Sport
Share this on:

Mobil Hamilton Bermasalah, Bottas Mulai Ramaikan Persaingan

  • Mobil Hamilton Bermasalah, Bottas Mulai Ramaikan Persaingan
  • Mobil Hamilton Bermasalah, Bottas Mulai Ramaikan Persaingan

SPIELBERG - Dua seri sebelum GP Austria, Lewis Hamilton sepertinya sudah akan mengambil kendali dalam perebutan gelar juara dunia Formula 2017. Tapi setelah rentetan masalah teknis yang datang tanpa prediksi pembalap Inggris itu kini berada di posisi sulit. Bisakah dia bangkit?

Setelah hanya mampu finis keempat di Red Bull Ring, Minggu (9/7) kini Hamilton tertinggal 20 poin dari rival terbesarnya di klasemen pembalap F1 Sebastian Vettel (Ferrari). Jika mundur lagi ke musim lalu, situasi yang hampir sama juga dialami pembalap Inggris tersebut. Di akhir musim, dia gagal mempertahankan gelar juaranya.

Tahun lalu, Hamilton juga mengalami penalti akibat mengganti gearbox dan masalah mesin di Tiongkok. Kemudian kasus mesin lagi di Rusia. Lanjut ke tabrakan dengan mantan rekan setimnya Nico Rosberg di Spanyol dan crash di sesi kualifikasi hingga kerusakan ERS di Baku.

Hamilton yang tertinggal 24 poin di belakang Rosberg di Austria 2016, mengalami tabrakan lagi di lap terakhir. Tapi pembalap Inggris itu mampu mengepras jaraknya menjadi 11 poin dari Rosberg. Meski begitu, lagi-lagi masalah mesin di GP Malaysia membuat peluangnya mempertahankan gelar juara musnah.

Di Austria tahun ini, Hamilton kembali harus berurusan dengan pergantian gearbox, karena rusak di Baku. Penalti lima grid start membuatnya harus memulai balapan dari posisi ke-8, setelah hanya mampu finis ketiga di sesi kualifikasi.

Kondisi itu membuatnya sulit bertarung merebut kemenangan. Alih-alih memperpendek jarak poin dari Vettel, Hamilton justru kehilangan enam poin. Sebelumnya di Baku, insiden copotnya pelindung kepala atau headrest di kabin mobil Hamilton juga berakibat lepasnya kemenangan yang sudah ada di tangan.

Bisa jadi, ini adalah posisi tersulit Hamilton sepanjang musim ini. Namun mantan pembalap McLaren itu mengaku tak terlalu gundah dengan situasinya saat ini. ''Aku rasa itu hanyalah asumsi. Aku merasa baik-baik saja, meski tentu saja saat ini sangat sulit untukku. Tapi aku bisa bilang apa?,'' tutur Hamilton dilansir GP Update.

Hamilton punya beberapa hari saja untuk menenangkan diri. Karena Minggu nanti (16/7) balapan akan kembali dilanjutkan di Inggris, tanah kelahirannya sendiri. Tak ada hal lain yang bisa dilakukan selain menang.

''Aku berharap bisa datang ke Silverstone tanpa ada masalah. Kami ingin balapan akhir pekan nanti berjalan dengan bersih,'' tandasnya.

Pensiunnya Rosberg dari F1 diprediksi banyak pihak akan melapangkan jalan Hamilton dalam meraih gelar juara dunianya yang keempat. Tapi Valtteri Bottas ternyata tak kalah tangguh. Setelah meraih kemenangan keduanya di musim debutnya bersama Mercedes di Red Bull Ring, kini pembalap Finlandia itu berpeluang mengubah persaingan perebutan gelar juara dunia F1 tahun ini menjadi three horse race.

Posisinya di klasemen memang cukup jauh dari Vettel. Selisih keduanya 35 poin. Walau begitu, Bottas punya konsistensi dalam balapan, ketenangan, jauh dari konflik, dan lebih dari itu adalah keberuntungan. Di Baku, setelah mengalami kerusakam mobil di awal lomba dan tercecer di posisi 20, Bottas mampu bangkit, lalu finis runner up.

Lalu di Austria, pole position yang diraihnya juga berbau keberuntungan. Karena dua menit terakhir sesi kualifikasi, di saat Hamilton dan Vettel masih punya kesempatan untuk memperbaiki catatan waktunya, muncul yellow flag akibat masalah elektronik yang menimpa Romain Grosjean (Haas-Ferrari).

Kini Bottas mulai berani berbicara tentang juara dunia. ''Dengan tim ini (Mercedes) target apa lagi yang seorang pembalap inginkan? Setiap balapan aku merasa lebih baik dan berkembang. Meski juga mengalami beberapa ketidakberuntungan, tapi itu dirasakan pembalap lain juga. Musim ini masih panjang, dan tentu saja kami akan berada dalam persaingan perebutan gelar juara dunia,'' yakinnya. (cak)

Berita Sebelumnya

Berita Berikutnya


Berita Sejenis

Berambisi Kembali Lebih Kuat

Berambisi Kembali Lebih Kuat

Tidak ada yang lebih kecewa dari Valtteri Bottas di GP Azerbaijan dua pekan lalu.


Atleti Mulai Krisis Amunisi

Atleti Mulai Krisis Amunisi

Atletico Madrid masih mengincar posisi runner up La Liga dan trofi Europa League.


PBVSI Mulai Panaskan Mesin

PBVSI Mulai Panaskan Mesin

Gelaran proliga sudah rampung dua pekan lalu. Selanjutnya, pelatnas voli indoor mulai digeber hari ini.


Yamaha dan Suzuki Mulai Bangkit

Yamaha dan Suzuki Mulai Bangkit

Tiga seri pembuka MotoGP berakhir di Texas, Amerika Serikat dinihari kemarin. Sejumlah kejutan lahir dari seri balapan pembuka.


Ferrari Bisa Juara Tahun Ini

Ferrari Bisa Juara Tahun Ini

Pasca menyapu bersih kemenangan di dua balapan pertama, Ferrari mulai digadang-gadang mampu mencuri gelar juara musim ini.


Gara-gara Kopling Bermasalah

Gara-gara Kopling Bermasalah

Sean Gelael gagal memburu podium di sprint race seri pembuka Formula 1 di Bahrain kemarin.


Kesempatan Vettel Ungguli hamilton Lagi

Kesempatan Vettel Ungguli hamilton Lagi

Genderang perang sudah ditabuh dua rival terpanas di balapan Formula 1 saat ini Lewis Hamilton dan Ferrari Sebastian Vettel sejak mengawali musim balap 2018.


Super Mario Out, Afridza Naik Podium

Super Mario Out, Afridza Naik Podium

Mario Suryo Aji tiba-tiba melambaikan tangannya ke udara saat pembalap lainnya mulai melaju melakukan warm up lap di Race 2 Asia Talent Cup (ATC).


Red Bull Mulai Lirik Honda

Red Bull Mulai Lirik Honda

Performa apik Toro Rosso pada latihan bebas pra musim di Barcelona (26/2) bersama sang pemasok mesin anyar Honda membuat Red Bull terkesan.


Desmosedici G18 Mulai Tebar Ancaman

Desmosedici G18 Mulai Tebar Ancaman

Semoga pertarungan sengit yang tersaji pada balapan pembuka MotoGP di Sirkuit Losail, Qatar Minggu malam adalah gambaran dari keseluruhan musim balap tahun ini.



Maaf tidak bisa mengambil data, ada masalah dengan server kami!