49 Korban Teridentifikasi, Sriwijaya Air Segera Cairkan Santunan Rp1,5 Miliar Per Penumpang

JAKARTA - Ahli waris korban kecelakaan pesawat Sriwijaya Air SJ 182 rute Jakarta-Pontianak akan segera mendapat santunan. Pihak maskapai akan secepatnya menyelesaikan kewajibannya.

Direktur Utama Sriwijaya Air Jefferson Jauwena menegaskan pihaknya akan segera memenuhi hak bagi ahli waris korban jatuhnya pesawat Sriwijaya Air di perairan Kepulauan Seribu, Jakarta.

"Kami akan berkomitmen untuk secepatnya memberikan hak-hak korban," katanya usai acara tabur bunga dari atas KRI Semarang di Kepulauan Seribu, Jumat (22/1).

Sebelumnya proses penyerahan santunan dimulai secara simbolis kepada ahli waris korban pada Rabu (20/01) di Dermaga JICT 2, Tanjung Priok, Jakarta.

Diketahui, santunan yang diserahkan ke ahli waris senilai Rp1,5 miliar. Santunan senilai Rp1,25 miliar sesuai peraturan pemerintah dan tambahan Rp250 juta sebagai santunan ganti rugi lain-lain.

Dalam kesempatan tersebut, Jefferson kembali mengungkapkan rasa dukanya atas musibah tersebut.

"Kami sedih dan turut kehilangan, tidak dapat dipungkiri kami juga merasakan kesedihan mendalam. Saya pribadi juga sangat terpukul dengan keadaan ini," ucapnya.

Dia juga menegaskan pihaknya akan melakukan evaluasi internal setelah tragedi tersebut. "Kami akan berkoordinasi dengan pihak terkait seperti KNKT (Komite Nasional Keselamatan Transportasi) dan Perhubungan," katanya.

Namun, dia belum bisa memberikan detail langkah evaluasi internal yang dilakukan. Sebab masih menunggu hasil laporan kecelakaan dari otoritas terkait.

Pada pelaksanaan tabur bunga di sekitar perairan Pulau Lancang dan Pulau Laki, Kepulauan Seribu, diikuti sekitar 30 anggota keluarga korban SJ-182. Proses tabur bunga itu dilakukan dari atas KRI Semarang, sebagai bentuk penghormatan terakhir kepada korban.

Selain itu juga turut dihadiri manajemen Sriwijaya Air, perwakilan dari Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT), Kementerian Perhubungan, TNI AL, Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas), Jasa Raharja, serta sejumlah awak Sriwijaya Air dan Nam Air.

Sementara itu, Tim Disaster Victim Identufication (DVI) RS Polri kembali berhasil mengidentifikasi dua jenazah korban. Dengan tambahan tersebut, Tim DVI Polri sudah berhasil mengidentifikasi 49 jenazah. (gw/zul)

Baca Juga:

  • Kota Tegal Semakin Panas, Wali Kota Laporkan Wakil Wali Kota ke Polisi atas Dugaan Rekayasa Kasus.
  • Wakil Ketua MUI Sebut Jika Presiden Jokowi Ditahan Negara Berantakan, Habib Rizieq Ditahan Umat Berantakan.

Berita Terkait

Berita Terbaru