Sport
Share this on:

Belum Kantongi Kitas, Essien dan Cole Terancam Deportasi

  • Belum Kantongi Kitas, Essien dan Cole Terancam Deportasi
  • Belum Kantongi Kitas, Essien dan Cole Terancam Deportasi

Belum dikantonginya Kartu Izin Tinggal Terbatas (Kitas), menyebabkan sejumlah pemain-pemain mahal terancam dipulangkan atau dideportasi.

JAKARTA - Belum dikantonginya Kartu Izin Tinggal Terbatas (Kitas), menyebabkan sejumlah pemain-pemain mahal terancam dipulangkan atau dideportasi. Ironisnya, hal itu mengancam pemain berjuluk marquee player, seperti Michael Essien dan Charlton Cole yang memperkuat Persib Bandung.

Ya, Badan Olahraga Profesional Indonesia (BOPI) memang sudah memberikan syarat ketat kepada operator kompetisi, PT LIB (Liga Indonesia Baru) untuk tidak mengizinkan pemain asing yang belum memiliki Kitas untuk tampil di kompetisi kasta tertinggi tanah air itu.

"Sejak awal kami sudah melarang. Tapi, masih saja mereka membandel," kata Sekjen BOPI, Heru Nugroho.

Memang, pada 12 April lalu, atau tiga hari sebelum kickoff Liga -1 digelar, BOPI mengeluarkan rekomendasi kepada PT LIB untuk menggelar profesional tanah air.

Hanya saja, ada satu catatan yang diberikan oleh BOPI, yaitu larangan bermain bagi pemain asing yang belum mengantongi Kitas tersebut. Catatan itu pun sudah disetejui oleh PT LIB sendiri.

Menurut Heru, sejatinya rekomendasi tersebut belum bisa mereka keluarkan karena masih banyak operator yang belum bisa memenuhi sejumlah syarat. Namun, perasaan BOPI akhirnya melunak juga.

"Tapi, setelah kami berikan keringanan, eh mereka (PT LIB, Red) malah tidak komit dengan kesepakatan awal," tegasnya.

Dengan begitu, pria asal Malang, Jawa Timur itu menambahkan bahwa, dalam waktu dekat mereka akan melaporkan secara resmi kasus tersebut kepada Kementrian Hukum dan Ham atas pelanggaran keimigrasian itu. Sebab, apa yang sudah mereka lakukan tersebut adalah bentuk pelanggaran keras terhadap hukum negara.

"Bagi kami, orang asing yang menjalani aktivitas profesional di Indonesia tanpa mengantongi izin dari negara, adalah bentuk kejahatan serius dan harus segera di tindak," kata Heru. "Jadi, selain kami akan menegur keras operator, kami juga akan meminta pihak keimigrasian untuk mendeportasi para pemain itu," ujarnya.

Heru menambahkan bahwa, saat ini mereka sedang berusaha maksimal untuk merampungkan data-data pemain yang belum mengantongi Kitas tersebut. "Kami belum tahu jumlah pastinya berapa dan klub mana saja yang terlibat. Tapi, kami pastikan, pemain asing yang baru berkompetisi di Indonesia pada dua bulan terakhir, semuanya belum memiliki Kitas," papar dia.

Senada dengan Heru, Kepala Bagian Humas, Direktur Jendral (Dirjen) Keimigrasian, Agung Sampurno mengatakan bahwa, ada sejumlah sanksi tegas kepada para pemain asing yang tetap berkompetisi tanpa belum mengantongi Kitas tersebut. Sanksi tersebut, mulai dari kurungan badan maksimal 5 tahun hingga terancam di deportasikan.

Sementara pihak yang menggunakan jasa mereka, juga terancam denda uang sebesar Rp 500 juta. "Tapi, semua tergantung proses di lapangan. Intinya, dalam waktu dekat, pihak penyidik dari Keimigrasian akan bergerak untuk menindak sejumlah tim yang terdikasi melakukan pelanggaran ini," kata pria asal Jakarta itu.

Chief Executive Oficer (CEO) PT LIB, Risha Adi Wijaya beralasan bahwa, mereka mengizinkan sejumlah marquee player untuk membela klub mereka tersebut, karena sudah mendapat keringanan dari BOPI sendiri. "Kami sudah mendapat persetujuan dari BOPI," kata pria yang tidak lain adalam mantan direktur keuangan Persib itu.

Namun, pernyataan Risha tersebut dibantah langsung oleh Heru. Heru mengakui bahwa ada komunikasi antara mereka dengan PT LIB beberapa jam sebelum pertandingan terkait masalah Kitas Essien dan Cole tersebut. "Tapi, kami tidak menyepakati permintaan mereka. Kami secepatnya melaporkan masalah ini ke pihak Keimigrasian," tegas Heru.

Dari data dokumen yang dimiliki oleh BOPI, dari total empat pemain asing yang dimiliki Persib Bandung, hanya ada dua pemain yang sudah mengantongi Kitas. Mereka adalah Shohei Matsunaga dan Vladimir Vudjovic. Kedua pemain tersebut memang sudah lama berkompetisi di Indonesia. Sementara Cole dan Essien sama-sama baru mengantongi visa wisata.

Dalam perkembangan yang sama, manajer Persib, Umuh Muchtar sengaja melepas tanggung jawab dengan persoalan dua pemain asing mereka tersebut. Menurut dia, Essien dan Cole bisa bermain saat menjamu Arema FC di Stadion Gelora Bandung Lautan Api, 15 April lalu, karena sudah mendapat izin dari pihak operator.

"Jangan salahkan kami dong. Karena apa yang kami lakukan sudah sesuai dengan arahan dari operator. Meski kami tahu bahwa suratnya (kitas) Essien dan Cole belum turun," kata Umuh Muchtar. Pernyataan Umuh tersebut sedikit janggal. Sebab, sehari sebelum kickoff melawan Arema, dia menyatakan bahwa Kitas Essien dan Cole sudah beres. (ben/jpg)

Berita Sebelumnya

Berita Berikutnya


Berita Sejenis

Lorenzo dan Marquez Jatuh, Vinales Juara Lagi

Lorenzo dan Marquez Jatuh, Vinales Juara Lagi

Dua kali. Ya, setelah balapan pembuka di Sirkuit Lusail Qatar, Maverick Vinales kembali menjuarai MotoGP Argentina, Senin (10/4) dini hari WIB.


Anthony dan Praveen/Debby Tembus Delapan Besar

Anthony dan Praveen/Debby Tembus Delapan Besar

Babak 16 besar Swiss Open Grand Prix Gold (GPG) 2017 masih bersahabat buat pebulu tangkis Indonesia.


Pebulu Tangkis Merah Putih Mulus

Pebulu Tangkis Merah Putih Mulus

Performa pebulu tangkis Indonesia belum mendapatkan ujian berarti.


Vinales Asapi Rossi dan Marquez

Vinales Asapi Rossi dan Marquez

Berakhir sudah uji coba pra musim MotoGP 2017 dinihari kemarin. Hanya tersisa dua pekan untuk bersiap menghadapi seri pertama di Qatar.


Marques Takut Belum Fit di Qatar

Marques Takut Belum Fit di Qatar

Jelang uji coba pramusim terakhir MotoGP di Qatar 10 sampai 12 Maret mendatang, Marc Marquez mengaku bahwa kondisinya belum fit 100 persen.


Terjatuh Cukup Keras, Marquez Dislokasi Bahu Kanan

Terjatuh Cukup Keras, Marquez Dislokasi Bahu Kanan

Bisa jadi pernyataan Marc Maequez yang menyebut motornya belum sesempurna yang dia inginkan benar.


Kalahkan Unggulan Kedua, Anthony Lolos ke Delapan Besar

Kalahkan Unggulan Kedua, Anthony Lolos ke Delapan Besar

Bangkit dan belajar dari kesalahan. Itulah kunci Anthony Sinisuka Ginting hingga melaju ke babak delapan besar Grand Prix Gold Thailand Masters.


Jelang Duel, Klitschko-Joshua Mulai Perang Urat Syaraf

Jelang Duel, Klitschko-Joshua Mulai Perang Urat Syaraf

Duel tinju kelas berat antara Anthony Joshua dan Wladimir Klitschko memang baru digelar 29 April mendatang.


Dua Superstar Swiss Bentrok di Semifinal

Dua Superstar Swiss Bentrok di Semifinal

Dua petenis terbaik asal Swiss Roger Federer dan Stanislas Wawrinka akhirnya bentrok di babak semifinal grand slam Australia Terbuka 2017.


Lima Lolos ke Semifinal, Tunggal Putri tanpa Wakil Lagi

Lima Lolos ke Semifinal, Tunggal Putri tanpa Wakil Lagi

Tugas baru para pelatih tunggal putri pelatnas Cipayung dalam sebulan awal di 2017 belum menunjukkan perkembangan besar.



Maaf tidak bisa mengambil data, ada masalah dengan server kami!