Sport
Share this on:

Lutut Kanan Butet Sakit, Owi/Butet Juara Lagi

  • Lutut Kanan Butet Sakit, Owi/Butet Juara Lagi
  • Lutut Kanan Butet Sakit, Owi/Butet Juara Lagi

HONGKONG - Prestasi pasangan medali emas Olimpiade Rio 2016, Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir kembali ke jalur juara. Dalam tempo dua pekan, pasangan yang karib disapa Owi/Butet itu merengkuh dua gelar turnamen selevel superseries. Kemarin, mereka memastikan gelar kedua setelah menggebuk rekan senegara, Praveen Jordan/Debby Susanto, dua game langsung.

Babak final Hongkong Open Superseries tersebut yang berlangsung di Hongkong Coliseum kemarin memang sekaligus menjadi pembuktian buat Owi/Butet. Kemenangan 21-19, 21-17 menjadi pembuktian kalau mereka tampil dengan konfidensi yang cukup tinggi.

Padahal kondisi Butet belum 100 persen, dia masih mengalami sakit di lutut kanannya saat tampil di semifinal Tiongkok Open pekan sebelumnya. "Pastinya luar biasa. Setelah kami mendapat medali emas Olimpiade, mungkin orang berpikir kami sudah santai-santai dan nggak mikir prestasi lagi," terang Butet dalam surat elektronik PP PBSI.

Tetapi, apa yang mereka tunjukkan kemarin cukup nyata. Dua gelar dalam dua minggu menjadi bukti sahih kalau mereka tetap mengincar gelar demi gelar. Untuk selanjutnya, Owi/Butet tengah menatap Superseries Finals yang akan berlangsung Desember mendatang. Akan menjadi hasil klimaks kalau keduanya bisa mempersembahkan gelar tersebut di akhir tahun nanti.

"Kami sangat bersyukur, permainan kami sama-sama bisa maksimal hari ini,” timpal Owi.

Satu kunci kemenangan atas junior mereka kemarin yakni tidak terlalu terburu-buru mengakhiri kemenangan. Bagi keduanya, main tenang dan fokus mengambil poin demi poin membuat permainan mereka lebih nyaman.

Atas kondisi yang dialami Butet sebelumnya muncul kekhawatiran kalau pebulu tangkis asal Manado itu tidak bisa bermain maksimal. Namun, mereka akhirnya membalikkan dugaan dan tampil luar biasa di partai final kemarin.

"Kami juga sempat ragu-ragu untuk main di sini. Tapi saya meyakinkan Ci Butet bahwa kami bisa main di sini," beber Owi.

Terlebih lagi, kondisi angin yang ada di Hongkong Coliseum cukup sesuai dengan permainan mereka. Permainan netting dan kombinasi drive yang dilakukan Butet di depan sejalan dengan serangan belakang yang dilancarkan Owi.

Bahkan permainan mereka kali ini cenderung lebih konsisten, walaupun sesekali terlihat Butet sedikit menahan dengan dekker di lutut kanannya. Hasil tersebut membuat Praveen/Debby belum bisa terlepas dari dominasi seniornya.

Total empat kali mereka berjumpa dengan kemenangan sepenuhnya milik Owi/Butet. Terakhir kali mereka menang yakni saat keduanya pasangan bersua di babak delapan besar Olimpiade Rio 2016. Saat ini Praveen/Debby dan Owi/Butet sudah masuk dalam ranking menuju Superseries Finals Dubai 2016. (nap/jpg)

Berita Sebelumnya

Berita Berikutnya


Berita Sejenis

Juarau Indonesia Open, Owi/Butet Akhiri ‘Kutukan’

Juarau Indonesia Open, Owi/Butet Akhiri ‘Kutukan’

Dahaga gelar wakil Idnonesia di di BCA Indonesia Open Super Series Premier (BIOSSP) 2017 akhirnhya terselesaikan.


Menang, Diskualifikasi, Menang Lagi

Menang, Diskualifikasi, Menang Lagi

Di ulang tahunnya yang ke 25, juara dunia lari 200 meter putri Dafne Schippers mendapatkan pengalaman tidak terlupakan.


Peluang di Musim Abnormal

Peluang di Musim Abnormal

Pertanyaan yang akan terus diulang sampai Valentino Rossi pensiun adalah apakah peluangnya menjadi juara dunia kesepuluh masih terbuka?


Melo Makin Dekat ke Cavaliers

Melo Makin Dekat ke Cavaliers

Sehari pasca Golden State Warriors keluar sebagai juara NBA 2017, peta perburuan pemain untuk musim depan mulai menghangat.


Hanya Kecolongan Satu Game

Hanya Kecolongan Satu Game

Status sebagai kandidat kuat juara Prancis Terbuka sejauh ini masih pantas dilayangkan kepada Rafael Nadal.


Penghormatan untuk Hayden

Penghormatan untuk Hayden

Mendiang mantan juara dunia MotoGP Nicky Hayden akhirnya dimakamkan kemarin (30/5).


Ganda Putra Ditarget Juara

Ganda Putra Ditarget Juara

Thailand Open Grand Prix Gold (GPG) 2017 mulai berlangsung kemarin (30/5). Sebagian besar mempertandingkan babak kualifikasi.


Tuah Tangan Dingin Agassi Mulai Tampak

Tuah Tangan Dingin Agassi Mulai Tampak

Dua juara bertahan Prancis Terbuka belum menemui jalan terjal di partai pembuka kemarin.


Juara Dunia MotoGP? Vinales Hanya Perlu Main Aman

Juara Dunia MotoGP? Vinales Hanya Perlu Main Aman

Sudah dua kali Yamaha menunda pesta untuk merayakan kemenangan ke-500 di ajang MotoGP.


Hamilton: Ini Pertarungan Terliarku!

Hamilton: Ini Pertarungan Terliarku!

Dalam 10 tahun terakhir, tidak pernah ada juara yang sama di GP Spanyol.



Maaf tidak bisa mengambil data, ada masalah dengan server kami!