Sport
Share this on:

Setelah Genggam Perak, Angkat Besi Bidik Emas

  • Setelah Genggam Perak, Angkat Besi Bidik Emas
  • Setelah Genggam Perak, Angkat Besi Bidik Emas

RIO DE JANEIRO - Sri Wahyuni Agustiani sudah menyumbangkan medali pertama bagi Indonesia di Olimpiade Rio 2016. Turun di kelas 48 kilogram putri, Yuni ?panggilannya? merengkuh perak. Perhatian publik Indonesia akan kembali mengarah ke arena angkat besi Senin malam waktu Rio (Selasa pagi WIB).

Salah satu lifter paling kondang nasional, Eko Yuli Irawan, akan berlomba di kelas spesialisasinya. Yakni, 62 kg di Riocentro, Pavillon 2, Barra da Tijuca. Eko diprediksi mendapatkan medali ketiganya di Olimpiade. Setelah meraih perunggu di Beijing 2008 dan London 2012, lifter 27 tahun tersebut sangat ingin naik harkat: perak, kalau bisa emas.

Kemarin seluruh atlet sudah mendaftarkan total angkatan mereka. Dari sana bisa diketahui bagaimana peta persaingan dari sembilan lifter yang berkompetisi. Eko mendaftarkan total angkatan 320 kg. Dia berada di bawah lifter Tiongkok Chen Lijun dan Farkhad Kharki (Kazakhstan) yang masing-masing berani memasang angka 325 kg dan 321 kg.

Penyerahan total angkatan tersebut tidak asal tulis. Tetapi harus sesuai dengan kemampuan atlet. Jika ternyata mengangkat jauh di bawah apa yang sudah didaftarkan, yang bersangkutan akan langsung didiskualifikasi.

Dilihat dari konteks tersebut, pesaing Eko akan mengerucut pada dua lifter tersebut plus seorang lagi. Yakni, Oscar Albeiro Figueroa Mosquera. Atlet asal Kolombia itu mendaftarkan total angkatan 315 kg.

Pelatih kepala angkat besi Indonesia Dirja Wihardja mengatakan, timnya sudah memikirkan masak-masak kemampuan Eko. Bagi dia, atlet kelahiran Lampung tersebut sudah mumpuni untuk mendapatkan medali.

Chen memang menjadi pesaing terbesar. Setelah mundurnya peraih emas Olimpiade London 2012 dan juara dunia 2014 Kim Un-guk karena kasus doping, Chen memang menjadi bukit tertinggi yang harus dilewati Eko untuk mendapatkan emas. Lifter Korea Utara itu tidak boleh berlaga di Olimpiade Rio 2016 karena terkena doping.

Sekarang jadi ramai. Tidak adanya Un-guk memang tidak membuat Eko semakin mudah. Namun yang jelas, persaingan akan menjadi lebih ketat, ucap Dirja.

Dalam dua tahun terakhir, perkembangan Chen memang sangat pesat. Setelah meraih perak di Asian Games Incheon 2014 dan kalah melawan Un-guk, Chen melesat di Kejuaraan Dunia 2015 di Houston, Amerika Serikat. Lifter 23 tahun itu menjadi juara dunia plus memecahkan dua rekor dunia pada clean and jerk serta angkatan total.

Manajer Indonesia Alamsyah Wijaya mengatakan, memang sangat sulit melihat perkembangan Chen. Sebab, tim Tiongkok terkesan sangat misterius. Terutama dalam merahasiakan angka terbaik mereka.

Saat semua tim sudah datang dan berlatih di arena Riocentro, Barra da Tijuca, Rio de Janeiro, misalnya, Tiongkok tidak menampakkan batang hidungnya. Alamsyah menduga bahwa mereka memang tidak mau diamati para pesaing. Padahal, latihan ini resmi, kata Alamsyah.

Memang, setiap negara sangat rapat dalam menyembunyikan angkatan terbaik atletnya menjelang Olimpiade. Hal tersebut juga dilakukan Indonesia. Dirja mengatakan, untuk kasus Sri Wahyuni, misalnya, negara lain akan sulit mengukur kekuatan sebenarnya. Dalam kejuaraan Asia 2016, Sri hanya menempati peringkat enam dengan total angkatan 191 kg. Padahal, di Rio 2016, Sri mampu mendapatkan perak.

Soal-soal ini adalah bagian dari strategi kami. Ini penting untuk memberikan tekanan mental pada lawan. Akhirnya, banyak yang bertanya, Sri ini kok di Asia nggak dapat apa-apa, tapi di Olimpiade bisa melesat, papar Dirja.

Eko sendiri menyatakan sudah siap tempur. Dia sangat percaya diri untuk kembali naik ke podium. Salah satu buktinya, Eko sampai mewarnai rambutnya dengan warna emas saat menjalani pemusatan latihan di Capetown, Afrika Selatan, akhir Juli lalu. Saya merasa mengalami perkembangan pesat. Namun, yang lain juga begitu, tuturnya.

Selain Eko, M. Hasbi akan turun pada nomor 62 kg. Namun, Hasbi tidak diperkirakan bisa mendapatkan medali. Sebab, dia hanya mendaftarkan total angkatan 305 kg. Peraih perak London 2012 Triyatno akan bertanding Jumat pagi WIB pada kelas 69 kg. Triyatno sudah mendaftarkan total angkatan 333 kilogram. Jumlah itu, lebih rendah jika dibandingkan lifter Korea Utara Kim Myong-hyok yang berani memasang angka 350 kg. (nur/c15/na/jpg)


Berita Sebelumnya

Berita Berikutnya


Berita Sejenis

Sudah Saatnya Dimitrov Bidik Grand Slam

Sudah Saatnya Dimitrov Bidik Grand Slam

Petenis Bulgaria Grigor Dimitrov saat ini tengah menjalani momen terbaiknya sebagai petenis profesional.


Button Banting Stir ke Super GT

Button Banting Stir ke Super GT

Setelah tak membalap sepanjang 2017, juara dunia Formula 1 2009 Jenson Button akhirnya memutuskan turun lintasan lagi musim depan.


Motor Baru Yamaha Pakai Chassis Lama

Motor Baru Yamaha Pakai Chassis Lama

Setelah menggelar uji coba privat di Sirkuit Sepang, Malaysia Yamaha sudah menemukan basis motor yang bakal dikembangkan untuk musim depan.


Sinyal Bahaya di Akhir Musim

Sinyal Bahaya di Akhir Musim

Lewis Hamilton gagal menjuarai tiga seri balapan terakhir setelah berhasil merengkuh gelar juara dunia keempatnya di GP Amerika Serikat.


Saatnya Mencari Lifter Muda

Saatnya Mencari Lifter Muda

Kejurnas angkat besi 2017 merupakan salah satu event yang digelar PB PABBSI untuk mencari bibir lifter muda.


Greysia/Apiyani Bidik All England 2018

Greysia/Apiyani Bidik All England 2018

Sejak setahun terakhir, Eng Hian, pelatih ganda putri Indonesia terus mencari formulasi terbaik untuk timnya.


Iran Izinkan Atlet Putri Angkat Besi

Iran Izinkan Atlet Putri Angkat Besi

Iran punya kultur angkat besi yang hebat. Atlet putranya sudah menyumbangkan tujuh medali emas Olimpiade sampai saat ini.


Asian Games, Pemerintah Janjikan Bonus Miliaran

Asian Games, Pemerintah Janjikan Bonus Miliaran

Demi memacu munculnya prestasi di pentas Asian Games 2018, pemerintah sudah mencanangkan alokasi bonus buat peraih medali emas.


Hendro Tjap Incar TC di Eropa

Hendro Tjap Incar TC di Eropa

Peraih tiga medali emas jalan capat 20 km, Hendro Tjap kembali berencana menjalani training camp di Eropa.


Bawa Tiga Emas dari Kejuaraan Dunia di Ceko

Bawa Tiga Emas dari Kejuaraan Dunia di Ceko

Lifter Indonesia, Widari mempersembahkan tiga medali emas dan satu perunggu pada Kejuaran Dunia angkat berat.



Kolom

Video

Populer

Maaf tidak bisa mengambil data, ada masalah dengan server kami!