17 Tahun Buron, Bos Cewek Pembobol BNI Maria Pauline Akhirnya Tertangkap Juga

JAKARTA - Usai sudah masa pelarian Maria Pauline Lumowa selama 17 tahun. Dia akhirnya berhasil ditangkap setelah belasan tahun menjadi buronan untuk kasus pembobolan bank BNI pada 2003.

Pelariannya berakhir di Serbia. Maria Pauline Lumowa ditangkap oleh NCB Interpol Serbia di Bandara Internasional Nikola Tesla, Serbia, pada 16 Juli 2019.

Dikutip dari Pojoksatu, Maria Lumowa ditangkap berdasarkan surat red notice Interpol.

Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia (Menkumham) Yasonna Laoly, turun langsung menjemput Maria Pauline Lumowa ke Serbia.

Yasonna dan delegasi Indonesia sudah mulai bertandang ke Beograd, Serbia, sejak Sabtu 4 Juli 2020.

Kini Maria akan diserahkan ke Bareskrim Polri untuk menjalankan proses hukum yang menjeratnya.

“Maria Pauline Lumowa akan diserahkan langsung ke Bareskrim Polri dengan profesional,” kata Yosana dalam keterangan tertulisnya, Kamis (9/7).

Kemenkumham bersama Polri telah mengekstradisi Maria dari Serbia ke Indonesia.

Maria tiba di Bandara Soetta pada Kamis (9/7) sekitar jam 11.00 WIB dengan kawalan ketat polisi.

“Yang bersangkutan akan menjalani proses hukum di Bareskrim Polri,” ungkapnya.

Diketahui, Maria Pauline Lumowa merupakan bos PT Gramarindo Mega Indonesia yang lahir di Paleloan, Sulawesi Utara, 27 Juli 1958.

Ia ditetapkan sebagai salah satu tersangka kasus pembobolan kas bank BNI cabang Kebayoran Baru lewat Letter of Credit (L/C) fiktif.

Namun, ia melarikan diri ke luar Indonesia pada 17 tahun yang lalu. Maria Pauline Lumowa masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO) atau buronan aparat penegak hukum Indonesia.

Maria Lumowa dikabarkan terbang ke Singapura pada September 2003 atau sebulan sebelum ditetapkan sebagai tersangka oleh tim khusus yang dibentuk Mabes Polri.

Maria Lumowa disebut-sebut sering bolak-balik Singapura-Belanda. Ia juga dikabarkan pernah tercatat menjadi warga negara Belanda.

Pemerintah Indonesia sempat dua kali mengajukan proses ekstradisi ke Pemerintah Kerajaan Belanda, yakni pada 2010 dan 2014.

Sebab, Maria Pauline Lumowa ternyata sudah menjadi warga negara Belanda sejak 1979.

Namun, kedua permintaan itu direspons dengan penolakan oleh Pemerintah Kerajaan Belanda.

Pemerintah Belanda justru memberikan opsi agar Maria Pauline Lumowa disidangkan di Belanda.

Upaya penegakan hukum lantas memasuki babak baru saat Maria Pauline Lumowa ditangkap oleh NCB Interpol Serbia di Bandara Internasional Nikola Tesla, Serbia, pada 16 Juli 2019.

Maria Lumowa ditangkap berdasarkan surat red notice Interpol. (fir/pojoksatu/ima)

Baca Juga:

  • Pemkot Akhirnya Buka-bukaan Data Perkembangan Terbaru Covid-19, Sebut 28 Warga Positif.
  • Valid! 26 Kasus Positif Covid-19 Baru Ditemukan di Kota Tegal, Ganjar Minta Pemkot Intensifkan PCR Test Massal.

Berita Terkait

Berita Terbaru