Lalu, Kruse juga pernah setim dengan Bernd Leno, Benjamin Henrichs, Emre Can, dan Julian Brandt di Bayer Leverkusen. Nah, dari pengalaman itu yang membuat mereka jadi paham karakteristik pemain Jerman. Kebetulan, beberapa di antara pemain tersebut jadi starter malam nanti WIB.

Hanya Brandt tak begitu mengkhawatirkannya. Menurutnya, dikutip di situs resmi DFB, beda antara klub dan di timnas. ''Secara personal, saya sudah mendapatkan banyak pengalaman bagus di sini (timnas). Konsentrasi saya hanya untuk laga nanti,'' ungkap pemain yang baru saja mencetak satu golnya untuk Jerman itu.

Bek Australia Dagenek dalam situs resmi FIFA menyebut secara mentalitasnya Australia dan Jerman tak jauh beda. ''Kerja keras itu banyak membantu kami di Jerman,'' sebutnya. ''Saya kira kekuatan mereka (Jerman) akan sedikit sama (seperti dua pertemuan sebelumnya),'' tambah bek yang kini bermain di Yokohama F Marinos itu.

Sebagai pemain yang paling berpengalaman main di Jerman, Leckie dalam tim Australia dianggap sebagai sumber informasi. Begitu seperti dilansir ESPN. ''Termasuk dengan tahun ini, saya sudah bermain di Jerman lima tahun. Jadi, saya sangat familiar dengan pemainnya. Lalu di sisi bagaimana cara mereka bermain. Saya paham beberapa di antaranya,'' klaimnya.

Leckie di Jerman pernah seklub dengan kiper Marc-Andre Ter Stegen saat masih main di Borussia Moenchengladbach (2011-2013) dan juga dengan Amin Younes (2012-2015). ''Karena itu saya sangat antusias datang ke sini, dan kembali menghadapi Jerman, dan mengatakan kami mampu mengalahkan mereka (Jerman),'' tegas Leckie. (ren/jpg)


Berita Sebelumnya

Berita Berikutnya


Berita Sejenis

Jamu Chelsea, Atletico Waspadai Morata

Jamu Chelsea, Atletico Waspadai Morata

Sudah dua bulan lebih Alvaro Morata pergi meninggalkan Madrid.


Skuad Timnas U-19 Dijatah Liburan, Akhir Bulan Kembali TC

Skuad Timnas U-19 Dijatah Liburan, Akhir Bulan Kembali TC

Kepulangan timnas U-19 Indonesia ke tanah air yang rencananya kemarin terpaksa tertunda hari ini. Rachmat Irianto dkk kehabisan tiket.


Hadapi Sevilla, Liverpool Nyaris Full Team

Hadapi Sevilla, Liverpool Nyaris Full Team

Juergen Klopp comeback ke Liga Champions dengan sempurna. Klopp mampu membawa Liverpool selalu menang dalam playoff Liga Champions bulan lalu.


Chelsea Memang Klub Topeng

Chelsea Memang Klub Topeng

Kemenangan 3-0 yang diraih oleh Chelsea atas Arsenal dalam laga persahabatan di Beijing, Tiongkok membawa petaka.


Kecewa dengan Manajemen, Prandelli Mundur dari Valencia

Kecewa dengan Manajemen, Prandelli Mundur dari Valencia

Mundurnya Cesare Prandelli dari Valencia mengejutkan banyak pihak. Pasalnya, dia baru tiga bulan menukangi The Hammers-julukan Valencia.


Brutal, Aguero dan Fernandinho Hadapi Sanksi FA

Brutal, Aguero dan Fernandinho Hadapi Sanksi FA

Desember bakal jadi bulannya kerja keras bagi Manchester City. Pasalnya, bulan ini City diprediksi kehilangan dua pemain terpentingnya.


Masih Ada Applaus untuk Basti

Masih Ada Applaus untuk Basti

Delapan bulan dia hanya jadi pemanas bangku cadangan. Kadang, dia juga hanya duduk di bangku penonton.


Top Three untuk Pioli

Top Three untuk Pioli

Stefano Pioli resmi menjadi allenatore anyar di Inter Milan menggantikan Frank de Boer untuk 18 bulan ke depan..


Ayo Grizzi, Cetak Gol Lagi

Ayo Grizzi, Cetak Gol Lagi

Sudah lama Antoine Griezmann tidak bersuara bersama timnas Prancis. Hari ini, tepat tiga bulan Grizzi menyumbangkan gol bagi Prancis.


Awas, Celtic Park Bisa jadi Angker buat City

Awas, Celtic Park Bisa jadi Angker buat City

Siapa yang mampu mengganjal Manchester City? Hingga dua bulan kompetisi bergulir, sudah sepuluh laga dijalani The Citizens tanpa cacat.



Berita Hari Ini

Populer

Maaf tidak bisa mengambil data, ada masalah dengan server kami!