New Hope
Share this on:

Selamatkan Aset Strategis yang Disita Bank

Selamatkan Aset Strategis yang Disita BankSelamatkan Aset Strategis yang Disita Bank

Mengapa konsultan merekomendasikan restrukturisasi aset? Dan mengapa saya pun berpendapat sama?

Mengapa konsultan merekomendasikan restrukturisasi aset? Dan mengapa saya pun berpendapat sama? Sebagai peninggalan Belanda, tidak semua aset PT PWU saat itu bermanfaat untuk perusahaan. Banyak yang justru menjadi beban.

Maka, saya minta kepada staf PT PWU untuk mengelompokkan asset-aset tersebut. Mana yang produktif dan mana yang tidak produktif. Saya juga minta dikelompokkan berdasar statusnya: (a) aset yang tanahnya ada, yang surat-suratnya ada, yang dikuasai perusahaan; (b) aset yang tanahnya ada, surat-suratnya ada, tapi diduduki pihak lain; (c) aset yang tanahnya ada, surat-suratnya mati, tapi dikuasai perusahaan; (d) aset yang tanahnya ada, surat-suratnya mati, dan diduduki pihak lain; (e) aset yang tanahnya tidak ada dan suratnya pun tidak ada. Kelompok yang terakhir itu seperti guyon, tapi nyatanya ada.

Saya masih minta pengelompokan lain berdasar mana yang dulu dijaminkan kepada bank dan mana yang tidak. Ini karena pinjaman bank di masa lalu itu semua dalam kondisi macet. Aset-aset jaminan tersebut harus disita bank. PWU tidak mungkin melunasinya. Tidak punya uang.

Tapi, saya tidak mau aset-aset yang strategis disita bank. Harus diselamatkan. Saya minta diadakan negosiasi dengan bank. Aset-aset strategis yang akan disita diganti dengan aset-aset lain. Baru kemudian disita.

Bank setuju, asal segera ada penyelesaian. Dengan penyitaan itu, bank tertolong. Banknya Pemda Jatim juga. Penilaian dari Bank Indonesia juga membaik. PWU pun tidak lagi di-blacklist oleh bank. Tapi, aset strategisnya selamat dari penyitaan. Dari 30 aset yang dilepas, sebagian besar adalah yang karena disita bank tersebut. (*)


Kolom Sejenis

Berakhir yang Belum, Jelas yang Kabur

Berakhir yang Belum, Jelas yang Kabur

Inilah urusan murni keluarga yang menjadi urusan penuh negara.


Wasiat Terakhir yang Bikin Perpecahan

Wasiat Terakhir yang Bikin Perpecahan

PERPECAHAN keluarga Perdana Menteri Singapura terus melebar.


Kita Yang Besarkan HTI Rasanya

Kita Yang Besarkan HTI Rasanya

Begitu banyak kelompok dalam Islam. Non-Islam sering tidak tahu.


Selalu Ada yang Baru di Tianjin

Selalu Ada yang Baru di Tianjin

Selalu ada yang baru di rumah sakit ini. Sudah 10 tahun saya selalu kembali ke Tianjin First Center Hospital (TFCH) di bagian utara RRT ini.


Agile Banking

Agile Banking

Berapa tahun lalu kita masih sering membaca berita tentang pembukaan kantor cabang bank. Sekarang? Nyaris tak terdengar lagi.


Selamatkan Aset Strategis yang Disita Bank

Selamatkan Aset Strategis yang Disita Bank

Mengapa konsultan merekomendasikan restrukturisasi aset? Dan mengapa saya pun berpendapat sama?


Tuan Guru dengan Masa Depan yang Panjang

Tuan Guru dengan Masa Depan yang Panjang

Inilah gubernur yang berani mengkritik pers. Secara terbuka. Di puncak acara Hari Pers Nasional (HPN) pula.


Serbasulit untuk Freeport yang Serbaberat

Serbasulit untuk Freeport yang Serbaberat

Relakah Anda bila saat ini negara kita mengeluarkan uang sekitar Rp 20 triliun.


YANG MULIA

YANG MULIA

Dalam persidangan, kita memanggil hakim dengan sebutan penuh hormat: Yang Mulia. Mengapa?


Beras Menir yang Menggetarkan Samsung

Beras Menir yang Menggetarkan Samsung

Samsung rupanya merasa terancam. Memang perusahaan baru smartphone di Beijing itu tiba-tiba saja jadi meteor.



Maaf tidak bisa mengambil data, ada masalah dengan server kami!