Traveling
Share this on:

Mengunjungi Kawasan Konservasi yang Dikelilingi Pulau Berpenghuni

  • Mengunjungi Kawasan Konservasi yang Dikelilingi Pulau Berpenghuni
  • Mengunjungi Kawasan Konservasi yang Dikelilingi Pulau Berpenghuni

Dahulu kala, hiduplah sepasang suami istri keturunan suku Bajo di Sulawesi Tenggara.

MOROWALI - Dahulu kala, hiduplah sepasang suami istri keturunan suku Bajo di Sulawesi Tenggara. Sepanjang waktu, pasangan itu terus nomaden dan semakin menjauh dari asalnya. Sampai saat badai membawa mereka ke sebuah pulau kecil tak berpenghuni di Sulawesi Tengah. Kisah ini kemudian membuka mata dunia tentang keindahan alam di timur Indonesia.

Angin laut mulai terasa menembus kulit. Seirama gerak KM Fatwa dari pelabuhan Desa Lafeu, Kecamatan Bungku Pesisir, Kabupaten Morowali, Sulawesi Tengah. Siang itu, kapal kayu berkapasitas 200 penumpang ini hendak menuju Desa Mbokita, pulau kecil yang ditemukan pasangan Bajo pengelana samudera tersebut.

Mbokita sebenarnya bagian kecil dari kawasan konservasi laut di Kepulauan Sombori, Kecamatan Menui Kepulauan, Kabupaten Morowali, Provinsi Sulawesi Tengah. Selain Mbokita, kawasan seluas 41.342 hektar are itu di kelilingi 34 gugusan pulau berpenghuni dan belum terjamah.

Kepulauan yang dihuni mayoritas Suku Bajo itu diperkenalkan oleh Pemerintah Kabupaten Morowali melalui Festival Bajo Pasakayang, 2014 lalu. Banyak yang menyebut Sombori adalah perwujudan dari tiga lokasi wisata Wakatobi di Sulawesi Tenggara, Bunaken Sulawesi Utara dan Raja Ampat di Papua.

Satu jam pertama perjalanan itu, mulai terlihat beberapa pulau. Di antaranya adalah Kaleroang, pulau besar berpenghuni terpadat di kepulauan Sombori. Pulau ini lah menjadi pusat pemerintah kecamatan Menui Kepulauan.

Lebih jauh mendekati daerah tujuan, KM Fatwa perlahan melewati antara dua pulau besar nan teduh. Beberapa atol menghiasi sekitar pulau itu. Rupanya, selat kecil berarus sangat tenang ini menjadi pintu masuk ke kawasan konservasi Sombori dari arah Lafeu.

Hampir sore, laju KM Fatwa mulai berkurang saat mendekati pulau Mbokita. Anak buah kapal tampak sibuk dengan tugas masing-masing. Sesaat kemudian sauh sudah diturunkan. Penumpang lalu dijemput menggunakan perahu warga.

"Masyarakat menamakannya Mbokita. Begitu cara kami menghormati leluhur yang menemukan pulau ini," kata Moh Hatta, Kepala Desa Mbokita.

Terbentuk dari batuan cadas, Mbokita dihuni tak kurang dari 40 kepala keluarga. Di dalamnya terdapat sebuah masjid dan sekolah dasar permanen. Ada pula PAUD yang menempel di rumah salah seorang warga. Agar terlihat rapi, jalan lingkungan dibuat menggunakan rabat beton.

Di depan deretan rumah warga, terdapat sebidang tanah kosong seukuran lapangan futsal. Fungsinya untuk tempat olahraga dan mendirikan tenda saat ada pesta digelar.

Jika diperhatikan, bangunan terdepan di Mbokita adalah kantor desa. Karena kantor berbahan kayu itu persis berada di atas laut. Di sampingnya ada satu atol dengan sedikit tumbuhan.

Masyarakat setempat sangat ramah. Ini tergambar dari mereka yang selalu tersenyum. Bahkan warga tak segan menawarkan rumah untuk ditinggali pengunjung selama berada di Mbokita.

Sayangnya, di Mbokita tak ada sumber air tawar. Jika persedian air mulai menipis, warga setempat harus menempuh perjalanan laut selama tiga jam ke Desa Laroenai, Bungku Selatan.

Untuk minum, pengunjung disarankan membawa air mineral dalam kemasan. Atau bisa membeli di kios-kios warga di situ. Kalau mau mandi, pengunjung cukup membayar Rp10 ribu per jeriken. Harga itu sebagai pengganti biaya saat mengambil air tawar di seberang pulau.

Selain Mbokita, beberapa pulau bisa menjadi tempat persinggahan. Antara lain, Pulau Koko yang memiliki pantai pasir putih, Dongkalan Kecil, Dongkalan Besar, Dua Laut, Dua Darat dan sebuah tempat terindah yang disebut pulau Kahyangan.

Jika melihat dari letaknya, Mbokita paling dekat dengan Pulau Kahyangan. Di tempat itu terdapat empat danau air asin atau disebut Laguna. Pulau yang mulai dihuni beberapa orang suku Bajo ini menjadi spot utama wisatawan.

Untuk sekedar snorkeling, pengunjung cukup mengitari sekitar pulau Mbokita. Atau lebih seru lagi bisa menyusuri pantai pasir panjang. Saat ingin makan ikan segar, pengunjung cukup memancing di belakang rumah warga. Andai tak lagi sabar menunggu, bisa langsung memilih berbagai jenis ikan dalam keramba. Namun untuk ikan mahal seperti kerapu, warga menjualnya Rp25 ribu per kilogramnya.

Di seberang pulau Mbokita, terdapat beberapa goa. Salah satunya goa Berlian. Namun goa itu berbau mistis. Sebab menurut warga setempat, kilauan stalatit yang memancar dari dalam goa hanya bisa dilihat pada malam Jumat saja.

"Penunggu goa Berlian itu berwujud Lipan besar. Jika pengunjung berniat jahat, dipastikan mereka tidak akan menemukan pintu masuknya. Jika berhati bersih, di dalamnya dapat melihat sebuah patung berbentuk wanita mengendong bayi," tutur Tetua Mbokita.

Segala keindahan Kepulauan Sombori tentu tak bisa sepenuhnya tergambar dalam tulisan ini. Namun satu yang pasti, gugusan pulau tersebut menyimpan sejuta pesona alam dan keindahan bawah laut yang menakjubkan.

Sombori bukan sekadar destinasi wisata menurut penulis, banyak hal lain yang jauh lebih menarik. Semisal kebudayaan unik suku Bajo. Hal lainnya adalah kehebatan mereka bersahabat dengan alam.

Gugusan pulau-pulau tersebut bisa dikatakan masih perawan. Karena destinasi wisata baru ini belum dilengkapi hotel atau sekedar cottage. Olehnya, Pemerintah Kabupaten Morowali bertekad memajukan kawasan itu benar-benar layak menjadi lokasi wisata dunia.

Setelah dua kali menjadi lokasi festival Bajo Pasangkayang, dua kali pula Kepulauan Sombori menjadi pusat kegiatan besar. Pertama adalah pengibaran bendera Merah Putih raksasa dari dasar laut, Agustus 2016 lalu dan pemasangan bendera Merah Putih sepanjang 19 kilometer mengitari gugusan pulau, Desember 2016.

Kegiatan hasil gagasan Kapolres Morowali AKBP Edward Indharmawan EC bekerjasama dengan KAHMI Morowali, serta kegiatan Pemkab Morowali dalam rangka HUT daerah tersebut tercatat dalam Museum Rekor Indonesia. (ilham nusi)

Berita Sebelumnya

Berita Berikutnya

Pesona Klenteng Kwan Kong
Pesona Klenteng Kwan Kong

Berita Sejenis

Melihat Mercusuar Pulau Serutu yang Berusia Satu Abad Lebih

Melihat Mercusuar Pulau Serutu yang Berusia Satu Abad Lebih

Bukan hanya di Pulau Belitung, di Pulau Karimata, Kabupaten Kayong Utara juga terdapat mercusuar peninggalan Belanda.


Begini Pesona Eksotisme Hutan Mangrove Brebes

Begini Pesona Eksotisme Hutan Mangrove Brebes

Pesona wisata di Kabupaten Brebes semakin hari semakin memanjakan wisatawan yang senang dengan petualangan atau rekreasi.


Bingung Liburan? Nih, Delapan Cara Dapatkan Tiket Pesawat Promo 2017

Bingung Liburan? Nih, Delapan Cara Dapatkan Tiket Pesawat Promo 2017

Tahun 2017 segera datang bagi anda yang tak kesampaian liburan karena harga tiket pesawat dan penginapan yang mahal, tak perlu bersedih.


Yuukkk... Berselfie di Belakang Air Mancur yang Bisa Berubah Warna

Yuukkk... Berselfie di Belakang Air Mancur yang Bisa Berubah Warna

Sejak dibenahi dan dihiasi warna-warni lampu, Taman Luwuk Sehati yang terletak disekitar tugu Adipura Luwuk menjadi populer.


Di Watu Ireng, Anda Bisa Berselfie Ria dengan Permadani Pucuk Pinus

Di Watu Ireng, Anda Bisa Berselfie Ria dengan Permadani Pucuk Pinus

Bagi masyarakat yang belum sempat berkunjung ke Wisata Alam Watu Ireng memang makin penasaran.


Ke Danau Haji Buang, Bercengkerama dengan Ubur-ubur

Ke Danau Haji Buang, Bercengkerama dengan Ubur-ubur

Pesona Danau Kakaban dengan ubur-uburnya yang tidak menyengat, ternyata ada “kembarannya” di Pulau Maratua.


Miangas, Pulau Terutara Indonesia yang Eksotis nan Menawan

Miangas, Pulau Terutara Indonesia yang Eksotis nan Menawan

Sungguh asyiknya berwisata di pulau terluar Indonesia. Seperti di Pulau Miangas, Kabupaten Kepulauan Talaud.


Yuk Pacu Adrenalin Anda Meluncur dari Bebatuan Wadas Kemlasah Paguyangan

Yuk Pacu Adrenalin Anda Meluncur dari Bebatuan Wadas Kemlasah Paguyangan

Salah satu destinasi wisata yang masih alami dan belum mendapat sentuhan dari Pemerintah Kabupaten Brebes adalah Wadas Kemlasah.


Desember, Manado Pasti Meriah

Desember, Manado Pasti Meriah

Banyak yang berubah di Kota Manado memasuki Desember. Menyambut Natal serangkaian iven bakal digelar. Kota Manado berbenah.


Yuk, Intip Golden Sunrise di Puncak Gajah di Purbalingga

Yuk, Intip Golden Sunrise di Puncak Gajah di Purbalingga

Kabupaten Purbalingga menyimpan berbagai macam potensi wisata alam yang berada di atas ketinggian.



Kolom

Maaf tidak bisa mengambil data, ada masalah dengan server kami!