Sport
Share this on:

Maaf Venus, Ini Giliran Muguruza

  • Maaf Venus, Ini Giliran Muguruza
  • Maaf Venus, Ini Giliran Muguruza

Garbine Muguruza/Reuters.

WIMBLEDON - Dari empat kontestan semifinal tunggal putri, dua petenis yang bentrok di partai puncak Wimbledon malam nanti tidak diragukan lagi merupakan komposisi terbaik. Finalis edisi 2015 Garbine Muguruza menantang juara lima kali Venus Williams.

Ini adalah duel dua petenis dari generasi berbeda. Williams yang berusia 37 tahun akan ditantang Muguruza yang berumur 14 tahun lebih muda. Namun, duel ini tidak memuaskan publik tuan rumah.

Pasalnya, harapan mereka menyaksikan lagi petenis Inggris tampil di final tunggal putri sejak 1977 alias 40 tahun silam pupus pasca Johanna Konta dengan mudah dilibas Williams 4-6, 2-6 di semifinal.

Bagi Williams sendiri, tampil di final grand slam setelah kali terakhir mencapainya pada 2009 membuktikan dirinya belum habis pada usia senja. Malam nanti dia sekali lagi ingin membuktikan bahwa dia sangat mampu dan kompetitif untuk menggaet gelar keenamnya di Wimbledon.

''Ini adalah posisi yang aku inginkan,” ucap Williams, mantan petenis nomor satu dunia itu. ''Ini dua pekan yang sangat panjang. Sekarang aku telah sampai untuk mengetuk pintu juara. Ini memang yang aku inginkan,” imbuhnya dilansir BBC.

Wimbledon sendiri merupakan ajang grand slam tersukses bagi Williams. Itu lantaran lima dari tujuh gelar mayornya berasal dari turnamen ini.

Williams bahkan sudah menjadi bagian dari sejarah Wimbledon, karena juga telah membukukan enam trofi ganda putri di grand slam lapangan rumput itu. Williams sendiri datang ke final pasca tampil begitu meyakinkan di semifinal.

Pada laga itu dia mengeluarkan power dan melakukan penempatan-penempatan pukulan yang luar biasa presisi. Pengalaman juga membawanya tetap tenang dan fokus untuk menegasikan tekanan 15 ribu penonton di centre court yang mayoritas pendukung Konta.

Pada laga itu, Williams berhasil menaklukkan Konta (26), hanya dalam tempo 1 jam 13 menit. ''Dia mendikte permainan sejak awal sampai akhir,” ucap Konta kepada The Telegraph. ''Dia menunjukkan kualitas yang sebenarnya. Kualitas yang mengantarnya memiliki lima gelar Wimbledon,” imbuhnya.

Di lain sisi, dengan usia yang jauh lebih muda, Muguruza (23), diunggulkan untuk meraih titel grand slam keduanya. Yang menarik, pada 2015, upaya petenis Spanyol itu untuk memeluk gelar perdana di Wimbledon gagal di tangan saudara kandung Williams, Serena. Saat itu Muguruza tumbang dua set langsung 4-6, 4-6.

Yang jelas, petenis kelahiran Caracas, Venezuela tersebut telah membayar lunas kekalahan itu di final Prancis Terbuka tahun lalu. Saat itu Muguruza meraih titel grand slam pertamanya dengan membekap Serena 7-5, 6-4.

Jadi, bisa dibilang nama besar keluarga Williams sejatinya tidak terlalu menyeramkan untuk Muguruza. ''Namun ini akan sama beratnya. Final adalah final. Hanya ada satu yang menjadi juara. Raket yang akan berbicara,'' ucap petenis kelahiran 8 Oktober 1993 tersebut dilansir Associated Press.

Ini akan menjadi pertemuan kelima kedua petenis. Namun, jika di atas lapangan rumput, laga malam ini akan menjadi pertemuan perdana. Secara head-to-head, Williams masih unggul 3-1. Namun, di pertemuan terakir keduanya pada ajang Roma Masters tahun ini (lapangan tanah liat), Muguruza sukses meraih kemenangan.

Selain fisik yang lebih tangguh karena faktor usia, Muguruza datang ke final dengan mental yang sangat kukuh. Dia saat ini dilatih sementara oleh juara Wimbledon 1994 dan salah seorang petenis putri Spanyol terbaik dalam sejarah, Conchita Martinez.

Uniknya, saat meraih gelar pada 1994, Martinez menumbangkan Martina Navratilova yang saat itu berusia 37 tahun, sama dengan usia Williams saat ini! ''Dia (Martinez) tahu apa yang harus aku persiapkan, apa yang harus aku latih, dan apa saja yang harus aku lakukan,” kata Muguruza. (irr/nur/jpg)

Berita Sebelumnya

Seru, Duel Mercedes di Kualifikasi
Seru, Duel Mercedes di Kualifikasi

Berita Berikutnya

Kemenpora Tetap Siapkan Bonus Atlet
Kemenpora Tetap Siapkan Bonus Atlet

Berita Sejenis

McLaren Semakin Terdesak

McLaren Semakin Terdesak

Apakah ini tanda-tanda bahwa Fernando Alonso akan hengkang dari McLaren?


Ini Baru Summer League, Lakers!

Ini Baru Summer League, Lakers!

Fans Los Angeles Lakers boleh 'separuh berbahagia'. Setelah tujuh tahun kering gelar, tim kesayangan mereka kemarin kembali mengangkat trofi.


MotoGP 2017, Musim Aneh yang Sulit Diprediksi

MotoGP 2017, Musim Aneh yang Sulit Diprediksi

Ada yang tak biasa pada persaingan gelar juara dunia MotoGP musim ini.


Tertinggal 20 Poin, Hamilton Semakin Tertekan

Tertinggal 20 Poin, Hamilton Semakin Tertekan

Jelang GP Inggris akhir pekan ini, juara dunia Formula 1 tiga kali Lewis Hamilton benar-benar mendapat tekanan dari segala arah.


Diterget Emas, Ganda Putra Optimalkan Kondisi di Bali

Diterget Emas, Ganda Putra Optimalkan Kondisi di Bali

Ganda putra saat ini masih menjadi andalan di sejumlah ajang bergengsi internasional.


Akhirnya, CP Tinggalkan Los Angeles Juga

Akhirnya, CP Tinggalkan Los Angeles Juga

Inilah kabar paling heboh sejauh ini dari offseason NBA yang sedang berlangsung.


Hujan Bisa Bantu Ducati di Assen

Hujan Bisa Bantu Ducati di Assen

Setelah dua balapan beruntun menjadi kampiun di kelas MotoGP, akhir pekan ini rider Ducati Andrea Dovizioso tiba ke Assen.


Mercedes Ungguli Ferrari, tapi Tipis

Mercedes Ungguli Ferrari, tapi Tipis

Pertarungan ketat Mercedes dan Ferrari di Formula 1 musim ini membuat banyak orang penasaran, mesin tim mana yang paling hebat.


Nadal Menuju Ranking 1 Dunia

Nadal Menuju Ranking 1 Dunia

Sang raja tanah liat Rafael Nadal nyaris sukses meraih semua yang dia inginkan dari lapangan favoritnya tahun ini.


Ihsan Takluk di Babak Kualifikasi

Ihsan Takluk di Babak Kualifikasi

Pencapaian apik Ihsan Maulana Mustofa di BCA Indonesia Open Super Series 2016 gagal terulang di edisi kali ini.



Berita Hari Ini

Video

Maaf tidak bisa mengambil data, ada masalah dengan server kami!