701 Balita di Kota Tegal Bertubuh Pendek pada Usianya Alias Stunting, 904 Balita Lagi Kurus

KOTA TEGAL - Balita-balita di Kota Tegal ternyata masih banyak yang mengalami gagal tumbuh kembang atau stunting, sehingga tubuhnya terlalu pendek untuk anak seusianya. Selain itu, tidak sedikit pula ibu hamil yang mengalami anemia atau kurang darah.

Hal itu diungkapkan Kepala Dinas Kesehatan dr. Sri Primawati Indraswari saat menjadi narasumber Pelatihan Pemberdayaan Pemuda dalam Pencegahan Stunting di salah satu hotel di Kota Tegal. Kegiatan itu merupakan pokok pikiran (pokir) usulan anggota DPRD Kota Tegal Fraksi PKS, Amiruddin.

Menurut Prima, sepanjang 2021, Dinkes mencatat ada 221 bayi yang lahir dengan berat kurang dari 2.500 gram. Kemudian, 701 balita pendek atau stunting, 904 kurus, 89 obesitas, dan 589 ibu hamil menderita anemia.

"Salah satu hal yang memprihatinkan adalah terkait persoalan stunting. Itu, merupakan masalah kurang gizi kronis yang ditandai dengan tubuh pendek, rentan terhadap penyakit, kecerdasan di bawah normal, serta produktivitas rendah," ujarnya.

Menurut Prima, penyebab stunting diantaranya tidak terjaganya kebersihan lingkungan, buruknya sanitasi dan akses air bersih. Selain itu, juga karena rendahnya asupan gizi sejak janin sampai bayi umur 2 tahun.

"Maka untuk pencegahannya di antaranya adalah memperbaiki sanitasi, memperbanyak akses air bersih, memberikan asupan gizi yang baik," tandas Prima.

Narasumber lainnya, dr. Desi mengatakan stunting mengakibatkan perkembangan otak tidak maksimal. Sehingga menyebabkan menurunnya kemampuan kognitif.

"Kemudian perkembangan fisik tidak optimal yang berdampak pada stunting atau pendek. Selain itu perkembangan organ metabolik tidak optimal dengan efek jangka panjang menyebabkan hipertensi, sakit jantung, obsesitas, diabetes, dan stroke," ujarnya.

Anggota DPRD Kota Tegal Amiruddin mengatakan Kriteria generasi muda yang unggul diantaranya memiliki keyakinan yang lurus. Kemudian ibadahnya rajin, mandiri, bisa mengatur waktu, memiliki fisik yang kuat, memiliki pemikiran yang hebat, mandiri, tertib dalam segala urusan, bersungguh-sungguh.

"Selain itu, juga memiliki akhlak mulia, dan bermanfaat bagi orang lain," ujarnya.

Kepala Disporapar Irkar Yuswan Akpendi mengapresiasi kegiatan pelatihan ini yang merupakan pokir anggota DPRD. Biasanya lebih banyak kepada pembanguan fisik atau infrastruktur.

"Sementara yang sifatnya edukasi seperti pelatihan ini masih sedikit, padahal dampaknya justru berjangka panjang," sebut Irkar. (muj/zul)

Baca Juga:

  • Semua Polisi yang Halangi Penyidikan Tewasnya Brigadir J Bisa Dipidana, Kompolnas: Mohon Sabar.
  • Sadis! Senjata Brigadir J Disebut Dipakai Pelaku Lain untuk Buat Alibi Baku Tembak.

Berita Terbaru