77 Ribu Pemudik Dites saat Larangan Mudik, 264 Orang Positif Covid-19

JAKARTA - Data tes Covid terhadap pelaku perjalanan selama libur Lebaran terus dilakukan. Dari 77.068 kali tes, sebanyak 264 orang dinyatakan positif Corona.

"Untuk testing sudah dilaksanakan sebanyak 77.068 kali dimana ditemukan 264 di antaranya positif. Artinya hanya 0,34 persen dari pelaku perjalanan," kata Juru bicara Satgas Penanganan Covid-19, Wiku Adisasmito melalui akun Youtube BNPB, di Jakarta, Selasa (18/5).

Selain itu, selama libur Lebaran ada 122.899 orang yang ditegur terkait protokol kesehatan di tempat wisata. Angka ini meningkat 90 persen dari minggu sebelumnya. Periode libur Idul Fitri tanggal 12-15 Mei, terdapat total sejumlah 122.899 orang ditegur di tempat wisata secara nasional.

Dia menjelaskan DKI Jakarta menempati posisi paling rendah dalam kepatuhan prokes di tempat wisata dari 24 provinsi. "DKI Jakarta menjadi Provinsi dengan kepatuhan protokol kesehatan di tempat wisata yang paling rendah. Yaitu sebesar 27 persen orang yang patuh untuk menjaga jarak di tempat wisata," terang Wiku.

Bangka Belitung menjadi provinsi yang tingkat kepatuhan memakai maskernya paling rendah. "Angkanya hanya 33 persen. Disusul oleh Sumsel 58 persen dan DKI Jakarta yang kepatuhannya hanya mencapai 60 persen," tutupnya.

Sementara itu, libur panjang selama ini selalu identik dengan kenaikan kasus aktif Covid-19. Efek dari libur Idul Fitri dan mudik Lebaran diperkirakan akan terlihat dua atau tiga minggu ke depan, sehingga masyarakat pun diminta tetap waspada.

"Perkembangan yang terjadi pada minggu lalu belum dapat menunjukkan efek dari libur Idul Fitri dan mudik. Efeknya akan terlihat dua sampai tiga minggu lagi," kata Juru bicara Satgas Penanganan COVID-19 Wiku Adisasmito melalui akun YouTube BNPB, di Jakarta, Selasa (18/5).

Dia mengingatkan kembali soal pengalaman efek libur panjang terhadap penambahan kasus Corona. Hal tersebut juga berlaku untuk libur panjang Idul Fitri dan periode mudik Lebaran.

"Efek dari libur panjang maupun suatu kegiatan masyarakat dapat dilihat dalam rentang waktu dua hingga tiga minggu setelah periode tersebut. Artinya, kita baru dapat melihat efek dari libur Idul Fitri dan periode mudik pada dua tiga minggu yang akan datang," terangnya.

Dia meminta masyarakat agar tak terlena dengan angka kasus yang menurun pada minggu lalu. "Kepada seluruh anggota masyarakat yang baru saja kembali dari bepergian, mohon agar melakukan karantina mandiri 5x24 jam sebagai bentuk tanggung jawab terhadap orang-orang di sekitar lingkungannya," tukas Wiku. (rh/zul/fin)

Baca Juga:

  • Mahfud Sebut Negara Enggan Minta Bantuan Asing, Luhut: Pemerintah Telah Meminta Bantuan Negara Sahabat.
  • Politisi PDI Perjuangan Kritik Keras soal PPKM, Effendi Simbolon: Presiden Tidak Patuh Konstitusi.

Berita Terkait

Berita Terbaru