Sport
Share this on:

Ketahuan Doping, 14 Atlet Disanksi

  • Ketahuan Doping, 14 Atlet Disanksi
  • Ketahuan Doping, 14 Atlet Disanksi

JAKARTA - Setelah sempat menunggu sekian lama, akhirnya Kemenpora bersama Lembaga Anti-Doping Indonesia (LADI) mengumumkan 14 nama atlet yang dinyatakan memakai doping pada ajang PON XIX Jabar dan Peparnas XI 2016 lalu. Pengumuman tersebut disampaikan langsung oleh Ketua Dewan Disiplin Anti-Doping, Cahyo Adi di kantor Kemenpora, kemarin.

Dari 14 atlet yang terbukti mengkonsumsi zat terlarang, 12 di antaranya adalah atlet PON. Sedangkan 2 orang lainnya adalah peserta Peparnas. Namun, sementara ini, Dewan Disiplin baru dapat mengumumkan hasil putusan hukuman kepada 5 atlet saja. Sebab, mereka tidak mengajukan banding setelah proses hearing terhadap hasil tes tersebut.

Hukuman yang mereka terima pun beragam, mulai dari 6 bulan hingga hukuman maksimal 4 tahun. Keputusan tersebut bergantung pada jenis zat yang mereka konsumsi.

?Kalau zat spesifik seperti steroid, hukumannya empat tahun. Kalau mereka menggunakan zat non spesifik, akan mendapat peringatan, teguran, hingga hukuman setengah dari hukuman maksimal yakni 2 tahun,? ujar Cahyo.

Adapun lifter Kaltim Awang Latiful Habir, diputus bebas dari hukuman. Sebab, zat yang ditemukan dalam urinnya tersebut baru disahkan dalam golongan zat doping mulai 2017. Adapun, Awang menjalani tes doping pada 2016.

?Saat itu, higenamine, zat yang dikonsumsi Awang, belum dinyatakan sebagai zat terlarang. Untung saja,? ucapnya.

Sementara itu, proses banding ingin ditempuh 9 atlet PON dan Peparnas 2016. Mereka meminta peninjauan ulang terhadap sanksinya. Dua dari sembilan nama tersebut adalah Jendri yang dihukum maksimal selama 4 tahun dan I Ketut yang diberi sanksi selama 2 tahun.

?Jendri menggugat karena lamanya sanksi yang ia terima. Kalau Ketut, meminta peninjauan sanksi larangan maksimal,? ungkap Cahyo.

Sementara tujuh sisa atlet lainnya akan membuka sampel B. ?Untuk sisanya, kami tidak bisa sebut dulu masa hukumannya karena belum ada putusan resmi dari Dewan Banding,? ungkap Cahyo.

Sesmenpora Gatot S. Dewa Broto menuturkan, sidang banding akan dilakukan setelah surat susunan anggota dan ketua Dewan Banding ditetapkan. Nantinya, Dewan Banding akan diambil dari praktisi hokum, perwakilan atlet, dan tim medis.

?Kami akan menyusun itu secepatnya. Jika itu sudah disahkan Menpora, Dewan Banding baru dapat melakukan tugasnya,? kata Gatot.

Gatot juga menjelaskan bahwa atlet yang mendapatkan hukuman maksimal 4 tahun, terancam tidak dapat tampil di PON XX Papua pada 2020 mendatang. ?Yang namanya peraturan, ya harus dipatuhi dengan tegas. Sanksi yang sudah ditetapkan harus dipenuhi. Juga termasuk mengembalikan bonus dan medali yang telah diberikan,? tegas Gatot. (tif/jpg)


Berita Sebelumnya

Skuad Sudirman Cup Tanpa Butet
Skuad Sudirman Cup Tanpa Butet

Berita Berikutnya

Di Jerez, Pedrosa Lebih Cepat
Di Jerez, Pedrosa Lebih Cepat

Berita Sejenis

Terlibat Pengaturan Skor, Sembilan Pebasket Nasional Disanksi

Terlibat Pengaturan Skor, Sembilan Pebasket Nasional Disanksi

PB Perbasi (Pengurus Besar Persatuan Bola Basket Seluruh Indonesia) mengeluarkan sanksi mengejutkan.


Jawara Maraton Olimpiade Rio Terbukti Doping

Jawara Maraton Olimpiade Rio Terbukti Doping

Berita mengejutkan datang dari Kenya. Jemima Sumgong kemarin resmi mendapatkan sanksi larangan bertanding selama empat tahun.


Di Mata Atlet, Satlak Prima Tak Begitu Membantu

Di Mata Atlet, Satlak Prima Tak Begitu Membantu

Atlet dan mantan atlet nasional ternyata tidak semuanya kompak untuk menolak keputusan pemerintah untuk membubarkan Satlak Prima.


Bawa Pulang Dua Emas dari AIMAG, Merah Putih Lebihi Ekspektasi

Bawa Pulang Dua Emas dari AIMAG, Merah Putih Lebihi Ekspektasi

Asian Indoor & Martial Art Games (AIMAG) 2017 menjadi salah satu multievent untuk bersiap menuju Asian Games 2018 buat atlet Indonesia.


Merah Putih Kunci Juara Umum Lebih Cepat

Merah Putih Kunci Juara Umum Lebih Cepat

Atlet difabel Indonesia memperlihatkan perjuangan luar biasa di multievent olahraga se Asia Tenggara, Asean Paragames (APG) 2017.


Raih 37 Emas, Merah Putih Kukuh di Puncak

Raih 37 Emas, Merah Putih Kukuh di Puncak

Atlet-atlet difabel Indonesia membuktikan kemampuan mereka di ajang ASEAN Paragames (APG) 2017.


WADA-McLaren Terima Gugatan

WADA-McLaren Terima Gugatan

Tiga pembalap sepeda Rusia resmi mengajukan tuntutan hukum kepada Badan Anti Doping Dunia (WADA) dan ketua tim investigasi WADA, Richard McLaren.


Kontingen Indonesia Berangkat H-2 Pertandingan

Kontingen Indonesia Berangkat H-2 Pertandingan

Tim Chief de Mission (CdM) kontingen Indonesia punya tugas besar untuk melayani atlet Indonesia di SEA Games Malaysia 2017.


Kemenpora Tetap Siapkan Bonus Atlet

Kemenpora Tetap Siapkan Bonus Atlet

Apresiasi terhadap prestasi atlet Indonesia menjadi perhatian utama pemerintah Indonesia.


Politisi Golkar Pimpin Kontingen Sea Games Merah Putih

Politisi Golkar Pimpin Kontingen Sea Games Merah Putih

Bukan mantan atlet ataupun legenda cabang olahraga tertentu yang akhirnya didapuk menjadi Chef de Mission (CdM) SEA Games 2016.



Berita Hari Ini

Video

Populer

Maaf tidak bisa mengambil data, ada masalah dengan server kami!