Sport
Share this on:

Cabang Olahraga Berharap Tak ada Lagi Keterlambatan

  • Cabang Olahraga Berharap Tak ada Lagi Keterlambatan
  • Cabang Olahraga Berharap Tak ada Lagi Keterlambatan

JAKARTA - Pengetatan anggaran yang diperintahkan Presiden Joko Widodo (Jokowi) memang berpengaruh terhadap anggaran setiap kementerian. Salah satu yang tekena dampaknya adalah pelatnas yang berada di bawah Satlak Prima sebagai perpanjangan tangan Kemenpora.

Sebelumnya, masalah tersebut berdampak nyata dengan dibubarkannya pelatnas tinju di Sukabumi Jawa Barat Selasa lalu (20/12). Kemenpora melalui Deputi IV Bidang Peningkatan Olahraga Prestasi Kemenpora, Gatot S. Dewa Broto menjelaskan kalau pihaknya sudah menyelesaikan masalah tersebut.

Termasuk tunggakan kepada 10 pelatih asing yang turut menangani pelatnas dari 7 cabang olahraga. "Mereka, atlet dan pelatih tidak perlu menunggu di Januari," kata Gatot kemarin (22/12). Menurutnya, langkah tersebut diambil agar tidak mengganggu fokus atlet dan pelatih untuk mencapai prestasi yang diinginkan.

Terlebih lagi, SEA Games tinggal enam bulan ke depan untuk atlet Indonesia mempersiapkan diri. Khusus untuk 10 pelatih asing, Gatot memastikan bahwa pihaknya sudah mentransfer gaji yang bersangkutan kemarin sore. "Jadi memang lebih cepat, yang belum atlet dan pelatih lainnya," urainya.

Sumber dana yang digunakan Kemenpora untuk menyelesaikan tunggakan tersebut berasal dari anggaran pos lain yang belum terserap. "Konsepnya seperti bonus timnas kemarin, syukur kali ini juga bisa dipercepat," lanjut Gatot.

Tunggakan kepada pelatih asing tersebut memang menjadi perhatian sejumlah cabor. PB PABBSI misalnya, mereka mendapatkan support dua pelatih asing, Greg Wilson dan Aveenash Pandoo. Greg belum digaji sekitar 12 bulan, sedangkan Pandoo belum mendapatkan sekitar 9 bulan gaji.

"Kalau Greg sekitar USD 1000, kalau Pandoo USD 5.000," urai Alamsyah Wijaya, manajer pelatnas angkat besi. Berbeda dengan tinju, masalah tersebut sementara ini masih bisa diselesaikan PB PABBSI. Bahkan dengan segala keterbatasan, Pandoo juga tetap profesional mengawal Eko Yuli Irawan dkk di pelatnas.

Pandoo menjelaskan kalau dirinya tetap berkomitmen untuk mendorong atlet Indonesia menemukan peak performancenya. "Saya di pelatnas angkat besi ini sudah seperti keluarga," ujar pelatih asal Afrika Selatan itu.

Sementara itu, pelatnas tinju yang sebelumnya dibubarkan berharap kembali menggelar pemusatan latihan. Adi Swandana, pelatih kepala pelatnas tinju mengungkapkan bahwa program latihan yang sudah dia siapkan cukup terganggu dengan kendala ini.

"Tetapi kami juga realistis, karena kami juga mengincar perbaikan prestasi di SEA Games nanti," terang pelatih asal Bali itu. Tetapi dengan langkah cepat yang diambil Kemenpora kali ini, dia berharap bisa mengumpulkan atletnya kembali di Sukabumi. Apalagi dalam waktu dekat ini akan ada kejuaraan Sabuk Emas Tinju yang akan juga menjadi ajang evaluasi petinju pelatnas. (nap/jpg)

Berita Sebelumnya

Sudah Maksimal, Linda Putuskan Pensiun
Sudah Maksimal, Linda Putuskan Pensiun

Berita Berikutnya


Berita Sejenis

Miller ke Pramac, Redding Aprilia

Miller ke Pramac, Redding Aprilia

Bursa transfer pembalap alias silly season MotoGP menunjukkan pergerakan lagi.


Kubica Ngos-ngosan Jinakkan F1 2017

Kubica Ngos-ngosan Jinakkan F1 2017

Tak ada yang bisa merasakan betapa beratnya mengendarai mobil Formula 1 edisi 2017, selain pembalapnya sendiri.


Juara Asia Lagi, Penegas Kedigdayaan Bola Voli Jepang

Juara Asia Lagi, Penegas Kedigdayaan Bola Voli Jepang

Status tim terkuat di Asia masih layak disandang Jepang.


Ferrari Tak Tertandingi di Hungaroring

Ferrari Tak Tertandingi di Hungaroring

Akhir pekan sempurna bagi Ferrari. Di Hungaroring yang tak menuntut power mesin besar tim Kuda Jingkrak benar-benar tak tertandingi.


Saatnya Red Bull Menyeruduk

Saatnya Red Bull Menyeruduk

Saatnya Red Bull-TAG Heuer unjuk gigi. Sirkuit Hungaroring, Hungaria yang tak terlalu menuntut power mesin besar menunjukkan keberpihakannya kepada mereka.


Target Realitis Hanya di Ganda Campuran

Target Realitis Hanya di Ganda Campuran

PP PBSI punya ekspektasi besar buat pebulu tangkis yang turun di Asia Junior Championship (AJC) 2017. Khususnya yang ada di nomor perorangan.


Mercedes Akhirnya Berlaga di FE

Mercedes Akhirnya Berlaga di FE

Tren mobil listrik yang tak bisa dibendung menarik minat pabrikan-pabrikan besar untuk mengembangkan teknologi terbaik di masa depan.


MotoGP 2017, Musim Aneh yang Sulit Diprediksi

MotoGP 2017, Musim Aneh yang Sulit Diprediksi

Ada yang tak biasa pada persaingan gelar juara dunia MotoGP musim ini.


Petenis Merah Putih Siap Tempur Hadapi Fed Cup

Petenis Merah Putih Siap Tempur Hadapi Fed Cup

Tidak ada waktu istirahat bagi tim tenis Indonesia untuk meraih prestasi.


Seru, Duel Mercedes di Kualifikasi

Seru, Duel Mercedes di Kualifikasi

Lewis Hamilton mengatakan tak ada satupun pembalap yang siap dengan kecepatan mobil baru di Sirkuit Silverstone.



Maaf tidak bisa mengambil data, ada masalah dengan server kami!