82.101 TKI Sudah Mendarat di Tanah Air, 1.158 Orang Dirawat di Wisma Atlet karena Positif Covid-19

JAKARTA - Total ada 82.101 pekerja migran Indonesia (PMI) repatriasi telah tiba Tanah Air. Sebanyak 78.428 telah kembali ke keluarganya, sedangkan 1.450 orang dirawat dan diisolasi di RS darurat Wisma Atlet, Jakarta.

Kepala Penerangan Kogabwilhan I Kolonel Marinir Aris Mudian mengatakan jumlah PMI repatriasi yang postif COVID-19 bertambah. Berdasarkan data yang dimilikinya, hingga Minggu (6/9) total ada 1.158 orang PMI repatriasi dari luar negeri positif COVID-19.

"1.158 orang dibawa ke Rumah Sakit Darurat COVID-19 Wisma Atlet usai hasil tes usap (swab test) menyatakan positif COVID-19," ujarnya dalam keterangan tertulisnya, Minggu (6/9).

Dia menyebut jumlah PMI repatriasi positif COVID-19 meningkat 11 orang jika dibandingkan sehari sebelumnyanya, yaitu sebanyak 1.147 orang. "Pengetesan COVID-19 terus dilakukan terhadap setiap PMI repatriasi yang datang dari luar negeri," katanya.

Disebutkannya, total jumlah PMI repatriasi yang datang dari luar negeri mencapai 82.101 orang. Sebanyak 78.428 di antaranya telah kembali ke daerah asal masing-masing dan dipastikan negatif COVID-19.

"Namun, sebanyak 1.450 orang diisolasi di Rumah Sakit Darurat COVID-19 Wisma Atlet Kemayoran," ungkapnya.

Dibeberkannya, dari 1.450 PMI tersebut, sebanyak 1.158 orang diisolasi karena positif COVID-19 berdasarkan tes usap (swab test). Sedangkan 292 orang lainnya dibawa ke RSD Wisma Atlet Kemayoran karena antibodi dinyatakan reaktif berdasarkan tes cepat (rapid test).

Sebanyak 292 orang yang reaktif tersebut adalah yang kembali ke Tanah Air rentan waktu 13 Juli hingga 7 Agustus.

Pemerintah berencana memfungsikan dua buah tower di RSD Wisma Atlet Kemayoran sebagai tempat isolasi mandiri penderita COVID-19 pada Selasa (8/9), yaitu Tower 4 dan Tower 5.

Selain itu, PMI repatriasi lainnya dikarantina di Wisma Pademangan yang berjarak kurang lebih lima kilometer dari Tower 1 Wisma Atlet Kemayoran.

Aris mengatakan PMI repatriasi yang dikarantina di Wisma Pademangan kini sebanyak 1.930 orang. Selain itu, 293 orang PMI repatriasi dikarantina di sejumlah Hotel dan Penginapan di wilayah DKI Jakarta.

"Jumlah PMI repatriasi yang masih dikarantina di Jakarta 3.673 orang," katanya.

Di sisi lain, Kepala Badan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI), Benny Rhamdani mengatakan setelah PMI kembali ke Tanah Air timbul permasalahan baru. Pengiriman kembali ke negara penempatan masih tertahan.

Dikatakannya selama pandemi COVID-19 atau sejak Januari hingga Agustus 2020, sudah 176 ribu PMI yang kembali ke tanah air.

"Efek domino COVID-19 ini tren angka kepulangan tinggi, kita sudah menangani sejak 1 Januari sampai 31 Agustus 2020, sekitar 176 ribu di setiap pintu debarkasi pelabuhan dan bandara di Indonesia dari seluruh negara penempatan," ujarnya.

Dijelaskannya, selama ini bila ada PMI yang kembali dalam keadaan sakit atau dicurigai tertular COVID-19 dari negara penempatan, akan langsung ditangani terlebih dulu oleh petugas Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP). Kemudian akan dirujuk ke Wisma Atlet atau rumah sakit rujukan pemerintah.

"Selama ini sebelum pandemi pun, 200-an kembali dalam keadaan sakit langsung dirujuk ke rumah sakit Polri, negara merawat mereka sampai sembuh, lalu memulangkannya ke kampung halaman," ujarnya.

Dia mengatakan pemulangan atau repatriasi PMI tetap terus berlanjut, selama pandemi masih berlangsung. Namun, Benny memastikan keselamatan PMI di berbagai negara penempatan sangatlah diprioritaskan.

Selain itu, Benny juga mengatakan permasalahan PMI di negara penempatan masih ada hingga saat ini. Negara pun harus hadir dalam perlindungan PMI.

"Di sana terjadi eksploitasi, kekerasan fisik, kekerasan seks, gaji tidak dibayar, pemutusan hubungan kerja sepihak, jam kerja lebih dari 12 jam, dan banyak lainnya," ujar Benny.

Untuk itu, dia pun berjanji akan membuat terobosan dalam mencegah ketidakadilan. "Di mana hukum harus ditegakan, negara harus hadir," ujarnya. (gw/zul/fin)

Baca Juga:

  • Mahfud Sebut Negara Enggan Minta Bantuan Asing, Luhut: Pemerintah Telah Meminta Bantuan Negara Sahabat.
  • Politisi PDI Perjuangan Kritik Keras soal PPKM, Effendi Simbolon: Presiden Tidak Patuh Konstitusi.

Berita Terkait

Berita Terbaru