Sport
Share this on:

Akhirnya PBSI Penuhi Panggilan Kemenpora

  • Akhirnya PBSI Penuhi Panggilan Kemenpora
  • Akhirnya PBSI Penuhi Panggilan Kemenpora

JAKARTA - Kegagalan Indonesia pada Piala Sudirman 2017, menuai perhatian tegas dari pemerintah. Untuk pertama kalinya, langkah Indonesia harus terhenti di fase grup. Padahal, pada edisi-edisi sebelumnya, Indonesia selalu lolos dari babak penyisihan.

Setelah sempat tertunda satu minggu, PP PBSI akhirnya memenuhi panggilan Kemenpora untuk mengevaluasi prestasi mereka usai gagal di turnamen beregu campuran itu. Bertempat di kantor Kemenpora, pertemuan tersebut dipimpin langsung oleh Menpora Imam Nahrawi.

Sekjen PP PBSI Achmad Budiharto mengatakan bahwa pihaknya telah mengungkapkan alasan kegagalan mereka di ajang tersebut. Achmad Budiharto juga sudah meminta maaf dan berjanji untuk segera melakukan evaluasi internal di tubuh PP PBSI.

Dirinya mengatakan, sesungguhnya PBSI sudah melakukan persiapan maksimal sebagaimana di event-event internasional lainnya. Terlebih, Indonesia memiliki misi besar tersendiri yaitu memboyong kembali Piala Sudirman.

?Intinya, hasil kemarin benar-benar diluar ekspektasi kami. Pemain-pemain yang diandalkan untuk bisa mencuri poin malah meleset dan kalah. Padahal, kami sudah memperhitungkan kondisi pemain, track record mereka, dan peringkat pemain. Dan mereka itulah yang kami anggap paling siap terjun,? ujarnya.

Lebih lanjut, Kabidbinpres PP PBSI Susy Susanti menjelaskan bahwa setelah takluk 1-4 oleh India, tim pelatih pun sempat mengubah strategi saat menghadapi Denmark. Strategi itu pun berhasil. Indonesia unggul atas Denmark 3-2. Namun, hasil itu belum bisa membuat Indonesia berhak lolos ke babak selanjutnya.

?Saya bisa mengerti, tekanan anak-anak di sana sangatlah besar. Terbukti saat pemain kita banyak yang membuat kesalahan sendiri. Maklum saja, kami juga sedang masa tahap transisi regenerasi. Semua kan butuh proses,? ujar peraih emas Olimpiade Barcelona 1992 itu.

Ia mengatakan, Piala Sudirman hanyalah salah satu jembatan Indonesia menuju kejuaraan yang menjadi fokus utama skuad Merah Putih saat ini, yaitu SEA Games dan Asian Games. Ia juga sudah menegaskan kepada tim pelatih dan para pemain agar melupakan kekalahan lalu.

?Yang sudah ya sudah. Masih ada turnamen-turnamen lain seperti Indonesia Open, Thomas-Uber, dan SEA Games. Puncak kita memang di Asian Games, karena Indonesia menjadi tuan rumah. Kami tentu tidak ingin malu di rumah sendiri,? tegas Susy.

Evaluasi kegagalan Indonesia tersebut ditanggapi oleh legenda bulu tangkis Indonesia, Christian Hadinata. Peraih emas All England 1972 itu mengatakan bahwa kunci kekalahan Indonesia terletak pada kesalahan susunan pemain.

?Saat melawan India, sebenarnya Indonesia punya potensi di empat nomor. Di atas kertas, semuanya harusnya bisa, kecuali tunggal putri. Tapi semuanya berbalik. Padahal, menghadapi India adalah sebuah pertandingan krusial saat itu,? katanya.

Dia juga menyoroti keputusan tim pelatih menurunkan Della Destiara/Rosyita Eka di pertandingan terakhir. Menurutnya, Greysia Polii dirasa jauh lebih berkompeten di sektor tersebut.

Christian menambahkan, pelatih juga harus sudah mengetahui karakteristik setiap pemainnya. Apalagi, dalam turnamen beregu, Indonesia membutuhkan tipikal pemain yang berani menyerang.

?Harusnya, mereka menurunkan pemain kunci di pertandingan akhir. Jadi, bagaimanapun masih bisa memberikan perlawanan. Seharusnya pelatih sudah memikirkan hal itu,? ucapnya tegas. ?Menurut pengalaman saya, prinsip pertandingan beregu itu ada dua. Di partai yang punya peluang menang, jangan sampai kecurian. Dan di partai yang diperkirakan lemah, justru harus bisa tampil mengejutkan dengan curi poin,? pungkasnya. (tif/jpg)


Berita Sebelumnya

Berita Berikutnya


Berita Sejenis

Kandas di Babak Pertama, Jojo-Ginting Lupakan Dubai

Kandas di Babak Pertama, Jojo-Ginting Lupakan Dubai

Jonatan Christie dan Anthony Sinisuka Ginting akhirnya harus melupakan kesempatan tampil di Super Series (SS) Masters Finals akhir tahun ini.


PR Besar di Sektor Putra

PR Besar di Sektor Putra

Indonesia memang mampu menggondol dua emas. Prestasi itu bahkan melebihi target awal PBSI, yakni satu emas. Namun, masih ada celah yang wajib dibenahi.


Kemenpora Akhirnya Bisa Mencairkan Rp375 Miliar

Kemenpora Akhirnya Bisa Mencairkan Rp375 Miliar

Aktivitas olahraga nasional di tahun depan, sudah seharusnya bergerak lebih cepat dari biasanya.


Jonatan-Anthony Bisa Gagal ke Dubai

Jonatan-Anthony Bisa Gagal ke Dubai

Persatuan Bulu Tangkis Seluruh Indonesia (PBSI) mengincar turnamen bulutangkis berlevel Superseries Premier Denmark Terbuka 17-22 Oktober 2017.


Akhirnya, Wozniacki Pecah Telur

Akhirnya, Wozniacki Pecah Telur

Tanah Tokyo benar-benar berjodoh untuk Caroline Wozniacki.


Absen di Aragon, Peluang Rossi Juara Dunia MotoGP Pupus

Absen di Aragon, Peluang Rossi Juara Dunia MotoGP Pupus

Akhirnya Yamaha mengumumkan bahwa Valentino Rossi tidak akan tampil di GP Aragon, 24 September nanti.


SEA Games gagal Penuhi Target, Peraih Medali Tetap Terima Bonus

SEA Games gagal Penuhi Target, Peraih Medali Tetap Terima Bonus

Meski gagal mencapai target, Pemerintah tetap akan menepati janjinya memberikan bonus kepada peraih medali SEA Games 2017.


Pemenang Sejatinya Tetap Ferrari

Pemenang Sejatinya Tetap Ferrari

Pada akhirnya, Lewis Hamilton memang mendapat hasil sempurna di GP Belgia.


Jangan Pulang Dengan Tangan Hampa

Jangan Pulang Dengan Tangan Hampa

Kosentrasi PB PBSI (Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia) sedang terpecah sepanjang dua pekan terakhir nanti.


Target Realitis Hanya di Ganda Campuran

Target Realitis Hanya di Ganda Campuran

PP PBSI punya ekspektasi besar buat pebulu tangkis yang turun di Asia Junior Championship (AJC) 2017. Khususnya yang ada di nomor perorangan.



Berita Hari Ini

Video

Populer

Maaf tidak bisa mengambil data, ada masalah dengan server kami!