Sport
Share this on:

Hukuman Seumur Hidup untuk Otak Doping

  • Hukuman Seumur Hidup untuk Otak Doping
  • Hukuman Seumur Hidup untuk Otak Doping

LAUSANNE - Salah satu otak dibalik skandal doping raksasa yang dilakukan dunia olahrga Rusia kemarin mendapat hukuman berat dari Pengadilan Arbitrase Olahraga Dunia (CAS). Mantan kepala Komisi Medis Federasi Atletik Rusia (RUSAF), Dr Sergei Portugalov resmi dijatuhi hukuman larangan aktif dalam dunia olahraga seumur hidup.

Dalam keputusannya, CAS menyebut pengadilan berhasil membuktikan Portugalov terlibat aktif dalam skandal doping tersebut. Aktifitasnya sangat bertentangan dengan aturan hukum olahraga, khususnya dalam aturan Federasi Atletik Internasional (IAAF).

“Sebagai konsekuensi akan hal tersebut, sejak 10 Maret 2017 Dr Portugalov resmi dijatuhi hukuman larangan aktif dalam dunia olahraga seumur hidup,” tulis CAS dalam rilis resmi mereka.

Dalam laporan investigasi Badan Anti Doping Dunia (WADA), Portugalov disebut sebagai tokoh utama dibalik skandal doping yang dilakukan Rusia selama puluhan tahun. Dia tercatat telah aktif sebagai dokter olahraga kontingen Olahraga Rusia sejak 1984 (saat itu masih Uni Soviet).

Selama puluhan tahun tersebut, Portugalov jauh dari sorotan publik. Meski begitu, sumber New York Times menyatakan, di dunia olahraga Rusia, Portugalov dikenal sebagai sosok yang disegani dalam bidang ilmu kesehatan olahraga.

Dokter keturunan Yahudi Portugal tersebut kerap memiliki jabatan strategis di beberapa cabang olahraga (cabor). Selain atletik, pada 2009 dia tercatat masuk dalam tim medis atlet renang Rusia. Meski berpindah-pindah cabor, tugas utama Portugalov hanya satu. Yakni “meningkatkan” performa atlet Rusia.

Nama Portugalov baru mencuat pada Desember 2014. Itu ketika wistleblower WADA yakni mantan pelari nomor 800 meter Rusia Yulia Stepanova menyebut Portugalov sebagai sosok yang melindunginya dalam menggunakan doping.

Dalam wawancara khusus dengan ARD, Stepanova menyebut Portugalov dan Grigory Rodchenkov, Ketua Badan Anti doping Rusia berani menjamin keselamatannya. Hasil tes doping Stepanova diatur sedemikian rupa agar tetap negatif dan lolos mengikuti berbagai kejuaraan internasional.

Kejahatan Portugalov makin terkuak pasca WADA merilis laporan investigasi mereka pada 2015. Saat itu WADA menyebut Potugalov sebagai tokoh kunci peningkatan performa atlet Rusia melalui obat-obatan doping.

“Dia adalah sosok yang selama ini menyuntikkan langsung doping kepada atlet. Dia juga melakukan aktivitas bisnis untuk jasa melindungi para para atlet yang terlibat penggunaan obat-obat terlarang,” tulis WADA dalam laporan resmi mereka dilansir BBC.

Pada Agusuts 2016 beredar surat yang menguatkan laporan investigasi WADA tersebut. Surat bertahun 1983 tersebut merupakan rekomendasi pemberian zat steroid untuk para atlet Uni Soviet yang akan bertanding di berbagai kejuaraan dunia.

Surat itu ditujukan kepada seluruh tim medis cabang olaharaga kontingen Rusia dan ditandatangani langsung oleh Portugalov yang saat itu menjabat sebagai Ketua tim Dokter Olahraga Uni Soviet.

Menanggapi keputusan CAS, Federasi Atletik Rusia menyatakan Portugalov sudah tidak lagi menjabat sebagai pengurus Federasi tersebut sejak empat tahun terakhir. Mereka juga menyatakan saat ini sedang terus berusaha keras keluar dari sanksi IAAF dengan terus melakukan reformasi besar-besaran di lembaga tersebut. (irr/jpg)

Berita Sebelumnya

Vinales Asapi Rossi dan Marquez
Vinales Asapi Rossi dan Marquez

Berita Berikutnya

Pebulu Tangkis Merah Putih Mulus
Pebulu Tangkis Merah Putih Mulus

Berita Sejenis

Melo Makin Dekat ke Cavaliers

Melo Makin Dekat ke Cavaliers

Sehari pasca Golden State Warriors keluar sebagai juara NBA 2017, peta perburuan pemain untuk musim depan mulai menghangat.


Rossi Lebih Pede Pakai Chassis Motor Barunya

Rossi Lebih Pede Pakai Chassis Motor Barunya

Uji coba resmi MotoGP di Sirkuit Montmelo, Barcelona selama dua hari dimanfaatkan betul bagi Yamaha untuk mendapatkan kembali performa terbaiknya.


Menang di Catalunya, Dovizioso Dekati Vinales

Menang di Catalunya, Dovizioso Dekati Vinales

Butuh enam tahun bagi Ducati untuk merasakan kemenangan di MotoGP setelah Andrea Iannone menjadi kampiun di GP Austria tahun lalu.


Tak Ada Anak Emas di Mercedes

Tak Ada Anak Emas di Mercedes

Mercedes menegaskan akan tetap memberik kebebasan kepada kedua pembalapnya untuk bertarung satu sama lain.


Rossi Fit, Siap Menang di Mugello

Rossi Fit, Siap Menang di Mugello

Jika ada kesempatan emas bagi Maverick Vinales untuk “melarikan diri” dari kejaran para pesaingnya, aka akhir pekan inilah waktunya.


Penghormatan untuk Hayden

Penghormatan untuk Hayden

Mendiang mantan juara dunia MotoGP Nicky Hayden akhirnya dimakamkan kemarin (30/5).


Jelang MotoGP Mugello, Rossi Kecelakaan Motorcross

Jelang MotoGP Mugello, Rossi Kecelakaan Motorcross

Para penggemar Valentino Rossi, terutama di negeri asalanya Italia, nyaris kehilangan harapan untuk menyaksikan Rossi tampil di Mugello pekan depan.


Ferrari Semakin Cepat dan Konsisten

Ferrari Semakin Cepat dan Konsisten

Ferrari dan Mercedes memiliki peluang yang sepadan untuk menjadi yang tercepat pada GP Monaco yang akan berlangsung Minggu (28/5).


Juara Dunia MotoGP? Vinales Hanya Perlu Main Aman

Juara Dunia MotoGP? Vinales Hanya Perlu Main Aman

Sudah dua kali Yamaha menunda pesta untuk merayakan kemenangan ke-500 di ajang MotoGP.


Rasis, Petenis Ini Dicekal di Wimbledon dan Prancis Terbuka

Rasis, Petenis Ini Dicekal di Wimbledon dan Prancis Terbuka

Si tukang rasis Ilie Nastase mendapat hukuman tambahan.



Maaf tidak bisa mengambil data, ada masalah dengan server kami!