Traveling
Share this on:

Begini Pesona Eksotisme Hutan Mangrove Brebes

  • Begini Pesona Eksotisme Hutan Mangrove Brebes
  • Begini Pesona Eksotisme Hutan Mangrove Brebes

Pesona wisata di Kabupaten Brebes semakin hari semakin memanjakan wisatawan yang senang dengan petualangan atau rekreasi.

BREBES - Pesona wisata di Kabupaten Brebes semakin hari semakin memanjakan wisatawan yang senang dengan petualangan atau rekreasi.

Setelah Ranto Canyon di Kecamatan Salem yang sempat menjadi primadona sebagian warga Brebes dengan wisata air terjun dan pemandangannya, saat ini Brebes memiliki obyek wisata hutan mangrove di Desa Kaliwlingi Kecamatan Brebes mulai diburu sebagai destinasi wisata baru.

Hutan Mangrove yang baru-baru ini terkenal dikalangan masyarakat Brebes sebenarnya baru diresmikan oleh Pemkab Brebes. Bertempat tidak jauh dari pusat Kota Brebes hanya dengan menempuh waktu 30 menit masyarakat bisa menikmati keindahan hutan mangrove yang dikelilingi hamparan perairan.

Hutan mangrove juga bisa ditempuh dengan waktu kurang lebih satu jam dari Kecamatan Losari. Dengan akses yang sudah cukup baik, membuat sebagian warga masyarakat Brebes ingin menghabiskan waktu liburan atau sekadar berekreasi ke hutan mangrove tersebut.

Para wisatawan bisa menempuhnya melewati Desa Sawojajar Kecamatan Bulakamba. Dari Pasar Sawojajar kurang lebih empat kilometer lagi wisatawan bisa sampai ke obyek wisata tersebut.

Selama empat kilometer perjalanan tersebut, para pengunjung akan dimanjakan dengan hamparan tambak yang luasnya mencapai puluhan hektare. Tidak hanya itu, semenjak memasuki Desa Kaliwlingi para wisatawan juga bisa melihat aktivitas para nelayan desa setempat yang menggunakan perahu seadanya. Ada juga warga yang mencari ikan yang menggunakan jaring.

Tidak butuh waktu lama dari Desa Sawojajar para pengunjung akan segera sampai di gerbang Obyek Wisata Hutan Mangrove. Sesampainya di obyek wisata tersebut, para pengunjung akan dimintai tiket masuk oleh petugas setempat.

Dengan tiket masuk Rp15 ribu per orang, para pengunjung sudah bisa menikmati indahnya Hutan Mangrove. Dengan luas parkir yang cukup luas, para wisatawan bisa memarkirkan kendaraanya di pelataran rumah warga yang disulap menjadi lahan parkir. Dengan membayar uang Rp2.000 masyarakat bisa menitipkan kendaraan tersebut kepada juru parkir yang tersedia.

Setelah memarkirkan kendaraan, pengunjung akan diarahkan oleh papan pengumuman untuk menuju dermaga. Sesampainya di dermaga, para pengunjung akan disapa dan dipersilahkan untuk naik ke perahu yang tersedia.

Untuk membawa para wisatawan ke tujuan utama, pihak pengelola menyediakan kurang lebih sembilan perahu. Para wisatawan tidak lagi dikenakan biaya naik perahu, ini lantaran tiket masuk sudah termasuk pembayaran naik perahu.

Setelah naik perahu di dermaga, para wisatawan diantar ke lokasi utama oleh para nahkoda yang sudah handal dibidangnya. Tidak perlu membutuhkan waktu lama, para wisatawan akan tiba di dermaga ke dua dengan jarak tempuh kurang lebih 10-15 menit.

Di waktu tersebut, wisatawan bisa melihat sebagian warga yang beraktifitas sebagian nelayan. Tak jarang, jika beruntung wisatawan bisa melihat tingkah pola anak-anak nelayan yang ikut membantu orang tuanya mencari ikan di perairan tersebut.

Sesampainya di dermaga ke dua, wisatawan langsung disuguhkan pemandangan yang indah. Ya jembatan yang dibuat oleh pengelola menjadikan obyek wisata untuk berfoto bagi para wisatawan.

Apalagi, spot-spot yang ada di dermaga tak kalah cantik dengan yang ada di lokasi utama. Sepanjang menyusuri jembatan, pengunjung akan dimanjakan dengan indahnya pohon mangrove.

Tak lupa, untuk menambah keamanan para pengunjung panitia membuat papan pegangan tangan untuk berpegangan. Tidak luput juga, berbagai papan pengumuman juga ada di dalam obyek wisata tersebut.

Seperti papan pengumuman dilarang berbuat asusila dan jaga serta lindungi hutan terpajang sepanjang perjalanan menyusuri obyek wisata tersebut. Salah seorang pengunjung Obyek Wisata Hutan Mangrove Riska, mengatakan meski baru pertama kali merasa senang bisa mengunjungi destinasi wisata yang ada di Brebes.

Menurutnya, warga Brebes tidak usah jauh-jauh jika ingin berwisata. Pasalnya, di Brebes sendiri sudah banyak destinasi wisata yang tak kalah indahnya dengan daerah lain. "Sebagai warga asli Brebes saya cukup senang bisa menikmati wisata di daerah kelahiran saya, kita (warga Brebes) patut berbangga," katanya.

Sementara itu, Ninik Ika Wahyuningsih salah seorang petugas tiket mengungkapkan wisatawan akan membludak jika hari libur panjang tiba. Dibanding hari biasa yang hanya mencapai ratusan, di hari libur jumlah wisatawan akan mencapai ribuan.

Bahkan tidak hanya dari Brebes, dari kota-kota besar juga sudah banyak yang datang ke sini (hutan mangrove, Red.). "Yang terbaru ada yang dari Banten sekeluarga sengaja datang ke sini untuk melihat Hutang Mangrove. Sebelumnya juga ada yang dari Brebes, Surabaya dan Ngawi yang datang ke sini," terangnya.

Dia menambahkan, obyek wisata tersebut dibuka untuk umum. Dan dibuka setiap hari sejak pukul 07.00 WIB hingga pukul 17.00W WIB. Dengan demikian, masyarakat bisa datang ke wisata tersebut sebelum jam lima sore, jika di atas waktu yang telah ditentukan maka tidak akan diperbolehkan masuk. (ded/zul)

Berita Sebelumnya

Berita Berikutnya


Berita Sejenis

Pesona Klenteng Kwan Kong

Pesona Klenteng Kwan Kong

Klenteng Kwan Kong Terletak di Jalan DI Panjaitan Manado. Arca suci di depan klenteng, membuatnya tampil berbeda.


Yuk... Siap-siap ke Pesona Minahasa 2017

Yuk... Siap-siap ke Pesona Minahasa 2017

Satu even akbar di setiap bulan direncanakankan memeriahkan Pesona Minahasa tahun ini.


Ke Danau Haji Buang, Bercengkerama dengan Ubur-ubur

Ke Danau Haji Buang, Bercengkerama dengan Ubur-ubur

Pesona Danau Kakaban dengan ubur-uburnya yang tidak menyengat, ternyata ada “kembarannya” di Pulau Maratua.


Begini Meriahnya Festival Kali Comal

Begini Meriahnya Festival Kali Comal

Festival Kali Comal di Desa Mojo, Kecamatan Ulujami, Kabupaten Pemalang, Sabtu malam (17/12) semarak.


Yuk Pacu Adrenalin Anda Meluncur dari Bebatuan Wadas Kemlasah Paguyangan

Yuk Pacu Adrenalin Anda Meluncur dari Bebatuan Wadas Kemlasah Paguyangan

Salah satu destinasi wisata yang masih alami dan belum mendapat sentuhan dari Pemerintah Kabupaten Brebes adalah Wadas Kemlasah.


Pedestrian Bantaran Sungai Bolango, Alternatif Wisata Murah Meriah

Pedestrian Bantaran Sungai Bolango, Alternatif Wisata Murah Meriah

Pesona Bantaran Sungai Bolango di Kelurahan Donggala, Kecamatan Kota Selatan, Kota Gorontalo berubah drastis.


Begini Indahnya Gua Peninggalan Jepang di Purwakarta

Begini Indahnya Gua Peninggalan Jepang di Purwakarta

Bagi yang menyukai wisata alam sekaligus wisata sejarah, sebuah gua di Desa Pusaka Mulya Kecamatan Kiarapedes Kabupaten Purwakarta bisa menjadi pilihan.


Pesona Kemegahan Gedung PTPN XI, Gabungkan Arsitektur Jawa, Belanda, dan Yunani

Pesona Kemegahan Gedung PTPN XI, Gabungkan Arsitektur Jawa, Belanda, dan Yunani

Arsitektur gedung PTPN XI memang luar biasa. Salah satu keindahannya gedung termegah dizamannya itu ada pada lantai dua.


Nyamannya Pedestrian Bolango yang Dulu Sumpek dan Bau

Nyamannya Pedestrian Bolango yang Dulu Sumpek dan Bau

Pesona Bantaran Sungai Bolango kini berubah drastis. Bantaran sungai kini menjadi menjadi spot lokasi rekreasi baru bagi masyarakat Kota Gorontalo.


Dilengkapi Camping Ground, Cipanas Bumiayu Mulai Bersolek

Dilengkapi Camping Ground, Cipanas Bumiayu Mulai Bersolek

Disparbudpora Kabupaten Brebes, terus melakukan optimalisasi dan juga pembenahan terhadap sejumlah obyek wisata yang ada di Kabupaten Brebes.



Kolom

Maaf tidak bisa mengambil data, ada masalah dengan server kami!