Sport
Share this on:

Greysia/Apriani Awal Menjanjikan Ganda Putri

  • Greysia/Apriani Awal Menjanjikan Ganda Putri
  • Greysia/Apriani Awal Menjanjikan Ganda Putri

BANGKOK - Dua pekan lalu, Indonesia babak belur di ajang beregu campuran, Sudirman Cup 2017. Namun, pebulu tangkis Indonesia kembali berbenah dan bisa mengambil kesempatan meraih juara di Thailand Open Grand Prix Gold.

Total ada dua gelar yang diraih skuad Cipayung dari tiga nomor yang tampil di final. Ganda putri, Greysia Polii/Apriani Rahayu membayar lunas kepercayaan dan ekspektasi tim pelatih pelatnas.

Pada final yang berlangsung di Nimibutr Stadium, Bangkok, Thailand kemarin, Greysia/Apriani menang dua game atas wakil tuan rumah, Chayanit Chaladchalam/Phataimas Muenwong, 21-12, 21-12. Kemenangan tersebut menjadi gelar perdana buat pasangan yang baru turun secara resmi di Sudirman Cup lalu.

Khususnya buat Apriyani, gelar tersebut memberikan asa besar buat pebulu tangkis yang tahun lalu masih berkompetisi di level junior. Performa dia cukup matang, terlebih lagi, dia tidak canggung walaupun berpasangan dengan seniornya.

Meskipun, tarpaut usia 10 tahun, Apriani dengan nyaman melakukan komunikasi dengan seniornya itu. "Hari ini saya senang sekali sekaligus bangga, pertama kali juara di level GPG," terang Apriani dalam surat elektronik PP PBSI kemarin.

Dalam kondisi ini, merengkuh gelar sekelas GPG adalah hal biasa buat Greysia. Poin penting yang cukup terlihat adalah, dia mampu membawa Apriani berjuang bersama.

Satu gelar Indonesia lainnya datang dari ganda putra. Adalah Berry Angriawa/Hardianto yang kembali tampil mengejutkan. Ganda putra yang resmi berpasangan awal 2017 ini lunas membayarkan kegagalan di Thailand Masters Februari lalu. Saat itu, mereka hanya mentok di semifinal.

Thailand Open GPG kali ini menjadi gelar kedua buat pasangan yang sebelumnya menempati peringkat 33 BWF itu. "Step by step, ini harusnya menambah kepercayaan diri mereka untuk turnamen berikutnya," terang Aryono Miranat, asisten pelatih ganda putra saat dihubungi Jawa Pos (induk radartegal.com).

Aryono yang mendampingi Berry/Hardi memang melihat chemistry keduanya sudah terlihat sejak menjuarai Malaysia Masters 2017. Dengan demikian, opsi ganda putra Indonesia semakin melimpah. Karena Berry/Hardi yang diproyeksikan sebagai pelapis, rupanya siap untuk memberikan perlawanan di turnamen yang lebih tinggi levelnya.

Sayangnya, pesta gelar Indonesia belum komplet. Ini setelah Jonatan Christie, harapan tunggal putra Indonesia harus kalah dari Sai Praneeth dalam rubber game. Padahal, Jojo (sapaan Jonatan) sempat unggul di game pertama, 21-17, sebelum akhirnya kalah di dua game berikutnya, 18-21, 19-21.

Sedangkan, All Thailand Finals di tunggal putri menjadi milik Ratchanok Intanon. Dia mengakhiri perlawanan kompatriotnya, Busanan Ongbamrugpha,21-18, 12-21, 21-16. (nap/jpg)

Berita Sebelumnya

Hanya Kecolongan Satu Game
Hanya Kecolongan Satu Game

Berita Berikutnya

Mugello Benar-benar Milik Italia
Mugello Benar-benar Milik Italia

Berita Sejenis

Kecolongan di Ganda Kedua, Tim Uber Gagal ke Semifinal

Kecolongan di Ganda Kedua, Tim Uber Gagal ke Semifinal

Indonesia dikalahkan Thailand pada perempat final Uber Cup 2018.


Comeback, Serena Bukan Unggulan di Prancis Terbuka

Comeback, Serena Bukan Unggulan di Prancis Terbuka

Mantan ranking satu dunia tunggal putri Serena Williams memutuskan tampil untuk kali pertama di ajang grand slam tahun ini melalui Prancis Terbuka.


Kevin: Service Judge Suruh Main Badminton Dulu!

Kevin: Service Judge Suruh Main Badminton Dulu!

Marcus Fernaldi Gideon dan Kevin Sanjaya Sukamuljo benar-benar tak bisa menerima kekalahannya oleh ganda Thailand Kittisak Namdash/Nipitphon Phuangphuapet.


Potensi Ciptakan All Indonesian Open

Potensi Ciptakan All Indonesian Open

Bagi Berry Angriawan/Hardianto, ganda putra pelapis di pelatnas PP PBSI, turnamen yang mereka ikuti dalam dua minggu terakhir menjadi ujian tersendiri.


Ganda Putri Tak Banyak Pilihan

Ganda Putri Tak Banyak Pilihan

Tim putri Indonesia berada di seeded kedelapan pada gelaran Uber Cup 2018.


Lawan Malaysia Tentukan Nasib Tim Uber

Lawan Malaysia Tentukan Nasib Tim Uber

Tim putri Indonesia bakal melakoni perjuangan berat di Thomas-Uber Cup 2018.


Tunggal dan Ganda Putra Habis

Tunggal dan Ganda Putra Habis

Babak kedua Badminton Asia Championship kemarin, seluruh wakil tunggal dan ganda putra Indonesia rontok.


Misi Pembuktian Hanna

Misi Pembuktian Hanna

Tim putri Indonesia kini tengah mempersiapkan diri menuju Thomas-Uber Cup 2018.


Tantangan Besar buat Wakil Pelatnas

Tantangan Besar buat Wakil Pelatnas

Dari lima wakil ganda campuran pelatnas pratama, dua di antaranya harus rontok pada babak pertama Malaysia International Challenge (IC) 2018.


Alarm Bahaya Mercedes

Alarm Bahaya Mercedes

Keunggulan Ferrari 2-0 di awal musim balap Formula 1 2018, sama sekali bukan kondisi ideal bagi Mercedes.



Maaf tidak bisa mengambil data, ada masalah dengan server kami!