Sport
Share this on:

Tembus Semifinal Wimbledon, Konta Bisa Ukir Sejarah

  • Tembus Semifinal Wimbledon, Konta Bisa Ukir Sejarah
  • Tembus Semifinal Wimbledon, Konta Bisa Ukir Sejarah

Johanna Konta merayakan kemenangan set kedua pada pertandingan perempatfinal melawan petenis Rumania Simona Halep. (REUTERS / Matthew Childs)

LOS ANGELES - Grand slam Wimbledon memasuki fase penting. Malam nanti dua semifinal tunggal putri siap dihelat. Makin seru lantaran jagoan tuan rumah yakni Johanna Konta masih ambil bagian.

Konta bakal menantang petenis senior Venus Williams. Satu pertandingan semifinal lain mempertemukan petenis Spanyol Garbine Muguruza versus petenis Rusia Magdalena Rybarikova.

Konta sendiri seakan menjadi perhatian utama di babak empat besar ini. Pasalnya, ini menjadi kali pertama dalam 39 tahun tuan rumah sukses menaruh wakilnya di babak semifinal tunggal putri. Kali terakhir petenis Inggris yang tampil di semifinal sendiri adalah Virginia Wade pada 1978.

“Aku selalu percaya kepada kemampuanku sendiri. Aku selalu punya mimpi besar,” ucap Konta yang kini menduduki ranking enam dunia tersebut dilansir BBC.

Namun, jika ingin menyamai raihan Wade pada 1977 saat menjadi kampiun tunggal putri Wimbledon, Konta masih harus berjuang keras. Williams yang kenyang pengalaman dengan tampil di semifinal kesepuluhnya sepanjang karir malam nanti tentu tak akan mudah ditaklukkan.

Apalagi, sejarah mencatat bahwa petenis 37 tahun tersebut adalah salah satu petenis tersukses di grand slam lapangan rumput ini dengan koleksi lima trofi yakni pada 2000, 2001, 2005, 2007, dan 2008.

Dengan usia 37 tahun, kakak kandung Serena Williams tersebut menyamai raihan Martina Navratilova pada 1994 sebagai petenis tertua yang mampu menembus babak empat besar Wimbledon.

Williams sendiri merasa umur bukan penghalang baginya untuk berprestasi. “Aku masih merasa mampu dan kuat,” ucap pengumpul tujuh gelar grand slam tersebut dilansir Denver Post. “Jadi, berapapun umurmu, selama aku masih merasa seperti itu, aku tahu aku masih punya kesempatan mencuri gelar,” tambahnya.

Kali terakhir kedua petenis ini berjumpa di lapangan adalah pada babak 16 besar Roma Masters Mei lalu. Saat itu, di atas lapangan tanah liat, Williams menghajar Konta 6-1, 3-6, 6-1.

Namun, secara head to head keseluruhan publik tuan rumah masih boleh berharap banyak terhadap Konta. Pasalnya, dari total lima kali pertemuan, petenis 26 tahun tersebut masih unggul 3-2.

Tiga kemenangan Konta sendiri seluruhnya diraih di tas lapangan keras. Itu terjadi di semifinal Miami Masters 2017, Final Stanford Open 2016, dan babak pertama Australia Terbuka 2016.

Sementara itu, dari partai lain, Rybarikova ingin meneruskan cerita indah yang dia cetak di Wimbledon. Menembus semifinal sendiri menjadi raihan tertingginya di ajang mayor sepanjang karir sejak 2005.

Yang bikin makin dramatis, petenis 28 tahun tersebut meraih hasil ini pasca rankingnya sempat anjlok ke 453 dunia tahun lalu. Itu setelah dirinya absen tujuh bulan lantaran menjalani dua operasi sekaligus yakni di lutut kanan dan pergelangan tangan kiri.

Kini Rybarikova menduduki peringkat 87 dunia. “Aku sempat berfikir mungkin tidak akan pernah lagi bisa kembali ke lapangan. Dan ternyata sekarang aku berdiri di semifinal,” ucapnya.

Muguruza sendiri tentu lebih diunggulkan. Apalagi, unggulan 14 tersebut datang ke semifinal dengan predikat penakluk ranking 1 dunia Angelique Kerber di babak keempat. Finalis Wimbledon 2015 itu di perempat final sendiri menghempaskan perlawanan Svetlana Kuznetsova dua set langsung 6-3, 6-4. (irr/jpg)

Berita Sebelumnya

Berita Berikutnya


Berita Sejenis

Maaf Venus, Ini Giliran Muguruza

Maaf Venus, Ini Giliran Muguruza

Dari empat kontestan semifinal tunggal putri, dua petenis yang bentrok di partai puncak Wimbledon malam nanti.


Hamilton Gagal Podium, Vettel Tinggal Main Aman

Hamilton Gagal Podium, Vettel Tinggal Main Aman

Tak banyak yang bisa dilakukan bintang Mercedes Lewis Hamilton untuk mengepras defisit poinnya dari Sebastian Vettel di GP Austria tadi malam.


Balap Sepeda Optimis Bisa Dulang Emas

Balap Sepeda Optimis Bisa Dulang Emas

Tim balap sepeda Indonesia punya misi besar di SEA Games 2017 nanti.


Kejuaraan Dunia Jadi Penentuan Ganda Pelapis

Kejuaraan Dunia Jadi Penentuan Ganda Pelapis

Selain Marcus Fernaldi Gideon/Kevin Sanjaya Sukamuljo, ganda putra Indonesia yang lain belum bisa memberikan gelar di level dunia.


Hujan Bisa Bantu Ducati di Assen

Hujan Bisa Bantu Ducati di Assen

Setelah dua balapan beruntun menjadi kampiun di kelas MotoGP, akhir pekan ini rider Ducati Andrea Dovizioso tiba ke Assen.


Ganda Putra Tumpuan Gelar di Indonesia Open

Ganda Putra Tumpuan Gelar di Indonesia Open

Sepanjang sejarah Indonesia Open, sejak edisi pertama 1982 silam, nomor ganda putra menjadi salah satu lumbung gelar tuan rumah.


Ifan dan Halomoan Tembus Kejuaraan Atletik Dunia

Ifan dan Halomoan Tembus Kejuaraan Atletik Dunia

Masa depan atletik Indonesia, khususnya di nomor track masih cukup terjaga.


Misi Valentino Tossi Tembus Pabalap Spanyol

Misi Valentino Tossi Tembus Pabalap Spanyol

Sejak 2012, GP Prancis selalu didominasi oleh pembalap Spanyol.


Sip... Ezra Walian Bisa Tampil

Sip... Ezra Walian Bisa Tampil

Luis Milla bakal memiliki banyak pilihan di lini depan saat melakukan persiapan jelang FIFA Matchday, Juni mendatang.


Klub Liga-1 Wajib Punya AFC Club Licensing

Klub Liga-1 Wajib Punya AFC Club Licensing

Menjadi juara Liga -1 saja sepertinya belum bisa menjamin sebuah tim bisa tampil di kompetisi AFC Championship musim depan.



Video

Maaf tidak bisa mengambil data, ada masalah dengan server kami!