Sepakbola
Share this on:

Menang lagi, The Reds Tempel Ketat The Blues

  • Menang lagi, The Reds Tempel Ketat The Blues
  • Menang lagi, The Reds Tempel Ketat The Blues

LIVERPOOL - Chelsea yang di puncak tidak akan tenang melihat Liverpool. Sebab, hingga pekan ke-18 kemarin WIB (28/12), Liverpool belum kehilangan momentum menempel Chelsea. Di Anfield, The Reds (julukan Liverpool) sukses comeback sebelum menghantam Stoke City dengan skor yang telak, 4-1.

Kebobolan di 12 menit pertama dari sundulan Jonathan Walters tidak membuat Liverpool down. Malah sebaliknya, 23 menit setelah itu Jordan Henderson dkk dapat menyamakan kedudukan via Adam Lallana. Membalikkan kedudukan dari Roberto Firmino menit ke-44, Stoke makin hancur begitu bunuh diri Giannelli Imbula (menit 60).

Daniel Sturridge yang jadi penutup pesta gol malam itu sepuluh menit setelah itu. Gol Sturridge itu jadi gol ke-100 Liverpool di bawah asuhan Juergen Klopp. Bukan hanya menempel Chelsea. Donasi tiga angka itu pun makin memanaskan persaingan tiga klub pengejar The Blues (julukan Chelsea). Tiga klub itu Liverpool, Manchester City, dan Arsenal.

Hingga pekan ke-18, Liverpool mengoleksi 40 poin. Terpaut dua poin dengan Arsenal dan cuma satu poin saja terbentang dengan City. ''Ini bukan tentang penantang lainnya. Kami hanya fokus dengan apa yang kami butuhkan (supaya terus di papan atas). Hari ini (kemarin, Red) itu ujian yang besar. Tiap kemenangan penting bagi kami,'' sebut kapten Henderson, dikutip Express.

Victory atas Stoke kemarin pun semakin memantapkan Liverpool di winning track-nya. Terlebih pasca kekalahan atas Bournemouth 3-4 awal Desember lalu (4/12) dan tertahan 1-1 kontra West Ham di Anfield (11/12). ''Kami sudah pikirkan laga selanjutnya, melawan City. Itu tantangan kami berikutnya,'' lanjut Hendo (sapaan akrab Henderson).

Liverpool akhir pekan ini (1/1) akan mengawali petualangan Premier League-nya tahun 2017 di kandang sendiri melawan The Citizens (julukan City). Termasuk laga kemarin, Klopp punya bekal dari tiga laga terakhir tanpa Philippe Coutinho. Seperti diberitakan sebelumnya, Coutinho belum tentu dapat dimainkan di laga krusial itu.

Tanpa Coutinho, Liverpool tetap gila. Catatan 2,66 gol per laga tidak terlalu jauh selisihnya saat Liverpool mencatat empat kemenangan beruntun di bulan September dengan 3,25 gol per laganya. Dari sisi jumlah peluang pun tidak jauh beda. Tanpa Coutinho, per laganya Liverpool mampu membuat 15,3 tembakan.

Whoscored mencatat pemain lini kedua seperti Adam Lallana dan Georginio Wijnaldum mampu menjadi ancaman bagi pertahanan lawan. Sedemikian waspadanya rival-rival lainnya akan Liverpool di lanjutan Premier League ini, dalam laga kemarin ada dua sosok yang hadir di Anfield. Seperti yang ada di foto-foto Daily Mail, Josep Guardiola memata-matai permainan Liverpool.

Guardiola tidak sendirian. Di tribun pun juga ada David Moyes. Khusus untuk Moyes, hadirnya dia di Anfield sedikit mengingatkan 11 tahunnya merasakan Derby Merseyside tanpa sekalipun mampu membawa Everton menang di sana. Begitu juga saat memegang Manchester United pada musim 2013-2014.

Bedanya, Moyes datang untuk memantau Liverpool karena empat hari lagi dirinya balik ke sana bersama Sunderland (2/1). Dilansir Mirror, Klopp tidak merasa terusik dengan kedatangan dua nahkoda klub calon lawannya itu. Sebaliknya, dengan sedikit becanda pelatih yang akrab dengan sapaan Kloppo itu merasa tidak paham kenapa dia harus dimata-matai.

''Kalian tahu kenapa? Saya tidak tahu. Saya hargai kedatangan mereka. Meski, jujur saja selama ini saya tidak pernah pergi ke kandang City. Baik pada musim ini atau musim lalu untuk menonton tiap laga mereka. Sepertinya, mereka datang ke sini untuk menonton sepak bola yang bagus seperti apa, Pep mungkin ingin melihatnya,'' gurau mantan der trainer Borussia Dortmund itu.

Sebelum bertemu City ataupun Sunderland, satu hal yang mesti harus dibenahi dan tetap masuk dalam agenda Klopp adalah pertahanan. Terutama bagaimana lini belakangnya menghadapi bola-bola crossing. Gol Walters kemarin juga berawal dari bola crossing Erik Pieters. City dan Sunderland juga punya ancaman dari sayap yang lebih besar.

''Laga masih berlangsung 31 Desember nanti (waktu setempat). So, apapun yang saya katakan malam ini, kami tidak akan memenanginya (lawan City) malam ini juga. Mungkin sekarang yang bisa saya katakan hari ini mereka (Stoke) menyulitkan kami. Selain itu, mungkin saya lebih baik menutup mulut saya,'' imbuhnya.

Satu hal yang dapat dijadikan Klopp acuan bahwa timnya bakal beruntung melawan City pada laga nanti adalah, mereka bermain di Anfield. Catat, Liverpool tim Premier League yang punya rekor menang terlama di kandang sendiri. Liverpool unbeaten di Anfield dalam 16 laga sejak kali terakhir di laga melawan Manchester United, 17 Januari lalu.

''Itulah kabar bagusnya. Kami bermain di Anfield. Ini laga yang sulit bagi kedua tim, baik itu bagi Liverpool atau City. Tapi ini laga yang seru. Yang bisa saya katakan, saya tidak sabar menanti duel itu. Mereka klub hebat, tapi kami tidak jelek-jelek amat. Tunggu saja laga itu,'' katanya.

Sebaliknya dengan The Potters (julukan Stoke). Rekor mereka yang tidak pernah kalah selama laga pasca Natal berakhir kemarin. Padahal, mereka sebelumnya unbeaten di laga Natal sepanjang 82 tahun! Diberitakan Stoke Sentinel, Mark Hughes sebagai pelatih Stoke mengaku kecewa dengan anak asuhnya yang membuat banyak kesalahan.

Bukan hanya gol bunuh diri Imbula. Kesalahan Ryan Shawcross yang memberikan back pass-nya ke Lee Grant juga jadi pokok kesalahan timnya. Kesalahan itu berbuah gol Sturridge. Begotu juga dengan Glen Johnson yang error di balik gol pertama.

''Kami tidak bisa bertahan dengan benar. Sialnya, ini hadir di saat kami mengawali laga dengan game plan bagus di awal laga. (ren/jpg)

Berita Sebelumnya

Berita Berikutnya


Berita Sejenis

Menang 3-1 dari PSG, Real Madrid Luar Biasa

Menang 3-1 dari PSG, Real Madrid Luar Biasa

Laga dua tim yang dijagokan menjuarai Liga Champions musim ini, berakhir dimenangkan tuan rumah, Real Madrid.


Duel Dua Macan Lapar

Duel Dua Macan Lapar

Setelah 16 tahun yang lalu, Persija akhirnya kembali lagi merasakan atmosfer kompetisi regional Asia.


Bali United Tak Mau Kecolongan Lagi

Bali United Tak Mau Kecolongan Lagi

Lupakan dulu tekanan di Piala Presiden 2018. Konsentrasi Bali United saat ini kudu dicurahkan penuh untuk laga perdana grup G AFC Cup 2018.


Dua London Berebut Zona Champions

Dua London Berebut Zona Champions

Tottenham dan Arsenal kembali bertemu. Spurs dan Arsenal bertemu lagi dalam Derby London Utara episode ke-195 malam nanti WIB.


Wajib Menang, Bukan Cuma Laga Pemanasan

Wajib Menang, Bukan Cuma Laga Pemanasan

Meski La Liga bukan lagi menjadi prioritas utama buat Real Madrid, meraih tiga poin kandang tetap wajib hukumnya.


The Blues Tak Boleh Lengah

The Blues Tak Boleh Lengah

Vicarage Road menjadi bagian dalam sukses Antonio Conte di Premier League.


Giroud Nyeberang ke The Blues

Giroud Nyeberang ke The Blues

Kehadiran dua rekrutan anyar Chelsea, Olivier Giroud dan Emerson, di tribun Stamford Bridge memberikan daya pikat sendiri buat suporter tuan rumah.


Diganti, Benzema Sempat Ngambek

Diganti, Benzema Sempat Ngambek

Karim Benzema tidak tampil buruk buat Real Madrid ketika Los Merengues menang 4-1 atas Valencia kemarin (28/1) di Stadion Mestalla.


Lazio Menang, Roma Imbang

Lazio Menang, Roma Imbang

Dibandingkan AS Roma maka skuad Lazio tidak banyak mengalami tambal sulam musim ini.


Menang 7-1, Madrid Jaga Asa

Menang 7-1, Madrid Jaga Asa

Rentetan hasil buruk Real madrid, akhirnya terhenti di kandangnya Santiago Bernabeu, Minggu (21/1) malam.



Populer

Maaf tidak bisa mengambil data, ada masalah dengan server kami!