Sepakbola
Share this on:

Masih Ada Applaus untuk Basti

  • Masih Ada Applaus untuk Basti
  • Masih Ada Applaus untuk Basti

MANCHESTER - Delapan bulan dia hanya jadi pemanas bangku cadangan. Kadang, dia juga hanya duduk di bangku penonton. Termasuk 69 hari menghabiskan waktu di ruang perawatan pasca mengalami cedera medial collateral ligament (MCL). Karena itu, merumput kembali di Old Trafford, Manchester kemarin WIB (1/12) jadi momen paling dinanti Bastian Schweinsteiger.

Meskipun tidak lebih dari delapan menit Basti (sapaan karibnya) bermain, dia tetap mendapat applaus panjang dari 65 ribu pendukung Manchester United. ''Malam yang hebat dengan hasil akhirnya yang sempurna. Terima kasih untuk sambutan hangatnya di Old Trafford,'' begitu yang diungkapkannya setelah laga lewat akun Twitter-nya.

Basti masuk pada menit ke-86 menggantikan Anthony Martial. Karena tidak punya waktu lama, gelandang berusia 32 tahun itu pun tidak begitu besar kontribusinya di balik kemenangan United 4-1 di laga melawan West Ham tersebut. Mantan kapten timnas Jerman itu bahkan cuma melakukan tujuh kali sentuhan.

Begitu suami petenis Ana Ivanovic itu masuk, formasi United pun berubah dari 4-2-3-1 menjadi 4-3-3. Meski demikian pemain yang diboyong United dari Bayern Muenchen ketika era Louis van Gaal itu masih mampu membuat satu ancaman ke gawang Adrian. Sekalipun tidak ada yang tepat di sasaran. Enam kali passing-nya pun hanya 66,7 persen saja akurasinya.

Musim lalu, Basti bermain 31 kali di segala ajang. Sedangkan selama era Mourinho, belum satu kali pun dia dipercaya. Baik jadi starter ataupun pengganti. Jadi starter saat menjamu West Ham di laga Premier League akhir pekan lalu WIB (27/11) pun debut pertamanya duduk di bench sejak Mourinho di United musim panas lalu.

Basti bukan hanya tidak dilirik Mourinho untuk main di tim utama. Dia bahkan pernah diminta berlatih bersama tim U-23. Kondisi ini yang menempatkannya dalam situasi harus memilih untuk pergi dari Carrington (sebutan kamp latihan United). Hanya, belum diketahui ke mana Fussballgot (julukan Basti) bakal pergi.

Lantas kalau sudah ada rencana untuk hengkang, mengapa Basti masih juga dimainkan? Mirror menyebut ada beberapa alasan di balik masuknya Basti ini. Pertama, ini hanya EFL Cup yang tensinya tidak seperti Premier League ataupun Europa League. Lagipula saat dia masuk United sudah leading 3-1.

Kedua, dengan memberi minutes play ini sudah menjadi jawaban dari Mourinho terkait dengan tudingan pihak-pihak yang menyebut treatment The Special One (julukan Mourinho) kepada Basti ini kelewatan. Masih ada minutes play darinya. Selain itu, United juga sedang krisis gelandang begitu Paul Pogba dan Marouane Fellaini absen dari laga kemarin karena akumulasi kartu.

Dilansir The Guardian, Michael Carrick berharap masih ada minutes play lagi untuk Basti pada laga-laga berikutnya. Entah di Premier League, atau di Piala FA dan EFL Cup. ''Lihat, ini tadi dia nyaris mencetak gol. Senang bisa melihatnya kembali bermain dengan percaya diri. Setahu saya Basti berlatih dengan keras, selalu. Laga ini layak untuknya,'' tegas vice captain United itu. (ren/jpg)

Berita Sebelumnya

Jelang El Clasico, Barca Seri Lagi
Jelang El Clasico, Barca Seri Lagi

Berita Berikutnya

Hadapi Napoli, Ujian Berat Pioli
Hadapi Napoli, Ujian Berat Pioli

Berita Sejenis

Milan Siapkan Segala Cara agar Donnarumma Berubah Pikiran

Milan Siapkan Segala Cara agar Donnarumma Berubah Pikiran

CEO AC Milan, Marco Fassone, masih memiliki keyakinan yang begitu kuat kepada Gianluigi Donnarumma akan bertahan di Milan.


Indra Sjafri: Egy Salah Seorang Pemain Spesial di U-19

Indra Sjafri: Egy Salah Seorang Pemain Spesial di U-19

Keputusan Luis Milla untuk memanggil Egy Maulana Vikry ke Timnas U-22, mendapat dukungan dari banyak pihak.


Dijuluki Milanisti Dollarumma, Donnarumma Tetap Tersenyum

Dijuluki Milanisti Dollarumma, Donnarumma Tetap Tersenyum

Keputusan Gianluigi Donnarumma untuk tidak memperpanjang kontraknya yang bakal habis musim depan, melukai hati fans Milan.


Arema Hanya Ingin Fokus Menang

Arema Hanya Ingin Fokus Menang

Perjumpaan Arema FC dengan Bali United tak ubahnya pertempuran untuk meraih kebangkitan.


Investor Baru, AC Milan Siapkan Rp2,1 Triliun untuk Buru Pemain

Investor Baru, AC Milan Siapkan Rp2,1 Triliun untuk Buru Pemain

Pengusaha Tiongkok, Li Yonghong, menjanjikan setidaknya EUR 145 juta (Rp2,16 triliun) bakal digelontorkan di bursa transfer musim panas ini.


Jamu Kolombia, Spanyol Berbekal Spirit dari Cardiff

Jamu Kolombia, Spanyol Berbekal Spirit dari Cardiff

Euforia juara Liga Champions sudah tiga hari berlalu. Saatnya bagi para penggawa Real Madrid untuk mengalihkan fokus ke negaranya masing-masing.


Lawan Skotlandia, Timnas U-19 Berburu Poin

Lawan Skotlandia, Timnas U-19 Berburu Poin

Timnas U-19 Indonesia sudah kehilangan kesempatan untuk melaju ke babak semifinal Festival Sepak Bola Toulon Tournament di Prancis.


‘Kutukan’ itu Tak Berlaku buat Real Madrid

‘Kutukan’ itu Tak Berlaku buat Real Madrid

Liga Champions adalah habitat Real Madrid. Untuk ke-12 kalinya sepanjang sejarah Real Madirid berhasil merajainya.


Juve atau Real? Duodecima yang Tak Mudah

Juve atau Real? Duodecima yang Tak Mudah

Zinedine Zidane pernah punya mimpi besar 15 tahun silam. Mimpi yang dia ucap ketika mampu menjuarai Liga Champions untuk kali pertama.


Per Pemain Minta Rp22,38 Miliar, Jika Real Madrid Kalahkan Juve

Per Pemain Minta Rp22,38 Miliar, Jika Real Madrid Kalahkan Juve

Bonus, uang, atau apapun namanya adalah 'sogokan' terbaik untuk mendongkak motivasi bermain.



Maaf tidak bisa mengambil data, ada masalah dengan server kami!