74,79% Penyebab Perceraian di Brebes Didominasi Faktor Ekonomi

BREBES - Angka perceraian di Kabupaten Brebes hingga Juni lalu tergolong cukup tinggi. Dari periode Januari hingga Juni, sebanyak 3.043 perkara sudah inkrah atau sudah putusan.

Ketua Pengadilan Agama Kabupaten Brebes melalui Humas Nursidik mengatakan, jumlah tersebut merupakan perkara perceraian yang sudah inkrah sejak enam bulan terakhir. Di mana, faktor penyebab perceraian masih didominasi masalah ekonomi.

"Berdasarkan pertimbangan majelis hakim, penyebab perceraian masih didominasi faktor ekonomi yang mencapai 74,79 persen. Yakni, pihak suami tidak memberikan nafkah sebagai hak istri secara layak," ungkapnya.

Selain faktor ekonomi, faktor lainnya penyebab perceraian yaitu perselisihan dan pertengkaran yakni 23,06 persen.

Selain itu, 1,95 persen disebabkan salah satu pihak meninggal dunia, dan penyebab lainnya sekitar 0,2 persen.

Penyebab lainnya itu meliputi, Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT), suami atau istri dipenjara atau perkara dicabut.

Sementara itu, lanjutnya, total perkara yang masuk hingga Juni lalu mencapai mencapai 3.603 berkas perkara. Dengan rincian, 3.428 perkara yang diajukan sejak Januari hingga Juni. Kemudian, sebanyak 175 perkara sisa pada 2021 lalu.

"Dari total perkara 3.603 perkara, sebanyak 3.043 perkara sudah putusan. Perkara yang diputus terdiri 1.923 perkara cerai gugat (diajukan pihak istri) dan 570 perkara cerai talak (diajukan pihak suami) dan sisanya perkara putus lainnya, termasuk perkara yg dicabut," imbuhnya.

Ditambahkannya, berbagai upaya dilakukan pihaknya dalam menekan angka perceraian di Kabupaten Brebes.

Salah satunya kolaborasi lintas sektoral. Khususnya, Badan Penasihatan Pembinaan dan Pelestarian Perkawinan yang menjadi garda terdepan.

Tugasnya membimbing, membina dan mengayomi keluarga muslimin di seluruh Indonesia.

"Ini tujuannya meningkatkan mutu perkawinan guna mewujudkan keluarga sakinah menurut ajaran Islam. Di sisi lain, untuk mencapai masyarakat dan bangsa Indonesia yang maju, mandiri, bahagia, sejahtera materil dan spiritual," pungkasnya. (ded/ima)

Baca Juga:

  • Semua Polisi yang Halangi Penyidikan Tewasnya Brigadir J Bisa Dipidana, Kompolnas: Mohon Sabar.
  • Sadis! Senjata Brigadir J Disebut Dipakai Pelaku Lain untuk Buat Alibi Baku Tembak.

Berita Terbaru