Sport
Share this on:

Marquez Optimis Bisa Lebih Kencang Lagi

  • Marquez Optimis Bisa Lebih Kencang Lagi
  • Marquez Optimis Bisa Lebih Kencang Lagi

SEPANG - Januari terasa terlalu lama hanya untuk menanti dimulainya uji coba pra musim pertama MotoGP 2017 di Sepang, Malaysia akhir bulan ini. Para fans balapan kelas premium sudah tidak sabar menyaksikan performa motor baru yang dibesut rider-rider baru.

Meski tak banyak informasi mengenai kekuatan tim-tim di musim 2017, bocoran mengenai pengembangan motor mereka sudah mulai terungkap. Tidak akan ada perubaan regulasi besar musim ini. Pengembangan motor juga bisa lebih fokus karena masa transisi pergantian pemasok ban dari Bridgestone ke Michelin seharusnya sudah lewat.

Pabrikan ban asal Prancis itu tentu sudah memiliki data cukup banyak untuk tidak lagi mengganti-ganti spesifikasi si karet bundar di setiap balapan. Setelah masalah ban dianggap selesai, seluruh tim pabrikan kompak menyatakan bahwa fokus pengembangan motor mereka adalah memperbaiki kemampuan motor untuk dibawa belok dan juga performa saat keluar tikungan.

Tantangan baru datang lantaran piranti aerodinamika yang kerap disebut winglet menjadi barang terlarang musim ini. Ketika uji coba post season di Valencia dua bulan lalu, mantan pembalap TT Mat Oxley yang kini menjadi kolumnis tetap di Motorsport Magazine bertemu dengan seorang pembalap dan seorang mekanik di tiap-tiap tim pabrikan untuk membahas program riset dan pengembangan mereka musim 2017.

Pada masanya Honda adalah tim yang selalu memiliki top speed terbaik. Tapi tidak begitu ketika Ducati datang ke MotoGP. Meski dibandingkan rival terdekatnya Yamaha, Honda tetap lebih unggul. Tapi di GP Malaysia Oktober lalu, RC213V finis keempat di belakang Ducati, Suzuki, dan Yamaha.

''Masalahnya bukan karena kekurangan horsepower akibat penggunaan software ECU standar, tapi lantaran jenis pembakaran model lama ?screamer? yang membuat power tersebut meledak-ledak,'' tulis Oxley.

Untuk itu tahun ini Honda mengubah konspep mesin mereka menjadi pembakaran ?big-bang?. Perbedaan keduanya terletak pada jeda pembakaran di setiap silinder mesin. Pada mesin ?screamer? pembakaran memiliki jeda waktu yang sama di setiap silinder. Maka dibutuhkan 720 derajat perputaran crankshaft, karena proses pengapian setiap silinder terjadi saat crankshaft berputar 180 derajat.

Sedangkan konsep ?big bang? lebih sederhana. Jeda pengapian tiap silindernya lebih singkat. Sehingga piston memiliki waktu istirahat sebelum pengapian berikutnya. Di MotoGP, diprediksi hanya butuh 90 derajat perputaran crankshaft untuk pengapian di empat silinder.

Mesin big bang memberikan waktu bagi ban belakang waktu untuk mengcengkram trek kembali karena transfer tenaga tidak berjalan lebih halus. Dengan Honda mengganti konsep mesinnya menjadi big bang, kini hanya KTM yang bertahan dengan mesin screamer.

Dengan mesin big bang, Honda berharap masalah wheelspin saat tuas gas dibuka untuk kali pertama bisa direduksi. Begitu pula wheelie (roda depan terangkat) ketika keluar tikungan. Sebenarnya kontrol wheelie sudah ada, tapi tak cukup untuk mengimbangi power mesin Honda yang menghentak.

Sebenarnya Honda-lah yang memperkenalkan big bang ke GP di awal 1990-an. Atau 20 tahun ketika mekanik legendaris HRC Youichi Uguma menemukannya saat membangun motor CB175 dua silinder untuk kepentingan off road.

Bintang Repsol Honda Marc Marquez berpendapat perubahan konsep mesin ini adalah langkah yang tepat. Karena yang diinginkannya dari motor 2017 adalah performa lebih baik saat motor keluar tikungan. Sang juara bertahan itu juga akan bertahan dengan chassis 2014 yang memberinya rasa percaya lebih ketimbang saat menggunakan rangka 2015 dan 2016.

''Aku sudah tidak sabar untuk segera ke Sepang. Januari ini terlalu lama. Soal peluangku, akan kita lihat setelah uji coba pra musim dan kita akan menyusun strategi untuk mempertahankan gealar juaraku,'' ucapnya usai menerima pernghargaan Best Male Sportsmen of the year di Mundo Deportivo gala tadi malam. (cak/jpg)

Berita Sebelumnya

Berita Berikutnya


Berita Sejenis

Cuaca Buruk Kacaukan Jadwal Pertandingan

Cuaca Buruk Kacaukan Jadwal Pertandingan

Angin kencang dengan kekuatan 30 mph atau 48,2 km/jam membuat panitia Olimpiade Musim Dingin 2018 kemarin menunda pertandingan Alpine Skiing.


Pede Ditonton 3 Juta Penonton

Pede Ditonton 3 Juta Penonton

CEO Golde Boy Promotions, Oscar De La Hoya, optimis partai rematch kelas menengah antara Gennady Golovkin kontra Saul 'Canelo' Alvarez bakal sukses besar.


Malaysia Sudah, Indonesia Kapan?

Malaysia Sudah, Indonesia Kapan?

Langkah pembalap Malaysia Hafizh Syahrin untuk menembus persaingan ketat MotoGP tinggal satu tahap lagi.


Mulai Musim Ini Tak Ada Lagi Grid Girl

Mulai Musim Ini Tak Ada Lagi Grid Girl

Tidak akan ada lagi gadis-gadis ayu berpakaian seksi berdiri di grid menemani pembalap Formula 1 musim ini.


Mayweather Tanya Harga “MMA”

Mayweather Tanya Harga “MMA”

Floyd Mayweather belum bisa move on dari rivalitasnya kontra bintang MMA Conor McGregor.


Clippers Tak Lagi Butuh Griffin

Clippers Tak Lagi Butuh Griffin

Enam bulan lalu Los Angeles Clippers kembali mengikat Blake Griffin dengan kontrak raksasa selama lima tahun senilai USD 173 juta (Rp2,3 Triliun).


 Ginting Luar Biasa, Kevin/Marcus Harus Lebih Sabar

Ginting Luar Biasa, Kevin/Marcus Harus Lebih Sabar

Anthony Sinisuka Ginting memenuhi harapan masyarakat tanah air pada gelaran Indonesia Masters 2018.


Fee Agent Akan Dibatasi

Fee Agent Akan Dibatasi

Transfer Alexis Sanchez dari Arsenal ke Manchester United ternyata berdampak lebih panjang.


Rockets Bisa Jadi Mimpi Buruk Warriors

Rockets Bisa Jadi Mimpi Buruk Warriors

Duel Golden State Warriors kontra tuan rumah Houston Rockets di Toyota Center kemarin bisa jadi adalah gambaran final wilayah barat musim ini.


Juara Reli Dakar Lagi, Sainz Cetak Sejarah

Juara Reli Dakar Lagi, Sainz Cetak Sejarah

Carlos Sainz 55 tahun membuat catatan sensasional dengan menahbiskan diri sebagai pembalap tertua sepanjang sejarah yang mampu menjuarai ajang reli dakar.



Berita Hari Ini

hari pers

Video

Maaf tidak bisa mengambil data, ada masalah dengan server kami!