125 Hektare Sawah dan Kebun Melati Terendam Banjir, Petani di Pemalang Gagal Panen

PEMALANG - Rob sepertinya sudah menjadi langganan yang rutin menimpa di Desa Tasikrejo Kecamatan Ulujami Kabupaten Pemalang.

Jika rob sebelumnya sampai ke permukiman warga, rob kali ini juga menimpa areal persawahan dan perkebunan hingga ketinggian air mencapai 50 cm.

Kepala Desa Tasikrejo, Sopiyudin menyatakan rob telah merendam areal persawahan sebanyak 100 hektar dan perkebunan melati sebayak 25 hektare. Sedangkan untuk permukiman, rob juga melanda di 1 RT yaitu RT 05 RW 05.

"Total yang persawahan dan perkebunan ada 125 hektare yang terendam," jelasnya kepada Radar Tegal (jaringan radartegal.com), Senin (22/11)

Sopiyudin mengatakan akibat terendam rob, sawah pun gagal panen. Sedangkan tanaman melati juga banyak yang mati, sehingga petani melati tidak bisa memanen atau menghasilkan bunga melatinya.

"Kerugiannya yang jelas banyak sekali," kata dia.

Menurutnya, rob yang terjadi di wilayah Desa Tasikrejo sudah diupayakan penanganannya, baik dari pemerintah desa, kecamatan, kabupaten, provinsi maupun pemerintah pusat melalui kementerian terkait. Namun karena menyangkut biaya yang sangat besar, pelaksanaannya masih menunggu.

"Kalau melihat dampaknya, sangat kasihan warga, tapi mau apa lagi, kita harus sabar," terangnya.

Untuk Pemerintah Desa Tasikrejo, lanjut Sopiyudin, pihaknya sudah mengupayakan membuat saluran air, agar manakala rob datang, air rob bisa cepat surut melalui saluran air yang dibuat secara gotong royong oleh warga, sehingga permukiman, sawah maupun kebun tidak banjir oleh genangan air rob. (rid/zul)

Baca Juga:

  • Novia Widyasari yang Diduga Bunuh Diri Sudah 2 Kali Dihamili Polisi Pacarnya dan 2 Kali Diaborsi.
  • Prihatin Wali Kota Portal Alun-alun, Warga: Kita Ingin Tak Ada Egoisme dan Arogansi Kekuasaan.

Berita Terbaru