Traveling
Share this on:

Yuk Pacu Adrenalin Anda Meluncur dari Bebatuan Wadas Kemlasah Paguyangan

  • Yuk Pacu Adrenalin Anda Meluncur dari Bebatuan Wadas Kemlasah Paguyangan
  • Yuk Pacu Adrenalin Anda Meluncur dari Bebatuan Wadas Kemlasah Paguyangan

Salah satu destinasi wisata yang masih alami dan belum mendapat sentuhan dari Pemerintah Kabupaten Brebes adalah Wadas Kemlasah.

BRBES - Berselancar di kolam renang atau waterboom mungkin sudah biasa. Tapi berselancar di atas batu wadas dengan arus deras akan merasakan sensasi yang berbeda.

Salah satu destinasi wisata yang masih alami dan belum mendapat sentuhan dari Pemerintah Kabupaten Brebes adalah Wadas Kemlasah yang terletak di Desa Winduaji, Kecamatan Paguyangan. Wadas Kemlasah yang berarti batu yang tertidur dan memanjang adalah sebuah aliran sungai yang mengalir di atas batu dan membentuk air terjun atau curug.

Ada tiga curug di aliran sungai ini, yaitu Curug Penganten, Curug Muslim, dan Curug Mangkok. Lokasinya sangat eksotis, berada di antara hutan, bukit dan kebun kopi serta kebun melinjo.

Untuk mencapai lokasi Wadas Kemlasah ada beberapa jalur seperti jalur Pereng atau di Pertigaan Wanatirta, atau melalui pertigaan pabrik Gondorukem, naik sampai Dukuh Banda. Pengunjung akan berjalan kaki menuju lokasi dengan meminta tolong penduduk untuk mengantar sampai ke lokasi.

Wadas Kemlasah sampai saat ini belum dikelola secara profesional, masih dibiarkan alami tanpa tersentuh penanganan dari pihak manapun. Kendalanya adalah prasarana jalan yang belum memadai. Hal itu dikatakan Wasirin,60, warga kampung Banda, kampung terakhir sebelum memasuki Wadas Kemlasah.

"Kita sudah mengajukan untuk perbaikan jalan ke desa, tapi terasa sangat sulit. Sampai saat ini belum terealisasi. Hanya jalan batu seperti ini yang ada, kasihan pengunjung kalau perjalanannya kurang nyaman. Kemarin ada sekelompok mahasiswa yang survey kemari katanya mau mengelola wadas ini, silakan saja," kata Wasirin, kemarin.

Menurutnya, Wadas Kemlasah sangat potensial untuk dikembangkan menjadi obyek wisata. Hanya memang perlu banyak pembenahan seperti jalanan, rute perjalanan menuju lokasi dan pemandu. Jika dikelola dengan baik akan menjadi sumber pendapatan bagi warga.

Zainul Istihad pengunjung asal Kecamatan Larangan yang datang bersama 4 temannya menuturkan, Wadas Kemlasah sangat indah dan penuh tantangan walau harus berjalan kaki cukup lama untuk mencapai lokasi.

"Tempatnya sangat indah seperti pemandian para bidadari, dimana ada air terjun, kemudian kita berselancar di batu sepanjang 15 meter, kita bisa meluncur seperti di waterboom dan berakhir di kolam besar. Kolam dengan kedalaman 150 centimeter dan ada undakan seperti tangga untuk naik turun," terangnya.

Muhamad Misbah teman satu perjalanan Zainul, menuturkan tempat tersebut sangat cocok untuk wisata minat khusus karena sangat komplit. "Wadas Kemlasah bisa menjadi wisata alternatif karena sangat komplit. Untuk mencapai lokasi ini kita harus jalan kaki, sampai di lokasi kita disuguhkan permainan air yang memacu adrenalin berseluncur di atas batu wadas. Kalau dikelola dengan baik, maka sangat mungkin bisa meningkatkan PAD (Pendapatan Asli Daerah), atau paling tidak bisa meningkatkan kesejahteraan warga setempat," tandasnya. (fid/zul)

Berita Sebelumnya

Berita Berikutnya


Berita Sejenis

Yuk... Siap-siap ke Pesona Minahasa 2017

Yuk... Siap-siap ke Pesona Minahasa 2017

Satu even akbar di setiap bulan direncanakankan memeriahkan Pesona Minahasa tahun ini.


Bingung Liburan? Nih, Delapan Cara Dapatkan Tiket Pesawat Promo 2017

Bingung Liburan? Nih, Delapan Cara Dapatkan Tiket Pesawat Promo 2017

Tahun 2017 segera datang bagi anda yang tak kesampaian liburan karena harga tiket pesawat dan penginapan yang mahal, tak perlu bersedih.


Di Watu Ireng, Anda Bisa Berselfie Ria dengan Permadani Pucuk Pinus

Di Watu Ireng, Anda Bisa Berselfie Ria dengan Permadani Pucuk Pinus

Bagi masyarakat yang belum sempat berkunjung ke Wisata Alam Watu Ireng memang makin penasaran.


Menyusuri Keindahan Gunung Slamet dari Desa Jurangmangu

Menyusuri Keindahan Gunung Slamet dari Desa Jurangmangu

Pembangunan gerbang selamat datang Ekowisata Jurangmangu Adventure, i pintu pendakian Gunung Slamet telah dilakukan.


Yuk ke Festival Kali Comal 16-17 Desember

Yuk ke Festival Kali Comal 16-17 Desember

Sekda Budi Raharjo menggelar rakor membahas persiapan Festival Kali Comal di Kabupaten Pemalang tanggal 16 dan 17 Desember 2016.


Yuk, Intip Golden Sunrise di Puncak Gajah di Purbalingga

Yuk, Intip Golden Sunrise di Puncak Gajah di Purbalingga

Kabupaten Purbalingga menyimpan berbagai macam potensi wisata alam yang berada di atas ketinggian.


Ingin Mangga Gratis, Yuk ke Festival Mangga di Pemalang

Ingin Mangga Gratis, Yuk ke Festival Mangga di Pemalang

Agrowisata Mangga Istana yang saat ini sedang dikembangkan di Kabupaten Pemalang sedang gencar dipromosikan.


Melihat Arsitektur Kantor Pos Simpang Surabaya dari Kayu Jati yang Khas

Melihat Arsitektur Kantor Pos Simpang Surabaya dari Kayu Jati yang Khas

Banyaknya bangunan layanan publik yang dibangun pada masa Kolonial Belanda yang hingga saat ini masih kokoh berdiri.


Ke Curug Lawe Pekalongan, Anda Bisa Selfie dengan Tetesan Air Terjun

Ke Curug Lawe Pekalongan, Anda Bisa Selfie dengan Tetesan Air Terjun

Meski harus bersusah payah untuk sampai ke Curug Lawe di Desa Kasimpar Kecamatan Petungkriyono Kabupaten Pekalongan, Anda tak perlu kuatir.


Tarpin Alas Sukses Jalan Mundur ke Gunung Bromo dan Semeru 180 Kilometer

Tarpin Alas Sukses Jalan Mundur ke Gunung Bromo dan Semeru 180 Kilometer

Aksi Tarpin Alas memecahkan rekor dunia berjalan mundur 180 kilometer dari kampung Celaket ke Gunung Bromo dan Gunung Semeru kemarin.



Kolom

Maaf tidak bisa mengambil data, ada masalah dengan server kami!