Sport
Share this on:

Duo Yamaha Puas dengan Motor Baru

  • Duo Yamaha Puas dengan Motor Baru
  • Duo Yamaha Puas dengan Motor Baru

SEPANG - Sejumlah pengamat menyebut musim ini adalah kesempatan terakhir bagi legenda Italia Valentino Rossi untuk merebut gelar juara dunianya yang ke-10. Sandungan terbesarnya, baik secara mental dan persaingan di trek Jorge Lorenzo sudah hengkang ke Ducati. Tapi kini datang rider lain yang sama cepatnya, menjadi rekan satu timnya di Movistar Yamaha, Maverick Vinales.

Rossi mengaku telah banyak mempelajari gaya balap rekan barunya itu. Bahkan begitu mengetahui bahwa mantan rider Suzuki langsung tampil cepat di uji coba post season di Valencia November lalu, the Doctor langsung mengambil ancang-ancang untuk bertarung keras dengan rider muda yang terpaut 15 tahun dengan dirinya itu.

Selama jedah musim dingin dia berlatih keras. Mempersiapkan fisiknya untuk mengompensasi kelemahan fisiknya yang terus menua saat ini. Rossi juga terus memperhatikan gaya balap rekan setimnya yang baru tersebut.

Di hari pertama uji coba pra musim di Sepang, Malaysia kemarin (30/1) Rossi mengungkapkan hasil analisanya. Yang agak mengejutkan adalah Rossi menyebut gaya balap Vinales lebih mirip dengannya, jika dibandingkan Lorenzo.

''Pertama dia cepat. Khususnya di bagian-bagian trek dimana motor bisa digeber dengan maksimal,'' ungkapnya dalam jumpa pers di hospitality Movistar Yamaha di Sepang, kemarin. Vinales juga memiliki skill pengereman yang kuat. Artinya, Vinales memiliki kemampuan untuk mengerem sangat telat (late braking) ketika memasuki tikungan.

Namun, lanjut Rossi, dalam hal akselerasi Vinales membalap seperti rider-rider kebanyakan. Dalam istilah Rossi ?normal? jika dibandingkan dengan Lorenzo. Sedangkan Lorenzo sangat halus saat memasuki tikungan dan juga caranya memilih racing line berbeda dari dirinya.

Jadi bagaimana Rossi menghadapi pembalap yang memiliki riding style sama dengannya dan mengendarai motor yang sama pula? Menjawab pertanyaan itu, Rossi memastikan, baginya tidak akan ada perbedaan berarti. Meskipun dia mengakui akan lebih mudah menghadapi rider yang memiliki gaya balap sama seperti Vinales.

Dua rider Movistar Yamaha Valentino Rossi dan Maverick Vinales untuk kali pertama menjajal motor baru yang bakal mereka pakai sepanjang musim 2017 kemarin. Bagi Rossi dia merasakan perbedaan besar dalam arti positif jika dibandingkan dengan motor prototype yang diujinya di Valencia November lalu.

''(Untuk mesin) Kami bekerja keras pada sisi elektroniknya. Chassis, kami masih pakai yang lama. Tapi besok (hari ini) kami akan mencoba chassis yang berbeda,'' papar Rossi yang secara keseluruhan mengaku sangat senang dengan motor barunya.

Saat membandingkan dengan mesin generasi lama, Rossi mengaku mendapatkan feeling yang bagus sejak pertama menggebernya. Kecepatan dan akselerasinya lebih baik.

Rossi juga menyatakan bahwa tanpa winglet motor menjadi lebih gampang wheelie (roda depan terangkat) saat keluar tikungan. Meski di Sepang perbedaan itu tidak terlalu terasa. Karena karakter sirkuitnya cepat. Namun bakal sangat terasa saat balapan dilakukan di trek pelan. ''Kami menggunakan winglet hanya untuk mengurangi wheelie. Lain itu tidak. Jadi secara umum tidak akan jauh berbeda,'' tandasnya.

Karena berlatih keras sepanjang musim dingin Rossi mengaku di hari pertama uji coba kemarin kondisi fisiknya belum 100 persen. ''Pagi ini aku bangun dan kepalaku sangat pusing. Selama satu setengah jam aku tidak keluar kamar, tanpa lampu, tanpa suara apapun. Berusaha untuk mengembalikan kesadaranku,'' terang pembalap yang baru saja berlibur ke Labuan Bajo, NTT pekan lalu tersebut.

Sama dengan Rossi, Vinales juga surprise dengan kamajuan yang didapat motornya jika dibandingkan dengan saat kali pertama menjajalnya di Valencia, dan bahkan saat melakoni uji coba privat di Malaysia November lalu.

Di hari pertama kemarin dia mengaku fokus pada simulasi balap. Menurutnya sangat penting untuk mengetahui batas kemampuan motornya saat digeber terus-menerus dalam 20 lap atau lebih. Karena itu rider Spanyol tersebut mengaku tidak mengejar waktu lap. ''Aku menemukan banyak potensi pada motor ini dan karenanya kami bisa fokus pada pengembangan di sisi lainnya,'' tandasnya.

Vinales juga membandingkan kemampuan motor lamanya Suzuki dan Yamaha di sirkuit yang sama, Sepang. Dia berpendapat Suzuki bisa tampil cepat di Sepang, namun Yamaha lebih konsisten jika dilihat pada racepace.

''Anda tahu Yamaha bisa digeber dengan cepat setiap saat,'' ujarnya. (cak/jpg)

Berita Sebelumnya

Berita Berikutnya


Berita Sejenis

Jempol! Enam Laga Tak Terkalahkan

Jempol! Enam Laga Tak Terkalahkan

Tim polo air putra Jatim memastikan posisi sebagai juara umum dengan sempurna.


Thiem Lolos dari Lubang Jarum

Thiem Lolos dari Lubang Jarum

Dua tahun terakhir petenis Austria Dominic Thiem mencuri perhatian dengan selalu mencapai semifinal grand slam tanah liat Prancis Terbuka.


Ducati Belum Sempurna, Suzuki Percaya Diri

Ducati Belum Sempurna, Suzuki Percaya Diri

Insiden antara Valentino Rossi (Yamaha) dan Marc Marquez (Honda) di GP Argentina (8/4) menjadi berkah bagi Andrea Dovizioso.


Suzuki Buru Tandatangan Lorenzo

Suzuki Buru Tandatangan Lorenzo

Suzuki masih kesulitan mengembalikan performa terbaiknya setelah ditinggal Maverick Vinales ke Yamaha akhir 2016 lalu.


Dorna Turun Gunung Selesaikan Masalah Rossi-Marquez

Dorna Turun Gunung Selesaikan Masalah Rossi-Marquez

Perseteruan pembalap Movistar Yamaha Valentino Rossi dan Repsol Honda Marc Marquez membuat CEO Dorna, Carmelo Ezpeleta merasa harus turun gunung.


Yamaha Desak Hukuman Lebih Keras

Yamaha Desak Hukuman Lebih Keras

Sudah lama padam, api pertikaian antara Valentino Rossi dan Marc Marquez kembali dipantik. Kali ini, Marquez yang menyulutnya.


Kalau Begini, Yamaha Sulit Juara

Kalau Begini, Yamaha Sulit Juara

MotoGP 2018 baru memasuki seri kedua. Tapi pilot Movistar Yamaha Maverick Vinales tak mampu lagi menahan frustasi.


Semua Pulang dengan Tenang

Semua Pulang dengan Tenang

Persebaya Surabaya senang, Bonek juga tenang. Persebaya pulang dengan satu angka setelah imbang 1-1 dari Persela Lamongan.


Laga Pertama Langsung ke Final

Laga Pertama Langsung ke Final

Final Miami Open mempertemukan dua juara baru Grand Slam.


Gagal Ukir Kenangan Manis

Gagal Ukir Kenangan Manis

Keinginan CLS Knights Indonesia untuk menutup dua laga terakhir ASEAN Basketball League (ABL) 2018 dengan kemenangan sepertinya takkan terwujud.



Berita Hari Ini

Populer

Maaf tidak bisa mengambil data, ada masalah dengan server kami!