386 Anggota Parlemen Rusia Disanksi Inggris Gara-gara Dukung Putin

LONDON - 386 anggota parlemen Rusia atau Duma menjadi target sanksi tambahan sebagai tanggapan invasi Rusia ke Ukraina yang diumumkan Inggris.

Menurut Menteri Luar Negeri Inggris, Liz Truss, sanksi tersebut diberlakukan lantaran anggota parlemen mendukung pemerintahan Presiden Rusia Vladimir Putin, untuk mengakui Donetsk dan Luhansk di Ukraina sebagai negara independen.

Pengakuan tersebut hanya berselang dua hari sebelum Putin mendeklarasikan apa yang ia sebut sebagai "Operasi Militer Khusus" ke Ukraina, 24 Februari lalu.

"Kami menargetkan mereka yang terlibat dalam invasi ilegal Putin ke Ukraina dan mereka yang mendukung perang biadab ini," ujar Truss, seperti dikutip Politico, Jumat (11/3).

Karenanya dengan sanksi tersebut, anggota parlemen Rusia telah dilarang bepergian ke Inggris, mengakses aset di Inggris, serta melakukan bisnis dengan warga dan bisnis Inggris.

"Kami tidak akan melepaskan tekanan dan akan terus memperketat sekrup pada ekonomi Rusia melalui sanksi," tambah Truss.

Tambahan sanksi tersebut membuat jumlah total anggota Duma yang disetujui oleh Inggris sekarang mencapai 400.

Pada Kamis (10/3), Inggris juga melayangkan sanksi pada seorang taipan Rusia sekaligus pemilik Klub Sepak Bola Chelsea, Roman Abramovich, dan enam orang lainnya. Totalnya, Inggris sudah menjatuhkan sanksi pada 18 oligarki Rusia. (rmol/zul)

Baca Juga:

  • Ada Pergerakan 20 Pasukan di Luar Kendali Dukung Sambo, Ketua IPW: Brimob Sampai Tak Ingin Bentrok.
  • Tabungan Brigadir J Diduga Dikuras Salah Seorang Tersangka Pembunuhnya, Pengacara Keluarga: Orang Mati Kirim Duit.

Berita Terkait

Berita Terbaru