Kajian Islam
Share this on:

Muslim Sejatikah Diri Kita?

Muslim Sejatikah Diri Kita?Muslim Sejatikah Diri Kita?

Teringat olehku dialog antara Rasulullah Shallallaahu ‘alayhi Wassalaam dan Malaikat Jibril ‘alayhis salaam.

Sahabat,

Teringat olehku dialog antara Rasulullah Shallallaahu ‘alayhi Wassalaam dan Malaikat Jibril ‘alayhis salaam di suatu hari saat Rasul melingkar bersama para sahabat. Sahabat Umar bin Khathab radliyallahu ‘anhu meriwayatkan, ”Ketika kami duduk bersama Nabi dalam sebuah majlis, tiba-tiba datang seorang lelaki yang tidak kami kenal sebelumnya, begitu putih bajunya, sangat legam hitam rambutnya, tetapi tidak tampak di wajah dan tubuhnya tanda-tanda keletihan karena perjalanan jauh...belum hilang kekagetan kami, langsung lelaki asing itu bersimpuh di depan Nabi seraya memegang lutut Nabi dan bertanya, ‘Wahai Nabi Muhammad, beri tahukan kepadaku apa itu Islam?’...”. Imam Muslim yang meriwayatkan hadits ‘Jibril’ itu menyebutkan pertanyaan lelaki asing yang tidak lain adalah Jibril ‘alayhis salaam berturut-turut setelah Islam, Iman, Ihsan, Hari Kiamat, hingga tanda-tanda Hari Kiamat.

Dialog itulah yang menorehkan sebuah pertanyaan menggelitik untuk diri kita masing-masing, “Muslim Sejatikah Diri Kita?” Hal ini sejalan dengan firman Allah Subhaanahu wa Ta’alaa dalam Al Qur’an Surat Al Ahzab ayat 35, “Sesungguhnya laki-laki dan perempuan muslim, laki-laki dan perempuan mukmin, laki-laki dan perempuan yang tetap dalam ketaatan, laki-laki dan perempuan yang benar, laki-laki dan perempuan yang sabar, laki-laki dan perempuan yang khusyu’, laki-laki dan perempuan yang bersedekah, laki-laki dan perempuan yang berpuasa, laki-laki dan perempuan yang memelihara kehormatannya, laki-laki dan perempuan yang banyak mengingat Allah, Allah telah menyediakan bagi mereka ampunan dan pahala yang besar”

Menjadi muslim sejati itulah yang difirmankan Allah Subhaanahu wa Ta’alaa dan kemudian ditanyakan malaikat Jibril ‘alayhis salaam kepada Nabi.

Sahabat,

Dalam kesempatan ini, kita akan menelaah dua indikasi yang disebutkan Allah Subhaanahu wa Ta’alaa dan RasulNya tentang sosok muslim sejati.

Pertama, sosok muslim sejati ditunjukkan dengan keteguhan dan kelurusan iman pada Allah Subhaanahu wa Ta’alaa. Sebagaimana telah dicontohkan Nabi Ibrahim ‘alayhis salaam. Perhatikan firmanNya, “Katakanlah: ‘Sesungguhnya aku telah ditunjuki oleh Tuhanku kepada jalan yang lurus, (yaitu) agama yang benar; agama Ibrahim yang lurus; dan Ibrahim itu bukanlah termasuk orang-orang yang musyrik. Katakanlah: "Sesungguhnya shalatku, ibadatku, hidupku dan matiku hanyalah untuk Allah, Tuhan semesta alam, tiada sekutu bagi-Nya; dan demikian itulah yang diperintahkan kepadaku dan aku adalah orang yang pertama menyerahkan diri (kepada Allah)" (QS Al An’am : 161 – 163).

Ke dua, Nabi Shallallaahu ‘alayhi Wassalaam memberi tanda tentang kesejatian Islam seseorang, dengan sabdanya, “Seorang (dikatakan) muslim adalah siapa saja yang saudara muslim lainnya selamat dari ucapan dan perbuatannya”. Sebagaimana asal kata agama mulia ini, Islam berasal dari kata sa – li – ma yang berarti selamat, damai, tenteram, maka ke-Islam-an seseorang ditandai salah satunya dengan penjagaan lisan dan perbuatannya sehingga saudaranya merasa selamat, damai, aman dari keduanya.

Sahabatku,

Dengan dua indikator ‘sederhana’ inilah, mari kita menilai diri kita bukan menilai orang lain apakah sudah pantas diri ini menjadi Muslim Sejati?



Kolom Sejenis

Muslim Sejatikah Diri Kita?

Muslim Sejatikah Diri Kita?

Teringat olehku dialog antara Rasulullah Shallallaahu ‘alayhi Wassalaam dan Malaikat Jibril ‘alayhis salaam.


Lahir dari Perut Republik, Banyak Didirikan Demokrat

Lahir dari Perut Republik, Banyak Didirikan Demokrat

Sebenarnya ada ”partai” baru di Amerika: kebangkitan rakyat bersatu. L



Kolom

Maaf tidak bisa mengambil data, ada masalah dengan server kami!