Sepakbola
Share this on:

Musim Baru Separo Jalan, Tiga Kali Balotelli Dikartu Merah

  • Musim Baru Separo Jalan, Tiga Kali Balotelli Dikartu Merah
  • Musim Baru Separo Jalan, Tiga Kali Balotelli Dikartu Merah

LORIENT - Striker kontroversial Mario Balotelli kembali berbuat ulah. Sebuah kartu merah kembali didapatkan pemain yang membela Nice itu saat melakoni laga melawan Lorient pada journe ke-26 Ligue 1 kemarin (19/2). Untung saja, meski hanya bermain dengan 10 pemain, Les Aiglons (julukan Nice) menang 1-0 di Stade du Moustoir, Lorient.

Sebiji gol yang menyelamatkan Nice berasal dari tendangan Wylan Cyprien usai mendapatkan umpan dari Arnaud Souquet pada menit ke-15. Sedangkan Balotelli diusir dari lapangan pada menit ke- 68.

Insiden tersebut bermula ketika Balotelli terlibat duel udara dengan bek Lorient Zargo Toure. Dalam tayangan ulang, pemain berjuluk Super Mario itu sebetulnya tidak melakukan pelanggaran yang serius. Namun, tidak berapa lama wasit Tony Chapron yang memimpin laga malah mengeluarkan kartu merah dari dalam sakunya.

Usut punya usut, wasit Chapron tersinggung dengan kata-kata yang sempat diucapkan oleh Balotelli, usai dia meniupkan peluit tanda pelanggaran. ''Dia (Balotelli, Red) mengejek saya dengan menggunakan bahasa Inggris,'' kata Chapron kepada L'Equipe. ''Saya tidak tidak mau mengatakannnya tetapi, itu adalah sesuatu yang klasik,'' imbuh wasit 44 tahun itu.

Dengan demikian, Balotelli sudah mengoleksi tiga kartu merah sepanjang musim ini. Buah kebengalan striker 26 tahun itu membuatnya masuk ke daftar tiga besar pengoleksi kartu merah terbanyak dari lima liga elit Eropa. Sejajar dengan Gabriel Paletta (AC Milan) dan Yannick Cahuzac (Bastia).

Padahal, eks pemain AC Milan itu baru saja mendapatkan kepercayaan Lucien Favre sebagai starter pada laga ini. Setelah sebelumnya dia lebih banyak menghuni bangku cadangan berkat performanya yang cenderung menurun.

Sebelumnya, Balotelli juga sempat mendapatkan larangan bermain setelah mendapatkan kartu merah saat melawan Bordeaux (21/12). Gara-garanya, Balotelli menendang bek Igor Lewczuk jelang pertandingan berakhir. Perangai sekaligus performa yang terus menurun itulah yang membuat Favre hanya memberikan 12 kesempatan Balotelli sebagai starter dan dua kali sebagai pemain pengganti di ajang Ligue 1.

Namun, entraineur Nice Lucien Favre justru tidak menyalahkan Balotelli terhadap insiden kartu merah kali ini. Menurutnya, pemain berdarah Ghana itu tidak melakukan pelanggaran yang fatal. ''Tetapi benar, bahwa ketika harus bermain dengan 10 orang dalam waktu yang tersisa 25 menit adalah sebuah hal yang sulit,'' kata Favre sebagaimana dilansir Goal.

Selain itu, performa Balotelli juga dia nilai cukup baik pada sesi latihan beberapa pekan terakhir. Bahkan, Favre menganggap Balotelli perlu mendapatkan dukungan penuh supaya dia bisa kembali ke posisinya sebagai pemain inti.

''Dalam setiap pertandingan, sebelum para pemain keluar menuju lapangan, saya selalu mengingatkan agar mereka terhindar dari kartu merah dan jangan sampai memberikan penalti pada lawan,'' ujar pelatih berkebangsaan Swiss itu.

Setelah kehilangan eks bintang Manchester City itu, Nice agak keteteran meladeni serangan Lorient. Tuan rumah sendiri begitu berambisi menyamakan skor dan memberikan tekanan hebat pada pertahanan Nice meski untungnya mereka tetap bisa pulang membawa tiga poin berkat gol Cyprien

Balotelli sempat tampil memukau pada awal kedatangannya di Nice awal musim ini. Didapatkan dengan gratis dari Liverpool, pemain kelahiran Palermo, Italia itu sukses mendulang sembilan gol dari 14 laga yang dia mainkan di Ligue 1.

Balotelli sebetulnya bermain cukup bagus dengan banyak berperan mengobrak-abrik pertahanan Lorient meski tidak ada gol yang lahir dari kaki atau kepalanya. Namun, kartu merah kali ini membuat namanya kembali tercoreng.

Meski begitu, rekan setimnya Dante justru memuji sikap Balotelli akhir-akhir ini. ''Dia adalah seorang pemain yang sangat berdedikasi dan sangat fokus, terlepas dari apa yang media katakan tentang dia. Dia sudah mencoba menghilangkan image negatif dan dia adalah pemain yang memiliki personalitas yang bagus,'' ungkap Dante kepada Sport360

Di sisi lain, berkat kemenangan tersebut, Nice kini berhasil merapatkan jarak dengan AS Monaco di peringkat pertama. Monaco sendiri harus terpeleset di kandang Bastia dengan hanya bermain imbang 1-1 (18/2). (okt/jpg)

Berita Sebelumnya

Real Bisa Salip Barca dan United
Real Bisa Salip Barca dan United

Berita Sejenis

Waspadai Misi Bangkit Tuan Rumah

Waspadai Misi Bangkit Tuan Rumah

Madura United baru saja menelan pil pahit. Mereka digunduli Persipura Jayapura 6-0 (19/5).


Hentikan Dominasi Juve Don Carletto!

Hentikan Dominasi Juve Don Carletto!

Napoli memutuskan tidak memperpanjang kontrak kerja allenatore Maurizio Sarri yang habis musim panas tahun ini.


CR7 Waspadai Tiga Trio Liverpool

CR7 Waspadai Tiga Trio Liverpool

Bintang Real Madrid Cristiano Ronaldo angkat bicara soal Liverpool, tim yang akan menjadi lawan Madrid di final Liga Champions di Kiev, Minggu (27/5).


Tim Promosi Bisa Jadi Bulan-bulanan

Tim Promosi Bisa Jadi Bulan-bulanan

Zona degradasi masih menjadi habitat tim promosi PSIS Semarang pada awal musim ini.


Florian Thauvin Tersubur dalam Seperempat Abad

Florian Thauvin Tersubur dalam Seperempat Abad

Sejak penyerang Alen Boksic mencetak 22 gol di Ligue 1 musim 1992-1993 lalu untuk Olympique Marseille tak ada satupun pemain Marseille bisa menyamai capaian itu


Baru Datang Langsung Cemerlang

Baru Datang Langsung Cemerlang

Musim ini baru kali pertama striker Mitra Kukar Fernando Rodriguez bermain di Indonesia.


Raih Sepatu Emas, Salah Lewati CR7 dan Luis Suarez

Raih Sepatu Emas, Salah Lewati CR7 dan Luis Suarez

Musim pertama Mohamed Salah bersama Liverpool di Premier League diwarnai sejumlah rekor.


Robben-Rafinha Ikuti Ribery Bertahan di Bayern

Robben-Rafinha Ikuti Ribery Bertahan di Bayern

Keputusan Franck Ribery yang memperpanjang kontrak bersama Bayern Muenchen untuk satu musim lagi ternyata "menginspirasi" beberapa pemain lainnya.


Duo Manchester Rebutan Jorginho

Duo Manchester Rebutan Jorginho

Hengkangnya Yaya Toure dari Manchester City akhir musim ini membuat Pep Guardiola langsung gerak cepat.


Bisa Apa Milan saat Hadapi Juventus

Bisa Apa Milan saat Hadapi Juventus

Italia selalu membosankan tiga musim terakhir. Juventus selalu mendominasi semua pesta juara domestiknya. Baik scudetto Serie A, ataupun juara Coppa Italia.



Maaf tidak bisa mengambil data, ada masalah dengan server kami!