Sport
Share this on:

Manor, Bekas Tim F1 Rio Haryanto Bangkrut

  • Manor, Bekas Tim F1 Rio Haryanto Bangkrut
  • Manor, Bekas Tim F1 Rio Haryanto Bangkrut

BANBURY - Masalah finansial lagi-lagi merundung tim papan bawah Formula 1 Manor Racing. Setelah berhasil melewati satu musim tanpa masalah berarti, kini nasib skuat yang pernah dibela pembalap Indonesia Rio Haryanto tersebut kembali tidak menentu jelang dimulainya musim baru 2017.

Seperti dilaporkan Sky News, pemilik Manor Racing Stephen Fitzpatrick, yang membeli tim ini dua tahun lalu saat mengalami pailit telah meminta FRP Advisory untuk mengawasi proses administrasi di perusahaan induk Manor, Just Racing Services Limited.

FRP adalah perusahaan asal London yang bergerak di bidang restrukturisasi perusahaan. Ketika Marussia mengalami masalah keuangan pada akhir 2014 silam FRP Advisory pula yang menjadi administator. BBC telahmemastikan kabar tersebut benar.

''Keputusan untuk menyerahkan tim ini kepada administrator menunjukkan akhir yang mengecewakan dari dua tahun perjanalan kami bersama Manor,'' ucap Fitzptarick dikutip Motorsport.

Dia menjelaskan, tahun lalu Manor terlibat pembicaraan sejumlah beberapa grup investor. Kemudian tercapailah kesepakatan penjualan kepada konsorsium investasi Asia pada Desember. Dari kesepakatan tersebut diyakini bahwa Manor akan memiliki pondasi kuat untuk berkembang dan maju.

Sayang, lanjut Fitzpatrick, sebelum transaksi bisa diselesaikan, tenggat waktu yang disediakan sudah habis. Tidak ingin mengulangi pengalaman dua tahun lalu, dimana tim memulai musim baru tanpa kejelasan tentang anggaran operasional selama satu tahun, akhirnya manajemen memutuskan menyerahkan kendali perusahaan pada administator.

Pernyataan resmi dari Manor menyebutkan bahwa negosiasi dengan investor baru gagal, karena kesepakatan tersebut tidak bisa menunggu waktu lebih lama lagi tanpa memengaruhi progam balap pada 2017. Artinya, ada proses-proses yang diminta Manor untuk dilakukan lebih cepat tidak bisa dipenuhi calon investor.

Fitzpatrick mengakui negosiasi dengan calon investor tersebut mulai menemui masalah ketika Sauber sukses menggeser Manor di posisi 10 klasemen konstruktor setelah GP Brasil. ''Ketika saya mengambil alih tim ini 2015 lalu, tantangannya jelas, kami harus finis di posisi 10 atau lebih baik di musim 2016,'' ungkapnya. Nyaris sepanjang musim target tersebut terjaga.

''Tapi hasil dramatis di Brasil mengakhiri harapan kami dan membuat pihak investor ragu dengan kemampuan tim di 2017,'' tandasnya.

Pitzpatrick pemilik perusahaan minuman energi OVO membeli Manor dua tahun lalu. Saat itu tim yang masih bernama Marussia tersebut kehabisan dana operasional balapan dan harus absen di tiga seri terakhir. Pengusaha asal Belfast, Irlandia Utara tersebut sudah berencana menjual kembali tim tersebut pertengahan musim lalu.

Sejumlah investor potensial datang untuk melakukan negosiasi. Salah satu yang paling tertarik adalah promotor balapan asal Amerika Serikat Tavo Helmund. Berbicara kepada wartawan di seri penutup musim lalu di Abu Dhabi, Fitzpatrick masih percaya diri dengan kesuksesan penjualan tersebut. Tapi ternyata muncul laporan bahwa pembicaraan tersebut deadlock di malam jelang pergantian tahun.

Kondisi tersebut diperparah dengan gagalnya negosiasi untuk mengembalikan Rio ke Manor dengan membawa suntukan dana cukup besar dari sponsor utama Pertamina. Kabarnya Pertamina sanggup membawa dana EUR 5 juta seperti musim lalu saat mendukung Rio masuk ke F1. Namun negosiasi gagal juga.

Manor sebenarnya hampir bisa sedikit tenang andai berhasil mempertahankan posisinya di urutan 10 klasemen konstruktor di akhir musim lalu. Satu poin yang didapat Pascal Wehrlein di GP Austria sempat membawa mereka mengungguli Sauber. Sayang bintang Sauber Felipe Nasr membunuh mimpi mereka di Brasil. Dua poin diraih Nasr sekaligus menggeser posisi Manor di posisi 10.

Padahal jika bisa finis di urutan 10 klasemen konstruktor setidaknya Manor bisa memperoleh hadiah uang tunai dari bagi hasil hak siar F1 yang kabarnya mencapai USD 30 juta atau lebih. Dengan dana tersebut Manor bisa membangun mobil baru.

Namun saat itu Fitzpatrick sama sekali tak merasa kehilangan posisi ke-10 sebagai masalah besar. Menurutnya calon investor tidak terlalu mempermasalahkan hal itu. ''(Kehilangan posisi 10) itu tidak membantu (banyak) secara finansial, tapi pasal-pasal kesepakatan di antara kami hanya perlu sedikit diubah,'' tukasnya dilansir Motorsport,

Kabar tentang gagalnya negosiasi dengan Helmund sebenarnya sudah beredar beberapa pekan lalu. Karena itu pula muncul sejumlah nama calon investor lain yang melirik Manor. Di antaranya mantan bos Manor, Graemen Lowdon, kemudia bekas CEO McLaren Ron Dennis, juga pengusaha asal Indonesia Ricardo Gelael.

Pertamina, yang disebut-sebut sebagai salah satu pihak yang bernegosiasi dengan Manor enggan blak-blakan mengenai hal tersebut. Namun Vice Presiden Corporate Communication Pertamina Wianda Pusponegoro menyatakan, alasan proses internal, seperti aspek legal, adiministratif, dan persetujuan manajemen tidak sesuai dengan deadline yang diajukan tim.

Sehingga waktu yang diberikan kepada manajemen Rio dan sponsor sudah terlewati. Meski demikian dia enggan menyebut nama tim tersebut karena kesepakatan tidak tercapai. (cak/jpg)


Berita Sebelumnya

LeBron Saja Tidak Mampu
LeBron Saja Tidak Mampu

Berita Berikutnya


Berita Sejenis

Motor Lebih Kencang, tapi Bingung

Motor Lebih Kencang, tapi Bingung

Musim MotoGP 2017 telah berakhir. Tak perlu menunggu lama untuk mulai mempelajari gambaran awal peta kekuatan tim-tim top untuk musim depan.


Ambisi Red Bull Sikat Dua Seri Pamungkas F1

Ambisi Red Bull Sikat Dua Seri Pamungkas F1

Dua balapan Formula 1 terakhir akan dimanfaatkan tim-tim untuk memulai program pengembangan mobil 2018.


Jawara Maraton Olimpiade Rio Terbukti Doping

Jawara Maraton Olimpiade Rio Terbukti Doping

Berita mengejutkan datang dari Kenya. Jemima Sumgong kemarin resmi mendapatkan sanksi larangan bertanding selama empat tahun.


Ini Empat Kandidat Pengganti Massa

Ini Empat Kandidat Pengganti Massa

Setelah Felipe Massa memastikan diri pensiun untuk kali kedua di akhir balapan Formula 1 musim ini, tim Williams mencari pembalap pengganti.


Beri Ruang buat Difabel

Beri Ruang buat Difabel

Salah satu aspek penting yang dijalanan tim renovasi SUGBK yakni penyediaan ruang bagi kaum difabel.


Jadi WNI, Spasojevic Ingin Tembus Timnas

Jadi WNI, Spasojevic Ingin Tembus Timnas

Lini depan Tim Nasional (Timnas) dipastikan bisa lebih tajam.


Dilorot Lagi, Kvyat Minta Klarifikasi

Dilorot Lagi, Kvyat Minta Klarifikasi

Red Bull menjadi tim paling “sadis” dalam memperlakukan pembalapnya.


Juara di Jepang, Dovizioso Pepet Marquez

Juara di Jepang, Dovizioso Pepet Marquez

Saat merayakan kemenangan megahnya di GP Jepang bersama segenap tim Ducati di parc ferme, Andrea Dovizioso didatangi rivalnya Marc Marquez.


Indonesia Berebut Posisi Kelima dengan India

Indonesia Berebut Posisi Kelima dengan India

Indonesia harus mengubur mimpi menjadi kampiun tim beregu BWF World Junior Championships 2017.


Jajal Mobil Formula E, Rio Sukses Libas 30 Lap

Jajal Mobil Formula E, Rio Sukses Libas 30 Lap

Pembalap Indonesia Rio Haryanto kembali ke trek pada uji coba pra musim Formula E di sirkuit Ricardo Tormo, Valencia.



Kolom

Populer

Maaf tidak bisa mengambil data, ada masalah dengan server kami!