Sport
Share this on:

Hamilton: Ini Pertarungan Terliarku!

  • Hamilton: Ini Pertarungan Terliarku!
  • Hamilton: Ini Pertarungan Terliarku!

Dalam 10 tahun terakhir, tidak pernah ada juara yang sama di GP Spanyol.

BARCELONA - Dalam 10 tahun terakhir, tidak pernah ada juara yang sama di GP Spanyol. Tapi tadi malam, pembalap Mercedes Lewis Hamilton mematahkan statistik sakral tersebut. Setelah melewati pertarungan paling epik sepanjang musim ini melawan bintang Ferrari Sebastian Vettel, Hamilton menambah rekor kemenangannya di Barcelona menjadi dua kali. Itu menyusul yang pertama pada 2014.

Keseruan GP Spanyol di Circuit de Barcelona-Catalunya langsung tersaji saat start. Vettel yang memulai balapan dari posisi kedua sukses menyalip pemegang pole position Hamilton di Tikungan 1. Namun drama terjadi antara Max Verstappen (Red Bull-TAG), Kimi Raikkonen (Ferrari), dan Valtteri Bottas (Mercedes) saat berebut posisi di tikungan yang sama. Senggolan yang terjadi antara ketiganya membuat suspensi roda kiri Raikkonen patah. Begitu juga dengan suspensi Verstappen, yang berstatus juara bertahan GP Barcelona. Keduanya harus tereliminasi dari balapan lebih cepat.

Steward langsung menyatakan akan melakukan investigasi atas insiden tersebut. Meski begitu, belakangan sang pengawas balapan tidak menjatuhkan sangsi apapun kepada tiga pembalap tersebut.

Begitu mengambil alih posisi terdepan Vettel dengan mudah membuat jarak dengan Hamilton. Sampai pada Lap 15 Vettel melakukan pit stop pertama. Strategi untuk melakukan undercut seperti dilakukan pada GP Tiongkok dijalankan. Pembalap Jerman itu mengganti ban dengan soft dan keluar di posisi ketiga di belakang Bottas.

Dengan menggunakan ban baru Vettel punya pace dua detik lebih cepat dari Hamilton yang memimpin lomba. Pada Lap 20 Hamilton sempat meminta untuk segera pit stop karena posisinya terancam. Namun timnya tidak mengijinkan karena mereka ingin mengambil keuntungan di bagian akhir lomba.

Mercedes akhirnya meminta Hamilton pit stop di Lap 21. Berbeda dengan Vettel juara dunia tiga kali itu memasang ban medium. Pada posisi tersebut Bottas melakukan tugasnya dengan baik menghambat laju Vettel. Beberapa kali pembalap Finlandia itu menggagalkan upaya Vettel untuk menyalipnya dan merebut posisi terdepan.

Tapi ban soft pada mobil Bottas sudah bertahan 24 lap, sedangkan Vettel menggunakan ban lebih fresh. Apalagi ban Bottas sudah “terluka” saat mengalami lock up di di sesi Kualifikasi 2, Sabtu (13/5). Akhirnya pada Lap 25 Bottas menyerah dan disalip Vettel di trek lurus menuju Tikungan 1, setelah sebelumnya mengalami lock up parah di Tikungan 10. Bottas kemudian pit di dua lap berikutnya dengan menggantinya dengan ban medium.

Hamilton yang berada di posisi kedua bertanya tentang pace Vettel kepada pit wall Mercedes dan apakah dia perlu terus menjaga jaraknya dengan pembalap Jerman itu. Jawaban Mercedes menyenangkan, karena Vettel masih perlu mengganti ban ke medium di pit stop keduanya, sementara Hamilton tidak perlu, karena sudah melakukannya. Kabar itu membuat Hamilton bersemangat.

Pada Lap 35 terjadi insiden tabrakan antara Felipe Massa (Williams-Mercedes) dan Stoffel Vandoorne (McLaren-Honda) di Tikungan 1. Vandoorne seperti tak melihat Massa sudah masuk dari dalam tikungan untuk menyalipnya. Akibat insiden tersebut virtual safety car (VSC)keluar untuk mengevakuasi mobil Vandoorne.

Memanfaatkan VSC Hamilton pit stop di Lap 37 dan mengganti ban mediumnya dengan soft. Vettel juga pit kedua dengan mengganti ban medium. Saat Vattel keluar pitlane, Hamilton yang berusaha melakukan undercut mengalami senggolan saat akan masuk ke Tikungan 1. Tapi Vettel sukses mempertahankan posisinya.

Tapi Vettel menggunakan ban medium yang secara teori lebih lambat dari soft milik Hamilton. Benar saja, pada Lap 44 sama dengan nomor start mobil Hamilton #44, pembalap Inggris tersebut sukses menyalip Vettel di Tikungan 1 setelah memanfaatkan DRS. ''Hilang sudah peluang (menang),'' ucap Vettel melalui radio begitu Hamilton menyalip. Tapi pit wall Ferrari menjawab dengan nada optimistis karena menduga Hamilton akan kesulitan di akhir balapan dengan ban soft karena masih 22 lap tersisa.

Saat itu jarak Hamilton dengan Vettel sudah 3,7 detik. Dalam beberapa lap Vettel mampu memperpendak jarak sampai 0,3 detik. Sampai pada Lap 60 peristiwa yang hampir sama di GP Rusia, terjadi lagi di Barcelona. Pada Lap 60 di tengah traffic melewati pembalap-pembalap yang terkena overlap Felipe Massa menutup jalur Vettel di Tikungan 10 dan bahkan nyaris terjadi senggolan sayap depan mobi Vettel dengan roda belakang mobil Massa. ''Mengapa selalu ada Massa di mana-mana?,'' teriak Vettel kesal.

Tentu dengan “bantuan” Massa itu harapan Vettel memburu Hamilton langsung pupus. Dari yang awalnya jarak keduanya 3,6 detik menjadi empat detik, enam lap sebelum finis. Akhirnya Hamilton finis dengan catatan waktu 1 jam 35 menit 56,497 detik. Lebih cepat 3,4 detik dari Vettel. Disusul Daniel Ricciardo (Red Bull) dengan jarak 1 menit 15,820 detik.

Hamilton tak cuma bungah dengan kemenangan ke-55, tapi juga menikmati duel sengitnya dengan Vettel. ''Ini adalah pertarungan paling “liar” yang bisa aku ingat, dan aku sangat menyukainya. (Tontonan seperti) inilah yang dibutuhkan balapan Formula 1 dan untuk alasan inilah aku membalap,'' ucap Hamilton.

Kesuksesan Hamilton tersebut tidak diikuti oleh Bottas yang harus do not finish (DNF) pada Lap 40. Ada api keluar dari mesinnya. Dengan hasil kemarin Hamilton memimpin klasemen pembalap dengan keunggulan enam poin dari Vettel (104-98). Sementara di posisi ketiga Bottas membayangi dengan 68 poin. (cak)

Berita Sebelumnya

Tunggal Putri Tersisa Satu
Tunggal Putri Tersisa Satu

Berita Berikutnya


Berita Sejenis

Malam Ini Tiba, Besok Langsung Latihan

Malam Ini Tiba, Besok Langsung Latihan

Tim Indonesia akan kembali menginjak tanah air hari ini. Tadi malam waktu Gold Coast, tim mulai mengemasi semua barang.


Juarai Madrid Open, Modal Besar Nadal ke Prancis Terbuka

Juarai Madrid Open, Modal Besar Nadal ke Prancis Terbuka

Petenis paling hot saat ini bukan ranking satu dunia Andy Murray. Bukan juga Novak Djokovic yang ada di peringkat dua.


Pembuktian Siapa Tim Terbaik

Pembuktian Siapa Tim Terbaik

Suhu di Stadion Andi Mattalatta, Makassar, malam ini dipastikan meninggi.


Kalahkan Chavez Jr, Selanjutnya Buru Golovkin

Kalahkan Chavez Jr, Selanjutnya Buru Golovkin

Saul 'Canelo' Alvarez menahbiskan diri sebagai petinju terbaik yang dimiliki Meksiko saat ini.


Rasis, Petenis Ini Dicekal di Wimbledon dan Prancis Terbuka

Rasis, Petenis Ini Dicekal di Wimbledon dan Prancis Terbuka

Si tukang rasis Ilie Nastase mendapat hukuman tambahan.


Di Jerez, Vinales dan Marquez Ingin Kalahkan Rossi

Di Jerez, Vinales dan Marquez Ingin Kalahkan Rossi

Sama-sama berbagi satu do not finish (DNF) di tiga seri pembuka MotoGP Vinales dan Marquez akan memulai lagi rivalitasnya akhir pekan ini.


Rossi Masih Punya Nyali dan Cepat

Rossi Masih Punya Nyali dan Cepat

Setelah melewati tiga balapan pembuka MotoGP, semakin jelas bahwa musim ini adalah kesempatan emas bagi Valentino Rossi.


Turunkan Standar Dari Kitas ke Imta

Turunkan Standar Dari Kitas ke Imta

Badan Olahraga Profesional Indonesia (BOPI) akhirnya melunak soal administrasi pemain asing yang berkompetisi di Liga-1 musim ini.


Ganda Campuran Terpuruk, Richard Maksimalkan Pelapis

Ganda Campuran Terpuruk, Richard Maksimalkan Pelapis

Ganda campuran saat ini dalam kondisi terpuruk. Tahun lalu, Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir memang bisa mendulang emas di Olimpiade Rio 2016.


Yes! Poin Penalti MotoGP Dihapus

Yes! Poin Penalti MotoGP Dihapus

Sistem poin penalti yang pernah mengubur harapan Valentino Rossi menjuarai MotoGP 2015 bakal dihapus musim ini.



Populer

Maaf tidak bisa mengambil data, ada masalah dengan server kami!