3.000 Bibit Pohon Bernilai Ekonomi Ditanam di Lahan Milik Warga, Ganjar: Ini Musim Hujan, Waktunya Bagus

CILACAP - Setidaknya 3.000 bibit pohon bernilai ekonomi ditanam di lahan milik warga. Ragam bibit tanaman antara lain Aren, Gayam, Durian hingga Beringin.

Sejak pagi, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mengunjungi Desa Pesanggrahan untuk melakukan penanaman pohon tersebut.

Ganjar melanjutkan kunjungan daerahnya di Kabupaten Cilacap, Kamis (18/7).

Selain itu, melalui Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Ganjar pun membagikan ribuan bibit pohon untuk kelompok tani hutan di Cilacap.

“Bismillahirrohmanirrohim, nyes! Subur makmur amin,” teriak Ganjar saat melakukan prosesi penanaman pohon.

Di kesempatan itu, Ganjar ingin menyampaikan pesan pada warga Jawa Tengah agar mulai melakukan penanaman pohon. Selain sudah masuk musim hujan, sebagai upaya pencegahan bencana.

“Ini kan musimnya sudah hujan, waktu yang paling bagus untuk menanam. Kayak area ini, meskipun area warga tapi kita lihat kemiringannya saja udah tinggi yuk kita tanam,” ujar Ganjar.

Apalagi bibit tanaman dan pohon yang ditanam hari itu, beberapa di antaranya sudah banyak tidak diketahui orang. Misalnya pohon gayam, yang buahnya bermanfaat untuk sistem pencernaan.

“Maka mulai tanaman-tanaman langka itu kita tanam sehingga masyarakat bisa tahu dan pasti manfaatnya banyak. Tadi juga ada tanaman aren, itu juga bisa nyerap air yang cukup banyak. Pohon beringin, itu menyerap air juga banyak yang kira-kira nggak ditebang,” tutur Ganjar.

Kepala Dinas LHK Provinsi Jateng Widi Hartanto mengatakan, bibit yang ditanam pada acara tersebut sengaja dipilih yang bernilai ekonomis. Selain untuk perbaikan lingkungan, juga bisa meningkatkan ekonomi masyarakat.

“Harapannya ini bisa meningkatkan ekonomi masyarakat. Karena tanaman buah ini kan bisa selamanya ya, selama masih hidup bisa dipanen dan ini hasilnya juga bagus,” tandasnya.

Ganjar Ingatkan Warga di Lahan Tinggi Harus Sadar Bencana

Di kesempatan yang sama, Ganjar kembali mengimbau pada masyarakat agar selalu siaga bencana. Apalagi, warga yang tinggal di area dengan kontur kemiringan tinggi dan dekat aliran air.

“Saya minta diedukasi nggih, Pak Lurah, agar di tengah suasana bencana semua siaga. Daerah-daerah berbahaya kemiringan yang berbahaya kalau hujan deras siapkan tempat pengungsian. Nganggo kentongan ya ora papa ayo ngungsi,” tegas Ganjar.

Berkaca dari pengalaman Desa Karanggintung, pemangku jabatan setempat harus mulai menyiapkan tempat pengungsian. Sehingga jika curah hujan tinggi dan durasinya lama, bisa segera diungsikan sebagai antisipasi bencana.

“Kalau perlu latihan ngungsi, selamatkan dulu nyawanya, kurangi dulu korbannya. Tapi edukasi dari awal orang mulai paham bahwa wilayah kita memang potensi untuk terkena bencana,” katanya. (*/ima)

Baca Juga:

  • Novia Widyasari yang Diduga Bunuh Diri Sudah 2 Kali Dihamili Polisi Pacarnya dan 2 Kali Diaborsi.
  • Prihatin Wali Kota Portal Alun-alun, Warga: Kita Ingin Tak Ada Egoisme dan Arogansi Kekuasaan.

Berita Terkait

Berita Terbaru